Puspa, Ida Ayu Tary
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SENI MAJEJAITAN DAN METANDING SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI ERA NEW NORMAL Puspa, Ida Ayu Tary; Pertu Agung, I Gusti Ngurah; Ananda Mertayasa, I Kadek
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1798

Abstract

Upacara dan upakara dalam  agama Hindu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi pulau Bali yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata. Para wisatawan ingin memeroleh pengalaman autentik selama mereka berwisata dengan mengikuti program majejaitan dan metanding. Dengan luapan emosi yang ekspresif, sebuah desa wisata dapat mengemas majejaitan dan metanding ini sebagai atraksi wisata. Atraksi ini memiliki fungsi  seni yaitu berupa pemuas emosi dan keinginan manusia serta fungsi religius yang mana atraksi ini memiliki  keunikan yang luar biasa sehingga akan  mampu meningkatkan wawasan dalam menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara yang sederhana.Dalam era new normal  ini walaupun pandemi covid-19 belum berlalu, maka desa wisata dapat mengemas atraksi ini dengan tetap mengedepankan kebersihan (Cleanliness), kesehatan (Health) dan keamanan (Safety). CHS ini sebagai standar kenormalan baru pariwisata.
SENI MAJEJAITAN DAN METANDING SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI ERA NEW NORMAL Puspa, Ida Ayu Tary; Pertu Agung, I Gusti Ngurah; Ananda Mertayasa, I Kadek
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1798

Abstract

Upacara dan upakara dalam  agama Hindu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi pulau Bali yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata. Para wisatawan ingin memeroleh pengalaman autentik selama mereka berwisata dengan mengikuti program majejaitan dan metanding. Dengan luapan emosi yang ekspresif, sebuah desa wisata dapat mengemas majejaitan dan metanding ini sebagai atraksi wisata. Atraksi ini memiliki fungsi  seni yaitu berupa pemuas emosi dan keinginan manusia serta fungsi religius yang mana atraksi ini memiliki  keunikan yang luar biasa sehingga akan  mampu meningkatkan wawasan dalam menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara yang sederhana.Dalam era new normal  ini walaupun pandemi covid-19 belum berlalu, maka desa wisata dapat mengemas atraksi ini dengan tetap mengedepankan kebersihan (Cleanliness), kesehatan (Health) dan keamanan (Safety). CHS ini sebagai standar kenormalan baru pariwisata.