Badjuka, Bun Yamin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN DAN PEMBUATAN ALAT CUCI TANGAN DALAM MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID-19 Badjuka, Bun Yamin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4635

Abstract

Abstrak: Wabah Corona Virus Disease (Covid-19), telah melanda dunia melalui penyebarannya yang masif. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19, yaitu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesain dan membuat alat cuci tangan tanpa harus memutar keran air sehingga dapat meminimalisir kontak tangan dengan benda dan dapat menarik minat masyarakat untuk mencuci tangan secara intensif di Kelurahan Heledulaa Selatan. Metode kegiatan dilakukan dengan 3 tahapan yaitu observasi, sosialisasi dan evaluasi. Hasil kegiatan: Setelah dilakukan observasi pada masyarakat, kegiatan ini berhasil meningkatkan minat masyarakat sebesar 90% dalam hal cuci tangan, serta  kegiatan ini disambut baik oleh pemerintah Kecamatan Heledulaa Selatan, karena dinilai sangat membantu program pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. Selain itu, dengan tambahan roda pada kaki dari alat cuci tangan, masyarakat menjadi lebih mudah dalam memindahkan alat tersebut. Abstract: The Corona Virus Disease (Covid-19) outbreak has swept the world through its massive spread. The government has made various efforts to stop the spread of Covid-19, namely washing hands using soap and running water, wearing masks, and maintaining distance. The purpose of this activity is to design and manufacture hand washing tools without having to turn the water tap so as to minimize hand contact with objects and attract people to wash their hands intensively in Kelurahan Heledulaa Selatan. The method of activity is carried out in 3 stages, namely observation, socialization and evaluation. Results of the activity: After conducting observations in the community, this tanning activity succeeded in increasing community interest by 90% in terms of washing hands, and this activity was welcomed by the South Heledulaa District government, because it was considered very helpful for government programs in cutting the spread of Covid-19. In addition, with the addition of wheels on the feet of the hand washing equipment, it is easier for people to move the tool.
DESAIN DAN PEMBUATAN ALAT CUCI TANGAN DALAM MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID-19 Badjuka, Bun Yamin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.565 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5008

Abstract

Abstrak: Wabah Corona Virus Disease (Covid-19), telah melanda dunia melalui penyebarannya yang masif. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19, yaitu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesain dan membuat alat cuci tangan tanpa harus memutar keran air sehingga dapat meminimalisir kontak tangan dengan benda dan dapat menarik minat masyarakat untuk mencuci tangan secara intensif di Kelurahan Heledulaa Selatan. Metode kegiatan dilakukan dengan 3 tahapan yaitu observasi, sosialisasi dan evaluasi. Hasil kegiatan: Setelah dilakukan observasi pada masyarakat, kegiatan ini berhasil meningkatkan minat masyarakat sebesar 90% dalam hal cuci tangan, serta  kegiatan ini disambut baik oleh pemerintah Kecamatan Heledulaa Selatan, karena dinilai sangat membantu program pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. Selain itu, dengan tambahan roda pada kaki dari alat cuci tangan, masyarakat menjadi lebih mudah dalam memindahkan alat tersebut.Abstract: The Corona Virus Disease (Covid-19) outbreak has swept the world through its massive spread. The government has made various efforts to stop the spread of Covid-19, namely washing hands using soap and running water, wearing masks, and maintaining distance. The purpose of this activity is to design and manufacture hand washing tools without having to turn the water tap so as to minimize hand contact with objects and attract people to wash their hands intensively in Kelurahan Heledulaa Selatan. The method of activity is carried out in 3 stages, namely observation, socialization and evaluation. Results of the activity: After conducting observations in the community, this tanning activity succeeded in increasing community interest by 90% in terms of washing hands, and this activity was welcomed by the South Heledulaa District government, because it was considered very helpful for government programs in cutting the spread of Covid-19. In addition, with the addition of wheels on the feet of the hand washing equipment, it is easier for people to move the tool.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA KOMUNIKASI ORANG TUA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN PADA REMAJA USIA 16-19 THN DI KELURAHAN TAMALATE KECAMATAN KOTA TIMUR Badjuka, Bun Yamin
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 1, No 2 (2015): September
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v1i2.166

Abstract

Dari berbagai data menunjukkan bahwa semakin meningkatnya angka pernikahan di usia muda serta kehamilan pada usia remaja. Melalui komunikasi, orang tua menjadi sumber informasi dan pendidik utama tentang kesehatan reproduksi. Namun dalam hal komunikasi sering dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pengetahuan, norma budaya, kondisi keharmonisan keluarga (Uripni 2003).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan, norma budaya, kondisi keharmonisan keluarga, dengan komunikasi orang tua. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi seluruh orang tua yang mempunyai remaja usia 16-19 tahun sebanyak 298 orang, dengan sampel sebanyak 141 orang. Yang diperoleh secara Proportional stratified random sampling. Kemudian data diolah dengan SPSS menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Dan untuk mengetahui hubungan variabel independen terhadap variabel dependen dihitung dengan uji “Phi” (φ).Hasil penelitian dan kesimpulan berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan komunikasi orang tua (p = 0,042) dan nilai uji Phi (0,171), ada hubungan yang signifikan antara norma budaya dengan komunikasi orang tua (p = 0,020) dan nilai uji Phi (0,196), ada hubungan yang signifikan antara kondisi keharmonisan keluarga dengan komunikasi orang tua (p = 0,017) dan nilai uji Phi (0,202).