Qinthara, Shifa Amelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Harga Diri terhadap Kekerasan Emosional dalam Berpacaran pada Dewasa Muda di Kota Bandung Qinthara, Shifa Amelia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v5i2.62775

Abstract

This study aims to obtain empirical data on the effect of self-esteem towards emotional abuse in dating young adults in Bandung City. The samples taken in this study were 270 respondents using purposive sampling technique with the characteristics of young adults aged 18-25 years, being in a relationship of at least 3 months, domiciled in the city of Bandung. The instrument used was a questionnaire. The design in this study uses a oneway correlational design. The data analysis technique in this study used simple linear regression analysis. From the test results obtained data on the demographic distribution of female sex as much as 77.78 percent, and 22.22 percent are men. As much as 3.33 percent of the sample has a low level of self-esteem, and 0.74% with very low self-esteem, while 3.70 percent of the sample has a high level of emotional abuse, and 2.96 percent is very high. The results showed that self-esteem had an effect of 29.4 percent on emotional abuse. From the results of the research that has been done, it can be concluded that there is a significant influence of the self-esteem variable on the emotional abuse variable with an opposite or negative relationshipPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai Pengaruh Harga Diri terhadap Kekerasan Emosional dalam berpacaran pada Dewasa Muda di Kota Bandung. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah sejumlah 270 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik dewasa muda berusia 18-25 tahun, sedang menjalin hubungan berpacaran minimal 3 bulan, berdomisili di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Desain pada penelitian ini menggunakan desain korelasional satu arah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Dari hasil pengujian didapatkan data sebaran demografis jenis kelamin perempuan sebanyak 77,78 persen, dan 22,22 persen adalah laki-laki. Sebanyak 3,33 persen sampel memeroleh tingkat harga diri rendah, dan 0,74 persen dengan harga diri sangat rendah, sedangkan 3,70 persen sampel berada pada tingkat kekerasan emosional tinggi, dan 2,96 persen sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan harga diri memberikan pengaruh sebesar 29,4 persen terhadap kekerasan emosional. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dari variabel harga diri terhadap variabel kekerasan emosional dengan hubungan yang berlawanan atau negatif
COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) BAGI PENDERITA OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD) DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Indira, Finka Nur; Muliadiani, Nurul Alifia; Qinthara, Shifa Amelia
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 1: Februari 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i1.1211

Abstract

Pemaparan informasi secara terus-menerus dari berbagai media yang menyebabkan ketakutan, kecemasan, dan kepanikan di masa pandemi COVID-19 dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan gangguan kejiwaan, termasuk pada penderita Obsessive Compulsive Disorder. Maka dari itu, perlu adanya suatu metode atau suatu bentuk terapi yang dapat membantu mereka menangani gangguan tersebut.  Studi ini merupakan studi literatur yang mencoba menelusuri bagaimana Cognitive Behavioral Therapy sebagai salah satu bentuk terapi bagi penderita Obsessive Compulsive Disorder di masa pandemi COVID-19. Mesin pencari (search engine) digunakan sebagai alat pencarian data dan terdapat 8 jurnal yang digunakan sebagai sumber data. Disimpulkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 dapat memperburuk gejala Obsessive Compulsive Disorder bagi penderitanya. Salah satu bentuk penanganan yang dapat efektif bagi masalah ini adalah dengan memberikan Cognitive Behavioral Therapy kepada penderita Obsessive Compulsive Disorder di masa pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini membutuhkan penelitian lanjutan di lapangan.