Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Multi-Method Modeling untuk Mendukung Keterpaduan Perencanaan Pembangunan di Sub DAS Srep, Kabupaten Kudu Sriyana, Sriyana; Winaktoe, Wied Wiwoho
TEKNIK Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i3.56875

Abstract

Tata kelola pembangunan yang lemah terindikasi menjadi penyebab ancaman bencana kelangkaan air di Indonesia pada tahun 2045. Tata kelola tersebut khususnya terkait keterpaduan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).  Penelusuran terhadap praktik mutakhir komunitas Internasional menunjukkan bahwa multi-method modeling menjadi rekomendasi untuk diaplikasikan. Tujuan riset ini adalah menerapkan multi-method modeling yang didukung oleh eksaminasi hubungan kausal terhadap parameter pembentuk sub kriteria klasifikasi DAS dan merestrukturisasi hasil-hasil tersebut melalui DPSIR. Adapun lokasi kajian berada di Sub DAS Srep, Jawa Tengah dan dataset merupakan data-data yang diperoleh melalui dokumen kajian sub DAS Srep, Indeks Desa Membangun, dan survey pada periode 2015-2020.  Hasil riset menunjukkan bahwa (1) sub terdapat sub kriteria yang menjadi prasyarat atau penentu keberhasilan sub kriteria klasifikasi DAS lainnya; (2) informasi hubungan eksogenik yang diformulasi secara saintifik dapat membantu sektor-sektor mengetahui posisinya dan hubungannya terhadap sektor lainnya agar dapat bersinergi secara subtantif maupun ketepatan dalam jadwal pelaksanaan. Hal ini dapat memperjelas akar masalah, meningkatkan keterpaduan perencanaan dan mereduksi kelemahan kordinasi dan tumpang-tindih kegiatan; (3) analisis secara isolatif tidak sensitif terhadap dampak yang ditimbulkan pada parameter atau sub kriteria lain dalam DAS.  
Komparasi Nilai Partial-OTTV pada EAST-WALL berbasis U-VALUE= 2,6 dengan U-VALUE= 1,6 Winaktoe, Wied Wiwoho
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2009.4.121-127

Abstract

Secara teoritik, dinding-Timur (obyek simulasi) iklim tropika-lembab dipersyaratkan untuk memiliki nilai u-value = 2,0 yang sebenarnya sulit tercapai karena struktur dinding yang popular (plester-bata-plester) cenderung memiliki u-value = 2,6. Peningkatan kuantitas u-value tersebut terkait dengan penurunan kuantitas resistance value (R) melalui hubungan 1/R = u-value; hal ini berarti bahwa nilai-resistensi dinding akan (selalu) sulit menahan laju transfer-panas (OTTV-partial). Riset ini ditujukan untuk mendefinisikan dampak u-value > 2,0 (yakni 2,6) atau u-value < 2,0 (yakni 1,6) terhadap OTTV-partial, kasus dinding-Timur bangunan gedung. Prosedur riset mencakup sejumlah tahapan, yakni: (a) model dinding-Timur yang bernilai u-value >2 (yakni 2,6) dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50; (b) model dinding-Timur yang bernilai u-value < 2 (yakni 1,6)  dan WWR = 0,40 diformulasi lalu divisualisasikan menggunakan Ecotect v5.50, (c) dinding-Timur dengan u-value=2,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 21,28 W/m2, (d) dinding-Timur dengan u-value=1,6 menjadi input dalam OTTV ver 1; kalkulasi partial OTTV menghasilkan nilai 12,95 W/m2.  Konklusi: U-value < 2 menghasilkan partial OTTV lebih kecil ketimbang u-value > 2; oleh karena itu struktur ber-u-value < 2 menerima transfer-panas parsial jauh lebih kecil karena memiliki resistensi panas yang jauh lebih besar