Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kemandirian Sosial Anak Tuna Grahita Ringan Di Sekolah Dasar SLB Negeri 01 Jakarta Selatan Tedi, Tedi Tedi
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i2.2039

Abstract

Kemandirian sosial adalah kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak bergantung pada aksi orang lain. Seorang anak tunagrahita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain dalam bidang-bidang tertentu, tidak terkecuali dalam interaksi sosial dengan orang lain. Peran dukungan sosial keluarga merupakan suatu pertolongan, semangat dan pemberian bantuan kala anak sedang menghadapi kesusahan. Orang tua sebagai jembatan antara anak dengan dunia luar sangat berperan dalam hal memberikan motivasi, dukungan, dan memberikan rasa percaya diri untuk bersosialisasi dengan dunia luar. Dukungan sosial keluarga berhubungan dengan keberhasilan bina diri dalam membentuk kemandirian sosial anak. Sehingga di dapatkan kesimpulan bahwa ada pengaruh bimbingan orang tua di rumah terhadap kemampuan sosialisasi pada anak tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kemandirian anak tuna grahita dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan teknik sampling menggunakan pengambilan sampel probabilitas (probability sampling) dan jumlah sampel sebanyak 61 responden orang tua dari anak tuna grahita yang masih aktif bersekolah di SLB Negri 01 Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah dari kelima dimensi yakni, dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan emosional, dan integritas sosial terdapat dua dimensi yang tidak berhubungan yakni dukungan informasional dan dukungan instrumental. Sedangkan dukungan penghargaan, dukungan emosional, dan integritas sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian sosial. Dari hasil nilai R square menunjukan nilai sebesar 0.195 yang berarti variabel dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh sebesar 19.5% terhadap kemandirian sosial anak tuna grahita yang sisanya berasal dari variabel-variabel diluar penelitian ini.
PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN BERBASIS URBAN FARMING OLEH KELOMPOK TANI LORONG ANGGUR Tedi, Tedi Tedi
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 10, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v10i2.38173

Abstract

AbstrakPermasalahan lingkungan di Kelurahan Nusa Jaya, Kota Tangerang, dipicu oleh peningkatan populasi yang menyebabkan penyempitan ruang kota serta pembangunan industri berskala besar. Urban farming hadir sebagai alternatif solusi yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemberdayaan yang dilakukan serta menganalisis modal sosial yang dimiliki Kelompok Tani Lorong Anggur dalam melaksanakan program urban farming. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan purposive sampling, sementara analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, serta triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial terdiri atas tiga komponen utama: kepercayaan, norma, dan jaringan. Ketiganya menjadi fondasi penting keberhasilan program urban farming berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: Modal Sosial, Kelompok Tani, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Lingkungan, Urban Farming. AbstractEnvironmental issues in Nusa Jaya Subdistrict, Tangerang City, are driven by population growth that narrows urban space and large-scale industrial development. Urban farming emerges as an alternative solution to preserve the environment while serving as a medium for community empowerment. This study aims to identify community empowerment efforts and analyze the social capital owned by the Lorong Anggur Farmer Group in implementing the urban farming program. The research employed a qualitative approach with a descriptive method through observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data were analyzed through the processes of reduction, presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through persistent observation, source triangulation, and technique triangulation. The results show that social capital consists of three main components: trust, norms, and networks. These three elements form a crucial foundation for the success of urban farming programs based on community empowerment. Keywords: Farmer Group, Community Empowerment, Environmental Empowerment, Social Capital, Urban Farming