Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE KIRKPATRICK EVALUATION MODEL IN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN Amalia, Jadwa
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 6 No 2 (2021): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v6i2.1697

Abstract

Abstract: Nowadays government agencies are required to improve the quality of their services to the community. One of the steps taken to improve that is through training activities. In order to achieve the expected goals, the training that is held must go well, from planning to evaluation of results. Therefore, the evaluation must be done seriously and use the right method or model. The training evaluation model that has been applied at the BDK Banjarmasin refers to the four-level evaluation model or what is often called the Kirkpatrick evaluation model. However, based on initial observation, most of the employees and even some trainers do not know about the Kirkpatrick's evaluation model itself. This can be seen from the number of employees and coaches who do not understand how to do the evaluation, or how to analyze the results. Observations made show that the application of Kirkpatrick's evaluation model in the training at the BDK Banjarmasin was still not effective, because most only focus on levels 1, 2 and 3 while level 4 are still rarely done.  Keywords: evaluation; Kirkpatrick; education; training.  Abstrak: Saat ini instansi pemerintah dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Salah satu langkah perbaikan yang dilakukan yaitu melalui kegiatan pelatihan. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, pelatihan yang diadakan harus berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan hingga evaluasi hasil. Oleh karena itu, evaluasi harus dilakukan secara serius dan menggunakan metode atau model yang tepat. Model evaluasi pelatihan yang telah diterapkan di BDK Banjarmasin mengacu pada model evaluasi empat tingkat atau yang sering disebut dengan model evaluasi Kirkpatrick. Namun berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar karyawan bahkan beberapa trainer belum mengetahui tentang model evaluasi Kirkpatrick itu sendiri. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pegawai dan pembina yang belum memahami cara melakukan evaluasi, atau cara menganalisis hasil. Pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model evaluasi Kirkpatrick dalam pelatihan di BDK Banjarmasin masih belum efektif, karena sebagian besar hanya fokus pada level 1, 2 dan 3 sedangkan level 4 masih jarang dilakukan.   Kata kunci: evaluasi; Kirkpatrick; pendidikan; pelatihan.
Pengaruh Perceived Training Benefits dan Perceived Organizational Support Terhadap Komitmen Organisasi Amalia, Jadwa
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 2 (2020): Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan SDM melalui Pengabdian, Edukasi, dan Kine
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v4i2.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi tempat pelatihan (X1) dan persepsi dukungan organisasi (X2) sebagai variabel independen terhadap komitmen organisasi karyawan (Y) sebagai variabel dependen di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi dari 50 karyawan BDK Banjarmasin sebagai populasi. Pengukuran variabel menggunakan teknik skala likert dengan skala pembobotan 1 sampai 5. Untuk mengetahui pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y digunakan regresi linier berganda. Uji goodness of fit menggunakan uji F dan untuk menguji tingkat signifikansi menggunakan uji t yang diproses dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat pelatihan dan persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi sebesar 30%. Artinya jika organisasi ingin meningkatkan komitmen anggotanya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pemberian pelatihan yang tepat sasaran dan dukungan organisasi yang memadai.
Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Jarak Jauh Tata Naskah Dinas di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin: Analisis Model Kirkpatrick Level 1 Amalia, Jadwa
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 1 (2022): Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi Pelayanan, Pendidikan, dan Pembe
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i1.777

Abstract

This article describes the results of research on participants' assessments of the organizers and facilitators involved in PJJ Tata Naskah Dinas in the Kankemenag Kab. Barito Utara organized by BDK Banjarmasin. This study used a survey method with 30 respondents. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale and processed using descriptive statistical techniques. The results obtained indicate that the highest average score for the assessment of the facilitator is in the statement item regarding the ethics and attitudes of the facilitators and the language used, while the lowest average score is in the statement item regarding the achievement of the learning objectives and the learning methods used. For the assessment of the organizers, the highest average value was in the item of the benefit obtained by the participants, while the lowest average value was in the statement item regarding the learning management system (LMS) facility used.