Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Asset Structure and Profitability on Capital Structure of Consumer Goods Companies Listed on IDX 2020–2024 Henni Savitri; Meigia Nidya Sari
Harmoni Economics: International Journal of Economics and Accounting Vol. 2 No. 3 (2025): August: Harmoni Economics: International Journal of Economics and Accounting
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonieconomics.v2i3.328

Abstract

This study investigates the influence of asset structure and profitability, measured by return on assets (ROA), on the capital structure of consumer goods manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The capital structure, indicated by the debt-to-equity ratio (DER), plays a crucial role in determining the financial stability and growth potential of companies. The analysis incorporates both partial and simultaneous effects, highlighting the interrelationship between profitability, asset structure, and financial leverage. The study employs a descriptive quantitative approach, applying multiple linear regression to analyze data from 150 observations across 30 firms within the consumer goods sector. The period under review provides a comprehensive overview of corporate financial strategies, considering factors such as firm size, industry trends, and market conditions. The results demonstrate that both ROA and asset structure significantly influence the DER, both independently and interactively. Specifically, the findings show that higher profitability, reflected in a higher ROA, tends to lower the reliance on debt financing, thereby reducing the DER. Conversely, companies with more substantial and less liquid asset structures, such as property, plant, and equipment, tend to have higher debt levels, as these assets can serve as collateral for borrowing. The interaction between ROA and asset structure further underscores the complexity of capital structure decisions, where companies must balance profitability with asset composition to optimize their financial leverage. These findings provide valuable insights for financial managers and investors in consumer goods manufacturing companies, emphasizing the critical role of profitability and asset composition in shaping corporate capital structure decisions. Understanding the dynamics of these variables is essential for making informed decisions that support long-term business sustainability and competitiveness in the capital markets.
Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan Industri Emas di BEI Muhammad Nurul Ikhwan; Renny Maisyarah; Meigia Nidya Sari
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Akuntansi Medan Januari 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v7i1.8475

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan subindustri emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Fokus utama penelitian adalah menilai kondisi kesehatan fundamental perusahaan melalui analisis rasio keuangan komprehensif yang meliputi rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas guna memastikan keberlangsungan usaha (going concern). Metode penelitian: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan tiga emiten terpilih, yaitu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI). Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya divergensi kinerja yang sangat kontras di antara ketiga emiten. PSAB mencatatkan performa terbaik melalui pemulihan profitabilitas dari zona negatif, penguatan likuiditas, dan peningkatan efisiensi operasional. Sebaliknya, ARCI mulai mengalami tekanan finansial akibat penurunan margin laba dan ketergantungan utang yang tinggi, sementara SQMI berada dalam kondisi financial distress ekstrem dengan operasional yang hampir terhenti sepenuhnya. Kesimpulan: PSAB memiliki fondasi keuangan paling kokoh, sedangkan SQMI menghadapi ancaman kelangsungan usaha nyata akibat rasio utang yang melonjak 19 kali lipat dari modal. Perusahaan disarankan segera melakukan restrukturisasi utang dan efisiensi biaya, sementara investor diimbau lebih selektif dalam memilih emiten berdasarkan tren fundamental.  
PERAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS BERBASIS ESG: STUDI KASUS PADA PT BANK CENTRAL ASIA TBK Alvinsyah Dharmawan; Cut Meutia; Dini Syarafina; Lory Lorensa Br. Situmorang; Lu'manul Hakim Matondang; Mutiara Sri Harta; M. Rafi Akbar Dirja; M. Ridho; Nadia Utami; Surya Pranata Marbun; Veronica Veronica; Yohana Pangaribuan; Meigia Nidya Sari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.%p

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi dua fenomena dominan dalam lanskap bisnis global saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam mendukung keberlanjutan bisnis berbasis ESG pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi terhadap laporan tahunan dan laporan keberlanjutan BCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan nyata dalam ketiga dimensi ESG BCA: pada dimensi environmental, AI berkontribusi melalui efisiensi manajemen kas ATM dan digitalisasi layanan yang mendukung paperless banking; pada dimensi social, AI memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan kualitas layanan nasabah melalui fitur seperti Welma dan voice analytics; serta pada dimensi governance, AI memperkuat sistem deteksi kecurangan, pemantauan kepatuhan, dan transparansi pelaporan secara real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BCA telah berhasil mengintegrasikan AI sebagai katalisator keberlanjutan bisnis berbasis ESG secara komprehensif dan dapat dijadikan model percontohan bagi perusahaan perbankan lain di Indonesia
The Effect Of Receivables Turnover, Capital Structure, Operating Costs, And Company Size On Profitability In Banking Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange Putri Adelia; Nina Andriany Nasution; Meigia Nidya Sari
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Bisnis Digital Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jambd.v5i2.11122

Abstract

This study aimed to examine the effects of accounts receivable turnover, capital structure, operating costs, and firm size on profitability in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The study used secondary data obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange, namely www.idx.co.id. The research data consisted of company financial statement data from 2023–2024. The study was conducted in 2025. The population of this study included all banking companies totaling 47 companies, with a sample of 41 companies, resulting in 82 rows of data used as the sample. This study employed an associative approach with quantitative data. Multiple linear regression analysis was applied using SPSS 24.0 for data processing. The results showed that accounts receivable turnover and firm size partially had a positive and significant effect on profitability, while capital structure partially had a negative and significant effect on profitability, whereas operating costs did not have a significant effect on profitability. Simultaneously, accounts receivable turnover, capital structure, operating costs, and firm size had a positive and significant effect on profitability in banking companies. Accounts receivable turnover became the most influential variable on profitability. Accounts receivable turnover, capital structure, operating costs, and firm size contributed 52.4% to profitability. Accounts receivable turnover, capital structure, operating costs, and firm size had a strong relationship with profitability.
IMPLEMENTASI AUDIT KEUANGAN MANDIRI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA DI KOTA MEDAN Meigia Nidya Sari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.%p

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana praktik audit finansial mandiri memengaruhi pola pengelolaan keuangan di kalangan mahasiswa perguruan tinggi Kota Medan. Mengingat semakin banyaknya mahasiswa yang menghadapi kendala finansial, urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan pengendalian terhadap kondisi keuangan pribadi menjadi semakin krusial. Metode kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan melibatkan 120 responden mahasiswa yang mengatur sendiri uang saku bulanan mereka. Teknik analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengolah data. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan audit finansial mandiri memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang secara rutin melakukan evaluasi terhadap pemasukan dan pengeluarannya cenderung lebih bijaksana dan bertanggung jawab dalam mengelola dana pribadi. Studi ini membuktikan bahwa audit mandiri merupakan instrumen yang efektif untuk membantu mahasiswa memahami konsep keuangan dengan lebih baik dan menghindari perilaku konsumtif berlebihan
Financial Performance Analysis Using the Du Pont System Method in Telecommunication Companies in Indonesia Auliya Candi Pramana; Meigia Nidya Sari; Riska Franita
International Journal of Economics and Management Vol. 4 No. 02 (2026): IEM : International Journal of Economics and Management
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/iem.v4i02.307

Abstract

Financial performance is one of the indicators used to assess a company's ability to generate profits, manage assets, and manage funding sources. This study analyzes the financial performance of PT. Telkom Indonesia, Tbk., PT. Indosat Ooredoo Hutchison, Tbk., and PT. XL Axiata, Tbk. during the 2020–2024 period using the Du Pont System method. The study uses a quantitative approach with a descriptive-comparative type. The data used are annual financial reports obtained through documentation and literature studies. The analysis was carried out using Net Profit Margin (NPM), Total Asset Turnover (TATO), and Equity Multiplier (EM) indicators. The results show that PT. Telkom Indonesia, Tbk. has a better level of profitability and asset utilization effectiveness than other companies. Meanwhile, PT. Indosat Ooredoo Hutchison, Tbk. recorded the highest Equity Multiplier value, indicating greater use of debt-based funding. Based on a comparison of these three indicators, PT. Telkom Indonesia, Tbk. showed the best financial performance during the study period.
TRANSFORMASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: STUDI LITERATUR Meigia Nidya Sari; Luftiah Restu Prahesti; Ajrina Izzatil Ismah; Astrid Putri Anggraini
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2301-2308

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan mendasar pada Sistem Informasi Akuntansi (SIA), mulai dari tahap pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan. Artikel ini bertujuan menjelaskan perubahan proses akuntansi sejak diterapkannya AI, menganalisis peran AI dalam otomatisasi pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, analisis data, serta deteksi kecurangan, dan mengidentifikasi manfaat maupun tantangan penerapannya pada berbagai sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur, dengan menelaah artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2021 hingga 2026 sebagai sumber data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mengubah SIA dari sistem berbasis sampel menjadi sistem yang mampu memeriksa data secara menyeluruh, mempercepat pencatatan transaksi dan penyajian laporan keuangan, serta meningkatkan ketepatan deteksi fraud melalui pengenalan pola transaksi. Manfaat yang diperoleh antara lain efisiensi waktu, penurunan kesalahan manusia, dan keandalan informasi keuangan yang lebih tinggi, sementara tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan infrastruktur, kualitas data, keamanan data, dan kompetensi pengguna. Peran manusia tetap diperlukan sebagai pengambil keputusan akhir sehingga AI lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat, bukan menggantikan, peran akuntan dan pengguna sistem informasi
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Meigia Nidya Sari; Putri Anggi Oktavia; Mutia Sembiring; Talenta Putri Sinaga
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2309-2313

Abstract

Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap tata kelola informasi keuangan, termasuk dalam ranah sistem informasi akuntansi (SIA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran AI dalam mendorong transformasi SIA, mengidentifikasi bentuk-bentuk penerapannya, serta menganalisis manfaat dan tantangan yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan laporan riset yang relevan diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berkontribusi pada empat area utama SIA, yaitu otomatisasi pemrosesan transaksi, peningkatan akurasi pelaporan keuangan, deteksi kecurangan (fraud detection) berbasis machine learning, serta dukungan pengambilan keputusan melalui analitik prediktif. Meskipun demikian, penerapan AI dalam SIA juga dihadapkan pada tantangan berupa kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, risiko keamanan siber, dan aspek etika serta akuntabilitas algoritmik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI ke dalam SIA bersifat transformatif namun memerlukan kerangka tata kelola yang memadai agar manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan prinsip pengendalian internal dan akuntabilitas