Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FACTORS RELATED TO DIGITAL TRANSFORMATION IN LOCAL GOVERNMENT: A SCOPING REVIEW Soesanto, Herry; Rumbekwan, Margaretha
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 11, No 1 (2026): JWP (Jurnal Wacana Politik) January
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v11i1.68926

Abstract

This study examines factors shaping digital transformation in local government and the mechanisms through which these factors influence implementation outcomes. Using a scoping review design, the study maps recent empirical and conceptual literature to capture the breadth and diversity of evidence. A systematic search was conducted in Scopus, Springer, and EBSCOhost using the keywords “digital transformation” AND “local government”, limited to English-language publications published between 2021 and 2025. The search identified 246 records, of which 22 studies met the inclusion criteria and were included in the final analysis. Extracted data were synthesized using a multi-level analytical framework encompassing individual, organizational, and environmental dimensions. The review identifies nine factors frequently discussed as shaping digital transformation in local government: digital capabilities and literacy, readiness for change, organizational capacity, the role of public managers and leadership, organizational culture and values, private sector demands, public expectations, regulatory and political conditions, and broader external conditions. The literature also highlights recurring barriers, including limited digital infrastructure and technical expertise, budget constraints, bureaucratic resistance to change, weak political support, insufficient change-management capability, rigid regulatory frameworks, and complex legacy systems. The findings indicate that digital transformation in local government is not driven by technology alone, but by the interaction of human capabilities, organizational arrangements, leadership, and external stakeholder pressures. Overall, this review underscores the importance of a holistic and integrated approach that strengthens human resources, adaptive governance, and stakeholder coordination to ensure effective, inclusive, and sustainable digital transformation, particularly in decentralized and resource-constrained contexts.
Penguatan Literasi Pemerintahan Desa dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas di Wamena, Papua Pegunungan Rumbekwan, Margaretha; Tanamal, Nini Adelina
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5ajpym42

Abstract

Penguatan literasi pemerintahan desa merupakan langkah strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola desa, khususnya di wilayah pegunungan dengan keterbatasan akses informasi seperti Wamena, Papua Pegunungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai struktur pemerintahan desa, mekanisme perencanaan dan penganggaran, serta hak masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan kebutuhan, edukasi interaktif, diskusi partisipatif, simulasi musyawarah desa, serta evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta meningkatnya keberanian warga dalam menyampaikan aspirasi pada forum musyawarah desa. Pendekatan dialogis dan pembelajaran berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun kepercayaan sosial dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di wilayah pegunungan lainnya dengan penyesuaian terhadap karakteristik sosial dan budaya lokal guna mendukung penguatan demokrasi lokal yang berkelanjutan.