Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Liberalism and Discontents Sinaga, Martin Lukito
ISLAM NUSANTARA:Journal for the Study of Islamic History and Culture Vol. 5 No. 1 (2024): Islam Nusantara Journal for the Study of Islamic History and Culture
Publisher : Faculty of Islam Nusantara University of Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Francis Fukuyama pernah menegaskan bahwa demokrasi liberal akan berjaya dan akan menjadi arah evolusi semua tatanan sosial politik dunia. Namun dengan berbagai masalah global dan kritikan atas ideologi ini, muncul sejumlah gugatan atasnya. Buku ini hendak menunjukkan dengan terus terang dalam hal apa gugatan tersebut dapat dimengerti, tetapi juga dalam hal apa ideologi ini masih relevan. Gugatan dari sisi kiri muncul atas sikap bebas individual dan otonomi diri yang didorong oleh ideologi ini. Sikap bebas ini dianggap menggerus patriotisme dan budaya atau ikatan komunal masyarakat. Lahirlah politik identitas sebagai reaksi atasnya. Gugatan dari sisi kanan muncul akibat liberalisme amat melindungi hak milik dan menjadikan pasar bebas sebagai konteksnya. Yang melahirkan neoliberalisme yang memprivatisasikan sektor-sektor pelayanan publik. Situasi ini telah melahirkan jurang pendapatan yang makin melebar secara global. Fukuyama berupaya menunjukkan relevansi ideologi ini melalui demokratisasi yang perlu diperdalam dan dikaitkan lebih erat lagi dengan liberalisme, yang memberi ruang bagi berbagai inspirasi komunitas serta dalam kapasitasnya mendistribusikan kesejahteraan.
IDEOLOGI PANCASILA DI ERA PANDEMI Sinaga, Martin Lukito
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 1 No 2 (2021): Urgensi Pembumian Nilai-Nilai Luhur Pancasila Menjadi Roh Pembangunan Bangsa
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pandemi yang mengglobal ini, dan dengan munculnya upaya kontrol pemerintah atas pergerakan warganya, ada dugaan bahwa ideologi bercorak surveilans lebih menjadi “living ideology” bangsa-bangsa modern. Kasus kontrol ketat Cina menunjukkan efektifitasnya. Untuk itu perlu didalami lagi latar dan kepentingan ideologi dalam hidup suatu bangsa, dan dalam hal apa ia menyumbang hal positif bagi proses menghadapi dan mengatasi dampak pandemi. Tulisan ini, setelah menguraikan latar sejarah dan hakikat ideologi, ditutup dengan mendalami ideologi Pancasila selaku ideologi yang operatif dalam kehidupan bangsa Indonesia yang sedang menghadapi pandemi. Ditunjukkan juga makna serta daya sintas dan lenting yang didapat dari model ideologi sintesis dan inklusif seperti Pancasila ini.
Liberalism and Discontents Sinaga, Martin Lukito
Islam Nusantara: Journal for the Study of Islamic History and Culture Vol. 5 No. 1 (2024): Islam Nusantara Journal for the Study of Islamic History and Culture
Publisher : Faculty of Islam Nusantara, Nahdlatul Ulama University of Indonesia (Unusia) Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Francis Fukuyama pernah menegaskan bahwa demokrasi liberal akan berjaya dan akan menjadi arah evolusi semua tatanan sosial politik dunia. Namun dengan berbagai masalah global dan kritikan atas ideologi ini, muncul sejumlah gugatan atasnya. Buku ini hendak menunjukkan dengan terus terang dalam hal apa gugatan tersebut dapat dimengerti, tetapi juga dalam hal apa ideologi ini masih relevan. Gugatan dari sisi kiri muncul atas sikap bebas individual dan otonomi diri yang didorong oleh ideologi ini. Sikap bebas ini dianggap menggerus patriotisme dan budaya atau ikatan komunal masyarakat. Lahirlah politik identitas sebagai reaksi atasnya. Gugatan dari sisi kanan muncul akibat liberalisme amat melindungi hak milik dan menjadikan pasar bebas sebagai konteksnya. Yang melahirkan neoliberalisme yang memprivatisasikan sektor-sektor pelayanan publik. Situasi ini telah melahirkan jurang pendapatan yang makin melebar secara global. Fukuyama berupaya menunjukkan relevansi ideologi ini melalui demokratisasi yang perlu diperdalam dan dikaitkan lebih erat lagi dengan liberalisme, yang memberi ruang bagi berbagai inspirasi komunitas serta dalam kapasitasnya mendistribusikan kesejahteraan.