Paramita, Ida Bagus Gede
STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEW NORMAL BAGI PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID 19 Paramita, Ida Bagus Gede; Purnama Arsa Putra, I Gede Gita
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1723

Abstract

Pandemi covid 19 meruapakan wabah yang merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19 berdampak sangat  berat bagi perekonomian terutama yang mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata. Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap pencegahan penyebaran covid 19. Tidak terkecuali sektor pariwisata, penyempurnaan sistem sanitasi dan pariwisata yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan (self-distancing) terus diupayakan untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan
NEW NORMAL BAGI PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID 19 Paramita, Ida Bagus Gede; Purnama Arsa Putra, I Gede Gita
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1723

Abstract

Pandemi covid 19 meruapakan wabah yang merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19 berdampak sangat  berat bagi perekonomian terutama yang mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata. Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap pencegahan penyebaran covid 19. Tidak terkecuali sektor pariwisata, penyempurnaan sistem sanitasi dan pariwisata yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan (self-distancing) terus diupayakan untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan