El Qudsi, Mohammad Ichlas
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Instagram Sumber Informasi Politik Generasi Milenial El Qudsi, Mohammad Ichlas; El Qudsi, Mohammad Ichlas
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.4.2.%p

Abstract

Instagram telah memberikan warna tersendiri dalam corak demokrasi di Indonesia. Akan tetapi, penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi politik tampaknya menimbulkan konsekuensi yang dilematis di tengah masyarakat. Di tengah-tengah realitas itu, kehadiran Gen Z sebagai kelompok yang paling rentan, patut mendapat perhatian sebagai diskursus yang cukup menarik, mengingat kedudukan mereka sebagai generasi yang paling dekat dengan teknologi, dan sekaligus sebagai kelompok pemilih pemula dengan basis suara yang mesti diperhitungkan. Oleh karenanya, mendeskripsikan bagaimana Gen Z menggunakan Instagram sebagai sumber informasi sekaligus media komunikasi politik, menjadi diskursus yang menarik untuk dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang umumnya melibatkan ide, persepsi, pendapat, atau kepercayaan orang yang diteliti. Adapun informan yang terlibat merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina sebanyak 10 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 4 karakteristik Gen Z dalam menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dan media komunikasi politik; yakni Unengaged User, Exclude User, Pasif User, dan Active User, yang bergantung pada kombinasi antara orientasi politik dan level efikasi yang mereka miliki.
Instagram Sumber Informasi Politik Generasi Milenial El Qudsi, Mohammad Ichlas; El Qudsi, Mohammad Ichlas
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.4.2.%p

Abstract

Instagram telah memberikan warna tersendiri dalam corak demokrasi di Indonesia. Akan tetapi, penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi politik tampaknya menimbulkan konsekuensi yang dilematis di tengah masyarakat. Di tengah-tengah realitas itu, kehadiran Gen Z sebagai kelompok yang paling rentan, patut mendapat perhatian sebagai diskursus yang cukup menarik, mengingat kedudukan mereka sebagai generasi yang paling dekat dengan teknologi, dan sekaligus sebagai kelompok pemilih pemula dengan basis suara yang mesti diperhitungkan. Oleh karenanya, mendeskripsikan bagaimana Gen Z menggunakan Instagram sebagai sumber informasi sekaligus media komunikasi politik, menjadi diskursus yang menarik untuk dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang umumnya melibatkan ide, persepsi, pendapat, atau kepercayaan orang yang diteliti. Adapun informan yang terlibat merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina sebanyak 10 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 4 karakteristik Gen Z dalam menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dan media komunikasi politik; yakni Unengaged User, Exclude User, Pasif User, dan Active User, yang bergantung pada kombinasi antara orientasi politik dan level efikasi yang mereka miliki.
TERTIUS GAUDENS PADA JARINGAN KOMUNIKASI KRIMINAL DI INSTITUSI PEMERINTAH: Studi Kasus Pembunuhan Josua Hutabarat dalam Detik.com El Qudsi, Mohammad Ichlas; Fatin, Asyam Ahmad
Jurnal Komunikasi & Media Digital Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi & Media Digital
Publisher : Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70611/jkmd.v2i2.49

Abstract

This research is motivated by the existence of communication networks found in various institutional layers related to various things, for example crime. One of them occurs in government law enforcement institutions such as the police. The aim is to see how networks occur in institutions and which third parties (tertius gaudens) benefit most from this. This research uses quantitative network analysis with data sources from online media as a source of information. Of the 637 news stories, the narratives of 46 actors were found to be involved with 16 actors as tertius gaudens. Actor 16 becomes tertius gaudens because of his important position in this case.
POLITICAL CAMPAIGN STRATEGY OF TRI RISMAHARINI – ZAHRUL AZHAR IN THE 2024 EAST JAVA GUBERNATORIAL ELECTION Haq, Akbar Faizul; El Qudsi, Mohammad Ichlas
Jurnal Komunikasi & Media Digital Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Komunikasi & Media Digital
Publisher : Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70611/jkmd.v3i02.85

Abstract

This research aims to analyze the campaign strategy of Tri Rismaharini and Zahrul Azhar in the 2024 East Java gubernatorial election that targets the teacher community in Surabaya. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, document studies, and literature review. The research used cybernetics theory and the campaign model as a research framework. The findings reveal that the Risma–Zahrul campaign strategy combined traditional and digital media, strengthened emotional engagement through social activities, and created two-way communication that enhanced public participation. The study also highlights the active role of teachers as key intermediaries in spreading political messages and building public trust. Based on the findings, it recommends several efforts to strengthen local democracy, including a more intensive dialogue between candidates, the election committee, and educational communities, as well as a school-based political education program and community-driven campaign model.