Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

REPRESENTASI WANITA SEBELUM DAN SESUDAH GERAKAN FEMVERTISING DALAM IKLAN PERAWATAN TUBUH Lisa Odillia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.801

Abstract

Representasi gender dalam iklan adalah bentuk manifestasi budaya dari siklus ideologi dalam masyarakat. Sejauh ini, keberadaan iklan telah terbukti menjadi media yang berpengaruh terhadap penggunaan bahasa, gambar dan kontruksi representasi untuk meyakinkan audiens dengan membentuk realitas dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Beberapa tahun terakhir, istilah femvertising muncul sebagai upaya periklanan untuk menarik konsumen wanita. Secara visual maupun retoris, pesan-pesan iklan yang dibingkai dalam femvertising mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak wanita. Gerakan Feminisme gelombang ketiga yang berkembang saat ini, menciptakan perspektif baru milenial feminis dengan menganggap bahwa feminisme adalah bentuk kebebasan memilih dalam semua aspek kehidupan, baik kesehatan, karier, pernikahan hingga selera pribadi dalam penampilan. Membandingkan iklan dari tahun 1980-an dan 1990-an dengan iklan yang diterbitkan 5 tahun terakhir ini, akan menyajikan konteks tentang bagaimana pergeseran sosial mempengaruhi kontruksi iklan dan persepsi konsumen terhadap merek. Melalui analisis visual kualitatif, studi ini akan mengindentifikasi bagaimana kampanye iklan dikontruksi sebelum dan sesudah gerakan femvertising melalui pesan feminisme demi membangun ketertartarikan audiens perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan-iklan perawatan tubuh sering menampilkan isu yang serupa, yaitu tentang nilai-nilai kepribadian dan kecantikan. Pergeseran nilai kecantikan dan kepribadian dalam domain yang lebih luas telah menyokong perubahan perspektif sosial terhadap perempuan menuju kesadaran feminisme.Gender representation in advertising is a form of cultural manifestation of an ideological cycle in society. So far, the existence of advertisements has proved to be a media that affects the use of language, images and representation in order to convince the audience by shaping reality in influencing purchasing decisions. In recent years, the term femvertising emerged as an advertising effort to attract female consumers. Visually or rhetorically, the ad messages framed in a femvertising promote gender equality and women's rights. The third Wave feminism movement that develops today, creates a new perspective of feminist millennials by assuming that feminism is a form of freedom of choosing in all aspects of life, whether health, career, marriage to personal tastes in appearance. Comparing ads from the 1980's and 1990's with ads published in the last 5 years, will present a context on how social shifts affect ad construction and consumer perception of the brand. Through qualitative visual analysis, this study will identify how the advertising campaign was constructed before and after the femvertising movement through feminism messages in order to build a female audience's alignment. The results of this study show that the advertising of body care often displays similar issues, namely about the values of personality and beauty. The shifting value of beauty and personality in the wider domain has supported the change of social perspective on women toward the consciousness of feminism.
Warna Dalam Desain Kemasan Kosmetik Di Indonesia: Tinjauan Strategi Pemasaran Dari Perspektif Konsumen Wanita. Lisa Odillia
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 1 No 2
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2803.827 KB)

Abstract

Abstrak Bagi wanita, kosmetik pada dasarnya menjadi elemen penting yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Stereotip ini muncul didasarkan pada pertumbuhan kesadaran tentang kecantikan eksternal dengan kecerdasan internal individual sebagai dampak dari kontruksi iklan tentang kecantikan sejati. Warna adalah bagian paling sensitif dari pengalaman visual orang. Warna pada sebuah desain menentukan karakteristik produk dan menarik perhatian konsumen. Penelitian ini mempelajari desain warna kemasan kosmetik dari perspektif konsumen wanita, serta menganalisis makna yang terkandung dalam pemilihan warna kemasan. Penelitian ini menggunakan standart Color Image Scale Shigenobu Kobayashi untuk menentukan sifat warna yang diekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada konsep dan desain warna kelima merek tersebut. Kelima desain kemasan produk tersebut menampilkan sifat warna yang hampir sama yaitu Elegant, Romantic, Pretty, Casual dan Romantic. Selain itu, warna yang dimunculkan dalam tampilan desain kemasan menunjukkan adanya kesesuaian dengan profil perusahaan kosmetik yang menekankan gaya hidup dan cita rasa modern dari wanita sejati. Kata Kunci: Kosmetik, Warna, Desain Kemasan Abstract For women, cosmetics have basically become an important element that is inseparable from the modern lifestyle. This stereotype appears based on the growth of awareness about external beauty with individual internal intelligence as a result of the construction of advertisements about true beauty. Color is the most sensitive part of people's visual experience. The color of a design determines the characteristics of the product and attracts the attention of consumers. This study studies the color design of cosmetic packaging from the perspective of female consumers, as well as analyzes the meaning contained in the selection of packaging colors. This study used Shigenobu Kobayashi's Color Image Scale standard to determine the nature of the extracted colors. The results showed that there was no significant difference in the concept and color design of the five brands. The five product packaging designs display almost the same color properties, namely Elegant, Romantic, Pretty, Casual and Romantic. In addition, the colors that appear in the appearance of the packaging design indicate the presence of conformity with the profile of cosmetic companies that emphasize the lifestyle and modern taste of a real woman. Keywords: Cosmetics, Color, Packaging Design
Color Representation in Promotional Design on Indonesian E-commerce Website Interface Lisa Odillia
International Journal of Seocology Volume 03, Issue 03 : May - August 2022
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/seocology.v3i3.83

Abstract

E-commerce is an effective channel for buying and selling goods and services via the internet. E-commerce can generally be accessed via smartphones and websites. As a visual product, the use of unaesthetic colors will affect the visual appearance of a website. In addition, the design features displayed must also be in accordance with the company's identity. Promotional banners are one of the features that are always updated (updated) in visual appearance, which of course must also be adjusted to the company's identity. Therefore, promotional media in the form of banners is used as an object of analysis to find out whether the colors in the promotional banner design represent the company's identity. This analysis in its elaboration uses the theory of color psychology which is then related to the company profile. The results of the analysis show that there is a match between the color of the banner design and the company profile.
Representasi Gaya Hidup Pada Iklan Galaxy Watch Active Dalam Website Kumparan Lisa Odillia; Shella Safera Marghantia
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological development and communication affect the outcome of product functions. With changes in business technology, the human mindset also changes because users prefer something instant to support the comfort of life. In this analysis, a representation of smartwatches represents a minimalist modern life. In addition to supporting the appearance and utilizing technology, smartwatches offer benefits that make life healthy, easier and faster. The minimalist lifestyle is when someone limits ownership of goods and focuses on important needs in his life. The existence of a full-featured smartwatch provides opportunities for consumers to minimize the cost of purchasing communication devices, reducing consumption of health products and focusing on self-development.
Perancangan Logo menggunakan 7 Stage of a Creative Logo Untuk Meningkatkan Brand Image SD Negeri 2 Kutoharjo Lisa Odillia; Rohiman
GESTALT : JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol. 5 No. 1 (2023): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Arsitektur dan Desain Jalan Raya Rungkut Madya, Gn.Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v5i1.138

Abstract

Identitas Visual yang kuat dan terdefinisi dengan baik akan memainkan peran penting dalam membangun Brand Image yang kuat dengan siswa, orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai lembaga pendidikan, SD Negeri 2 Kutosari perlu merancang identitas visual yang konsisten dan menarik untuk memberikan fondasi visual yang jelas guna memperkuat lembaga image, membangun hubungan positif dengan siswa, orangtua dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan terhadap pendidikan yang disediakan oleh SD Negeri 2 Kutoharjo. Identitas visual berupa logo SD Negeri 2 Kutoharjo mengangkat apek kebaharuan berupa originality untuk menciptakan desain logo yang unik, segar dan berbeda melalui eksplorasi ide kreatif dan simbol penggunaaan yang mewakili motto pendidikan. Metode perancangan logo sekolah dasar ini menggunakan 7 Tahap Proses Desain Logo Kreatif. Proses ini banyak dijadikan sebagai acuan perancangan logo berbagai komunitas desain karena konsep menggunakan 7 tahapan ini akan menghasilkan logo yang tepat, sempurna secara visual dan bermakna. Kolaborasi antara intelektual, ide dan visualisasi dalam penciptaan logo, mewakili motto SD Negeri 2 Kutoharjo yaitu CERDAS. Setiap elemen grafis, warna dan tipografi merepresentasikan makna yang mewakili Cendekia, Religius, Disiplin, Nasionalis dan Santun. mewakili motto SD Negeri 2 Kutoharjo yaitu CERDAS. Setiap elemen grafis, warna dan tipografi merepresentasikan makna yang mewakili Cendekia, Religius, Disiplin, Nasionalis dan Santun. mewakili motto SD Negeri 2 Kutoharjo yaitu CERDAS. Setiap elemen grafis, warna dan tipografi merepresentasikan makna yang mewakili Cendekia, Religius, Disiplin, Nasionalis dan Santun.
REPRESENTASI WANITA SEBELUM DAN SESUDAH GERAKAN FEMVERTISING DALAM IKLAN PERAWATAN TUBUH Lisa Odillia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.801

Abstract

Representasi gender dalam iklan adalah bentuk manifestasi budaya dari siklus ideologi dalam masyarakat. Sejauh ini, keberadaan iklan telah terbukti menjadi media yang berpengaruh terhadap penggunaan bahasa, gambar dan kontruksi representasi untuk meyakinkan audiens dengan membentuk realitas dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Beberapa tahun terakhir, istilah femvertising muncul sebagai upaya periklanan untuk menarik konsumen wanita. Secara visual maupun retoris, pesan-pesan iklan yang dibingkai dalam femvertising mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak wanita. Gerakan Feminisme gelombang ketiga yang berkembang saat ini, menciptakan perspektif baru milenial feminis dengan menganggap bahwa feminisme adalah bentuk kebebasan memilih dalam semua aspek kehidupan, baik kesehatan, karier, pernikahan hingga selera pribadi dalam penampilan. Membandingkan iklan dari tahun 1980-an dan 1990-an dengan iklan yang diterbitkan 5 tahun terakhir ini, akan menyajikan konteks tentang bagaimana pergeseran sosial mempengaruhi kontruksi iklan dan persepsi konsumen terhadap merek. Melalui analisis visual kualitatif, studi ini akan mengindentifikasi bagaimana kampanye iklan dikontruksi sebelum dan sesudah gerakan femvertising melalui pesan feminisme demi membangun ketertartarikan audiens perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan-iklan perawatan tubuh sering menampilkan isu yang serupa, yaitu tentang nilai-nilai kepribadian dan kecantikan. Pergeseran nilai kecantikan dan kepribadian dalam domain yang lebih luas telah menyokong perubahan perspektif sosial terhadap perempuan menuju kesadaran feminisme.Gender representation in advertising is a form of cultural manifestation of an ideological cycle in society. So far, the existence of advertisements has proved to be a media that affects the use of language, images and representation in order to convince the audience by shaping reality in influencing purchasing decisions. In recent years, the term femvertising emerged as an advertising effort to attract female consumers. Visually or rhetorically, the ad messages framed in a femvertising promote gender equality and women's rights. The third Wave feminism movement that develops today, creates a new perspective of feminist millennials by assuming that feminism is a form of freedom of choosing in all aspects of life, whether health, career, marriage to personal tastes in appearance. Comparing ads from the 1980's and 1990's with ads published in the last 5 years, will present a context on how social shifts affect ad construction and consumer perception of the brand. Through qualitative visual analysis, this study will identify how the advertising campaign was constructed before and after the femvertising movement through feminism messages in order to build a female audience's alignment. The results of this study show that the advertising of body care often displays similar issues, namely about the values of personality and beauty. The shifting value of beauty and personality in the wider domain has supported the change of social perspective on women toward the consciousness of feminism.
Warna Dalam Desain Kemasan Kosmetik Di Indonesia: Tinjauan Strategi Pemasaran Dari Perspektif Konsumen Wanita. Odillia, Lisa
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v1i2.13

Abstract

Abstrak Bagi wanita, kosmetik pada dasarnya menjadi elemen penting yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Stereotip ini muncul didasarkan pada pertumbuhan kesadaran tentang kecantikan eksternal dengan kecerdasan internal individual sebagai dampak dari kontruksi iklan tentang kecantikan sejati. Warna adalah bagian paling sensitif dari pengalaman visual orang. Warna pada sebuah desain menentukan karakteristik produk dan menarik perhatian konsumen. Penelitian ini mempelajari desain warna kemasan kosmetik dari perspektif konsumen wanita, serta menganalisis makna yang terkandung dalam pemilihan warna kemasan. Penelitian ini menggunakan standart Color Image Scale Shigenobu Kobayashi untuk menentukan sifat warna yang diekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada konsep dan desain warna kelima merek tersebut. Kelima desain kemasan produk tersebut menampilkan sifat warna yang hampir sama yaitu Elegant, Romantic, Pretty, Casual dan Romantic. Selain itu, warna yang dimunculkan dalam tampilan desain kemasan menunjukkan adanya kesesuaian dengan profil perusahaan kosmetik yang menekankan gaya hidup dan cita rasa modern dari wanita sejati. Kata Kunci: Kosmetik, Warna, Desain Kemasan Abstract For women, cosmetics have basically become an important element that is inseparable from the modern lifestyle. This stereotype appears based on the growth of awareness about external beauty with individual internal intelligence as a result of the construction of advertisements about true beauty. Color is the most sensitive part of people's visual experience. The color of a design determines the characteristics of the product and attracts the attention of consumers. This study studies the color design of cosmetic packaging from the perspective of female consumers, as well as analyzes the meaning contained in the selection of packaging colors. This study used Shigenobu Kobayashi's Color Image Scale standard to determine the nature of the extracted colors. The results showed that there was no significant difference in the concept and color design of the five brands. The five product packaging designs display almost the same color properties, namely Elegant, Romantic, Pretty, Casual and Romantic. In addition, the colors that appear in the appearance of the packaging design indicate the presence of conformity with the profile of cosmetic companies that emphasize the lifestyle and modern taste of a real woman. Keywords: Cosmetics, Color, Packaging Design
Konsumerisme Sebagai Motivasi Konsumen dalam Iklan Gopay Versi #SemuaJadiBisa Odillia, Lisa
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v1i1.11

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan teori relevansi sebagai model untuk menganalisis komunikasi visual serta multimodal dalam iklan Gopay versi #SemuaJadiBisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsumerisme implisit yang tertanam dalam iklan dengan tema motivasi. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa produk terlibat dalam memicu perilaku konsumtif. Iklan membingkai pemaknaan motivasi agar relevan dengan nilai konsumsi yang berlebihan sebagai alat pemenuhan gaya hidup dan kebutuhan sosial. Oleh karena itu, pemaknaan dari tema motivasi yang diusung oleh iklan, secara negatif merepresentasikan kesenjangan dalam kelas sosial dan meningkatkan kemiskinan.   Kata Kunci: Iklan, Motivasi, Konsumerisme, Relevansi   Abstract This research is a study that uses relevance theory as a model for analyzing visual and multimodal communication in the #SemuaJadiBisa version of Gopay advertising. The aim of the study was to explore implicit consumerism embedded in advertising with motivational themes. The results of this analysis show that the product is involved in triggering consumptive behavior. Advertising frames the meaning of motivation to be relevant to the value of excessive consumption as a means of fulfilling lifestyle and social needs. Therefore, the meaning of the theme of motivation carried by advertising, negatively represents inequalities in social class and increases poverty.    
Representasi Gaya Hidup Pada Iklan Galaxy Watch Active Dalam Website Kumparan Marghantia, Shella Safera; Odillia, Lisa
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological development and communication affect the outcome of product functions. With changes in business technology, the human mindset also changes because users prefer something instant to support the comfort of life. In this analysis, a representation of smartwatches represents a minimalist modern life. In addition to supporting the appearance and utilizing technology, smartwatches offer benefits that make life healthy, easier and faster. The minimalist lifestyle is when someone limits ownership of goods and focuses on important needs in his life. The existence of a full-featured smartwatch provides opportunities for consumers to minimize the cost of purchasing communication devices, reducing consumption of health products and focusing on self-development.
Eksplorasi strategi visual dalam branding produk skincare lokal melalui desain kemasan minimalis Odillia, Lisa; Nusantari, Okta Viviana Asmi
Jurnal Desain Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i2.834

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan desain kemasan minimalis perawatan kulit (skincare) sebagai strategi visual untuk membentuk citra merek dan identitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik. Lima merek perawatan kulit lokal diteliti berdasarkan model interpretasi triadikal, yaitu ikonik, indeksikal, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minimalis dalam desain kemasan bukan hanya soal selera estetika, melainkan juga representasi budaya yang menggabungkan tren desain modern global dengan nilai-nilai etika dan spiritual yang khas. Setiap merek menginterpretasikan konsep minimalis secara berbeda untuk mencerminkan cerita uniknya, seperti menekankan kesucian spiritual, menonjolkan transparansi berbasis sains, mengedepankan kemewahan yang diidamkan, menggambarkan inklusivitas yang menyenangkan, dan merefleksikan keterjangkauan yang autentik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding minimalis berfungsi sebagai diskursus semiotik tentang kepercayaan, etika, dan identitas budaya, serta memberikan pandangan baru mengenai bagaimana penyederhanaan visual dapat memperkaya simbolisme dalam komunikasi merek.