Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindak Tutur Komisif pada Baliho Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate Tahun 2020 Sasmayunita
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 9 No. 2 (2021): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2021.vol9(2).7514

Abstract

This study examines the problem of commissive speech acts in candidates for mayor and deputy mayor of Ternate in 2020. The purpose of this study is to describe the form of commissive speech acts on billboards for candidates for mayor and deputy mayor of Ternate in 2020. This type of research is descriptive qualitative. The data source is the discourse on the billboards for the 2020 Mayor and Deputy Mayor of Ternate. The technique of collecting is through observation, documentation, and taking notes. The data analysis technique in this study is the content analysis method by examining all data from various sources according to observations, documentation, and listening results (notes). Next, sort, analyze, and describe the forms of commissive speech acts and conclude the findings. The findings show several forms of commissive speech acts: commissive speech acts of intention, promise, and commissive speech acts of offering. This study recommends that further researchers conduct studies on different objects with a broader amount of data.
Pendekatan Kimia Hijau dalam Industri Warisan Budaya: Pengelolaan Limbah Batik Giriloyo, Yogyakarta Rakhman, Khusna Arif; Wahab, Iis Hamsir Ayub; Sundari; Sugrah, Nurfatimah; Nadra, Wawan Suprianto; Agustang, Andi Tenri Pada; Sasmayunita; Sapsuha, Yusri; Hamdiani, Saprini
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/a2jmky14

Abstract

Industri batik tradisional di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, tidak hanya berfungsi sebagai pusat warisan budaya tetapi juga sebagai penggerak vital perekonomian lokal. Namun, proses produksinya yang tradisional, terutama penggunaan lilin dan pewarna sintetis, berpotensi menimbulkan risiko lingkungan. Studi berbasis kegiatan masyarakat ini menyelidiki bagaimana limbah yang dihasilkan dari produksi batik dikelola dan mengevaluasi efektivitas serta dampak keberlanjutan dari praktik yang ada. Melalui international community service 2025, observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan perajin batik dan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa Giriloyo telah membangun sistem pengolahan limbah lokal dengan prosedur operasi standar yang jelas. Meskipun tidak ada keluhan lingkungan yang signifikan dari masyarakat di sekitarnya, studi ini mengidentifikasi area-area kunci yang perlu ditingkatkan, terutama rendahnya efisiensi penggunaan kembali lilin (di bawah 10%) dan tidak adanya tahapan pengolahan pewarna yang berkelanjutan. Berlandaskan pada prinsip-prinsip kimia hijau, terutama pencegahan, bahan pengganti yang lebih aman, dan pengurangan limbah. Studi ini merekomendasikan peningkatan teknologi yang terjangkau dan kemitraan strategis untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Temuan ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk industri kerajinan yang berakar pada budaya dan sadar lingkungan di pedesaan. Makalah ini berkontribusi pada wacana yang berkembang tentang ekonomi warisan berkelanjutan dan menyoroti potensi inovasi lokal dalam mencapai ketahanan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.