Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS PSIKOEDUKASI KEMAMPUAN EMPATI DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI BERAGAMA PADA MAHASISWA SALAH SATU PERGURUAN TINGGI SWASTA DI JAKARTA Sofwana, Hania Maria; Rosiana, Fitri; Haryanto, Handrix Chris
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 22 No. 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v22i2.1141

Abstract

Konflik akibat intoleransi hingga saat ini masih sering terjadi dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai harapan masa depan bangsa dalam mengemban amanah kepemimpinan dan agen perubahan sosial, kiranya harus dibekali dengan pengetahun, pengalaman, dan kebijaksanaan yang cukup dalam menyikapi pluralitas bangsa yang sangat tinggi. Toleransi beragama mencakup masalah-masalah keyakinan dalam diri manusia yang berhubungan dengan akidah atau ketuhanan yang diyakininya. Salah satu faktor yang memengaruhi toleransi adalah empati. Adapun intervensi yang dapat meningkatkan kemampuan empati salah satunya adalah psikoedukasi. Penelitian ini, bertujuan untuk menguji efektifitas psikoedukasi empati dalam meningkatkan toleransi beragama pada mahasiswa-mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain dua kelompok non-randomized pretest-posttest control group design. Penelitian ini terdiri dari 94 orang mahasiswa dengan kriteria mahasiswa semester 1 dan semester 3 (dimana 49 mahasiswa semseter 3 sebagai kelompok eksperimen dan 45 mahasiswa semseter 1sebagai kelompok kontrol).  Skala toleransi beragama digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian dengan analisis statistik Uji Mann Whitney dan hasil yang diperoleh adalah taraf signifikansi p=0,000 (<0,05). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang mendapat psikoedukasi kemampuan empati menunjukkan peningkatan dalam toleransi beragama dibandingkan kelompok yang tidak mendapat psikoedukasi kemampuan empati. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi kemampuan empati efektif dalam meningkatkan toleransi beragama mahasiswa.
Optimized Machine Learning Approaches for Predicting Work-Life Balance: An Indonesian Case Study Rosiana, Fitri; Yatimin, Yatimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the application of optimized machine learning techniques to predict work-life balance determinants in Indonesia. Utilizing data from the World Happiness Report (2005-2023), the research implements multiple advanced algorithms including Ordinary Least Squares with Recursive Feature Elimination (OLS_RFE), Ridge Regression, Random Forest, Gradient Boosting, and Ensemble methods. The methodology incorporates comprehensive feature engineering, hyperparameter optimization, and cross-validation techniques to enhance predictive accuracy. The analysis reveals that OLS_RFE achieved perfect predictive performance (R² = 1.000, RMSE = 0.000), followed by Ridge Regression (R² = 0.947, RMSE = 0.007) and Ensemble methods (R² = 0.722, RMSE = 0.017). Feature importance analysis identified social support systems, workplace flexibility measures, and economic-social factor interactions as the most significant determinants of work-life balance. The optimized models demonstrated substantial improvement over conventional approaches, with the ensemble method providing balanced performance between accuracy and generalization. These findings offer valuable insights for policymakers and organizational leaders in developing evidence-based strategies to enhance workforce well-being. The research contributes to the literature by demonstrating the efficacy of machine learning optimization in social science research, particularly in the context of developing economies. The study establishes a robust framework for predicting work-life balance outcomes that can be adapted to other socio-cultural contexts