Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Decrease in Labour Pain at First Stage with Birthing Ball Techniques in Primigravida Mothers Anandita, Mella Yuria Rachma; Gustina, Irwanti
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 2 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i2.9774

Abstract

Labour pain causes the release of stress hormones, resulting in decreased uterine contractions and uteroplacental circulation, reduced blood flow and oxygen to the uterus, which makes pain impulses multiply. One technique to reduce labour pain non-pharmacologically is with a birthing ball. This study aims to determine the effectiveness of birthing balls in reducing first-stage labor pain in primigravida. This study used a quick experiment with a Nonequivalent Control Group Design. The population was all mothers giving birth in three Depok City maternity centers. The sample used a purposive sampling technique, with as many as 50 samples of experimental and control groups. Data analysis using two dependent means or dependent T-test (paired T-test). Before the birthing ball intervention, the experimental group felt moderate labour pain by 76%, after the birthing ball technique experienced a decrease in the moderate pain scale by 64%. Analysis results show an average decrease in pain levels of labouring mothers who use the Birthing Ball 0.38. The results of statistical calculations also mention a p-value of 0.0001, meaning that the use of the Birthing Ball has proven effective in reducing first-stage labour pain. Birthing Ball in labour increases endorphin release, effectively reducing labour pain.
PENCEGAHAN STUNTING PADA PERIODE GOLDEN AGE MELALUI PENINGKATAN EDUKASI PENTINGNYA MPASI Anandita, Mella Yuria Rachma; Gustina, Irwanti
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.176 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v1i2.917

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi nasional dikarenakan berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi stunting di Indonesia adalah 30,8%. Angka tersebut masih cukup jauh dari target WHO yaitu sebesar 20%. Stunting pada balita salah satunya disebabkan oleh masih minimnya pengetahuan ibu tentang gizi. Stunting akan berdampak pada penurunan kecerdasan dan kerentanan terhadap penyakit. Salah satu upaya pemenuhan gizi yang baik sejak dini adalah dengan pemberian MPASI di usia 6-24 bulan. Hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian besar ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah Cililitan Kecil Jakarta Timur kurang memahami tentang pengolahan MPASI. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi ibu yang memiliki bayi pada periode golden age mengenai pemberian MPASI yang baik dan benar. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 30 orang ibu yang memiliki anak usia 6 bulan – 24 bulan. Metode yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan tentang MPASI 2) penyuluhan tentang MPASI; 3) diskusi dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 31 Mei 2022. Penyuluhan tentang pemberian MPASI secara berkesinambungan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu dalam mencegah stunting. Kata kunci: Stunting, Golden Age, Pengetahuan Ibu, MPASI