Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Permukiman

Timbulan Dan Komposisi Sampah Wisata Pantai Indonesia, Studi Kasus: Pantai Pangandaran Ashuri, Amallia; Kustiasih, Tuti
Jurnal Permukiman Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.1-9

Abstract

Pantai Pangandaran yang berlokasi di Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Provinsi Jawa Barat dan destinasi wisata strategis nasional. Peningkatan jumlah wisatawan di Pantai Pangandaran belum disertai dengan pengelolaan persampahan yang baik menyebabkan penumpukan sampah pada saat musim puncak liburan sehingga terjadi penurunan estetika, ketidaknyamanan pengunjung, serta pencemaran lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu sistem pengelolaan sampah untuk sampah wisata dan bawaan laut yang dihasilkan di Pantai Pangandaran. Dalam penelitian ini dilakukan suatu studi mengenai timbulan dan komposisi sampah wisata dan bawaan laut dimana hasilnya diharapkan dapat dijadikan dasar oleh stakeholder terkait dalam menentukan sistem pengelolaan maupun teknologi pengolahan sampah yang tepat untuk diterapkan di Pantai Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah dari hotel di Pantai Pangandaran cenderung tinggi, salah satunya disebabkan oleh penggunaan kamar yang melebihi kapasitas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sampah wisata banyak didominasi oleh sampah dapur dan sisa makanan (44,68%) serta sampah daun (13,48%). Kedua jenis sampah ini dapat diolah dengan baik dengan pengomposan maupun biodigester. Sementara sampah bawaan laut didominasi oleh sampah plastik (28,32%), batang kayu (25,15%), dan batok kelapa (27,33%). Reduksi sampah bawaan laut dapat dilakukan dengan cara menjual kembali sampah kepada bandar sampah. Selain itu, pengelolaan sampah bawaan laut tidak terlepas dari pengelolaan sampah daerah aliran sungai yang bermuara di pantai karena sampah bawaan laut banyak berasal dari darat.
Faktor Penentu Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan Kustiasih, Tuti; Setyawati, Lya Meilany; Anggraeni, Fitrijani; Darwati, Sri; Aryenti, Aryenti
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.78-90

Abstract

Sampah merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya emisi gas rumah kaca (GRK), diantaranya gas metan (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca melalui kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle), perbaikan proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan pemanfaatan sampah menjadi produksi energi. Perhitungan emisi gas rumah kaca di Indonesia masih mengacu pada “Default Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tahun 2006”, karena belum tersedianya data country specific parameter. Dalam memperkirakan emisi gas rumah kaca diperlukan komposisi dan karakteristik sampah. Medote penelitian secara kuantitatif dan kualitatif dalam menganalisis hasil pengumpulan data penelitian dengan uji komposisi sampah sesuai dengan SNI 19-3964-1994dan uji karakteristik dengan ultimate dan proximate analysis untuk menjelaskan struktur kimia sampah, dengan perhitungan berdasarkan reaksi stokiometri.Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor emisi gas rumah kaca dari data spesifik di Indonesia dengan mengidentifikasi parameter komposisi dan karakteristik sampah serta meningkatkan aktifitas pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi dan adaptasi bidang persampahan. Hasil perhitungan degradable organic carbon (DOC)sampah di TPA 0,15 kg CH4/kg berat kering dan faktor emisi CH4 sampah organik adalah (0,07 - 0,11) kg CH4 per berat kering sampah organik atau (0,42 – 0,47) kg CH4 per berat basah sampah organik dari data spesifik sampah di Indonesia.
Kajian Peningkatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara Sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Aryenti, Aryenti; Kustiasih, Tuti
Jurnal Permukiman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.89-97

Abstract

Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, tentang Pengelolaan Sampah, bahwa pengelolaan sampah terdiri dari pengurangan dan penanganan sampah. Kebijakan pengelolaan sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan strategi nasional dalam upaya mengurangi timbulan sampah. Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dapat dirubah menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang merupakan pusat penanganan sampah dengan konsep 3R antara lain mendaur ulang dan pemanfaatan kembali sampah, sehingga sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah sudah tereduksi. Kegiatan yang dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu ini adalah pengangkutan dari sumber ke TPST, pemilahan, pengomposan sampah, dan penjualan sampah anorganik. Untuk mengatur pelaksanaan kegiatan dibentuk suatu lembaga yang bertanggung jawab, adanya pengaturan keuangan, ada manajemen pembukuan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penerapan pengelolaan sampah dengan konsep 3R di tempat pembuangan sampah sementara di lingkungan Kelurahan Banjarsari, Kota Surakarta yang dilakukan oleh masyarakat dan pengangkut sampah skala kelurahan dalam upaya mengurangi sampah sebelum diangkut ke TPA. Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara. Analisa data adalah secara deskriptif evaluatif terhadap sistem pengelolaan sampah di TPST. Dari hasil kajian diperoleh bahwa dengan adanya peningkatan fungsi dari tempat pembuangan sampah sementara menjadi tempat pengelolaan sampah terpadu dengan konsep 3R di TPST Kadipiro mampu mereduksi sampah ± 67 % dari jumlah sampah di TPST.
Penentuan Angka Kebutuhan Oksigen Kimia Air Limbah dengan Mempertimbangkan Faktor Ketidakpastian: Kasus Ipal Di Pusat Litbang Permukiman Kustiasih, Tuti
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.121-128

Abstract

Dalam mengestimasikan ketidakpastian pengukuran semua faktor atau komponen ketidakpastian yang penting perlu dianalisis sesuai dengan ketentuan dalam ISO 17025 tahun 2008. Sebagai laboratorium pengujian harus menerapkan prosedur pelaksanaan estimasi ketidakpastian pengukuran untuk semua jenis pengujian. Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar Xo. Dalam melaporkan ketidakpastian pengukuran dalam pengujian kimia, perlu mempertimbangkan jenis metoda uji, validasi metode dan tertelusur. Penelitian menggunakan metode eksploratif terhadap efisiensi instalasi pengolahan air limbah di kantor Pusat Litbang Permukiman melalui penentuan angka COD pada influen dan efluen. Tujuan penelitian adalah menentukan angka COD air limbah influen dan effluen di instalasi pengolahan air limbah yang dianalisis dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi dan prosedur perhitungan ketidakpastian pengukuran. Penentuan kebutuhan oksigen kimia (COD) dilakukan secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat Kalium Bikromat (K2Cr2O7) yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) pada kondisi asam dan panas dengan katalisator Perak Sulfat. Hasil pengujian kualitas kebutuhan oksigen kimia (COD) air limbah dari instalasi pengolahan limbah biofilter di Pusat Litbang Permukiman, dengan tingkat kepercayaan 95% dan k = 2, disimpulkan bahwa pada influen = 33.43 ± 0,26 mg/L dan efluen = 13,53 ± 0,10 mg/L. Efisiensi pengolahan air limbah di Pusat Litbang Permukiman untuk parameter kebutuhan oksigen kimia (COD) adalah 59,53%.