kabib, kabib kabib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BANGUNAN MES TNI ANGKATAN UDARA SEBAGAI PENINGGALAN CAGAR BUDAYA KOTA PALEMBANG kabib, kabib kabib
Siddhayatra Vol 25, No 2 (2020): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v25i2.190

Abstract

Bangunan, benda, struktur dan situs yang mengandung nilai-nilai sejarah penting dan memiliki manfaat bagi masyarakat luas atau setidaknya memiliki umur lebih 50 tahun maka masuk dalam cagar budaya yang wajib dilindungi oleh pemerintah. Maka bangunan Mes/barak TNI AU Palembang apabila melihat dari nilai-nilai sejarahnya akan masuk dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis nilai-nlia sejarah dan budaya peninggalan bangunan Mes TNI AU di Palembang dan menganalisis bangunan Mes TNI AU sebagai peninggalan cagar budaya di kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik yaitu kegiatan mengumpukan data lapangan dan sumber relevan lainnya seperti jurnal, laporan penelitian dan lainnya. langkah kedua verifikasi data, pada tahap ini peneliti melakukan pemilahan dan kritik data untuk memperoleh data yang valid. Ketiga,  analisis data dengan menggunakan interpretasi sejarah atau penafsiran sejarah atas data-data yang sudah terkumpulkan dan terakhir adalah historiografi, penulisan sejarah. Bangunan Mes/Barak TNI AU di Palembang ini mengandung nilai-nilai sejarah penting yaitu bangunan peninggalan masa kolonial tahun 1940, yang dipergunakan oleh tentara Belanda, Jepang dan pada akhirnya diambil alih oleh pemeritah Indonesia pasca kemerdekaan sampai sekarang. Bangunan ini berumur lebih dari 50 tahun dan mengandung nilai-nilai sejarah dan budaya penting bagi masyarakat luas. Dengan demikian bangunan Mes/Barak TNI AU di Palembang ini masuk dalam bangunan cagar budaya yang wajib dilindungi oleh pemerintah sesuai peraturan undang-undang Cagar Budaya No 11 tahun 2010.
Jalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 Masehi kabib, kabib kabib
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.79

Abstract

ABSTRAKJalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 MasehiOleh:Kabib Sholehhabibsholeh978@gmail.com Secara geografis Sriwijaya memiliki letak kestrategisan pada jalur pelayaran perdagangan yang dilewati para pedagang asing pada abad ke-7 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jalur pelayaran perdagangan Sriwijaya yang menguntungkan perekonomian Sriwijaya, untuk menganalisis kegiatan perdagangan Sriwijaya dan bagaimana strategi Sriwijaya dalam mempertahankan perekonomiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomologis, politikologis dan sosialogis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berkuasa di laut dan hasil perekonomiannya diperoleh dari berdagang dan hasil bea pajak. Sriwijaya mampu menjadi penguasa sekaligus pengendali perdagangan di jalur-jalur pelayaran milik Sriwijaya. Sriwijaya menerapkan monopoli perdagangan bagi para pedagang asing yang singgah di Sriwijaya. Dalam mempertahankan keamanan di jalur-jalur pelayaran perdagangan, Sriwijaya mengerahkan seluruh kekuatan armada lautnya dengan dibantu oleh para perompak yang sudah ditaklukan Sriwijaya serta dengan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.