Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Tandan Buah Segar (TBS) pada CV Rizky Jaya Makmur dengan membandingkan metode konvensional perusahaan dan metode Activity-Based Costing (ABC). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan biaya operasional perusahaan, dokumen produksi, serta catatan keuangan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional menghasilkan nilai HPP yang lebih rendah karena alokasi biaya overhead dilakukan secara merata tanpa mempertimbangkan aktivitas aktual yang menimbulkan biaya tersebut. Sebaliknya, metode ABC mengidentifikasi aktivitas utama produksi seperti pemupukan, penyemprotan, pemeliharaan, dan panen, kemudian mengelompokkannya ke dalam cost pool dan mengalokasikan biaya berdasarkan cost driver yang sesuai. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemupukan dan panen merupakan aktivitas dengan konsumsi biaya tertinggi. Penerapan ABC memberikan gambaran struktur biaya yang lebih akurat dan terperinci, meminimalkan distorsi biaya, serta mendukung pengambilan keputusan manajerial yang lebih efektif. Secara keseluruhan, metode ABC terbukti lebih tepat dan akurat dalam menghitung HPP pada kegiatan perkebunan, serta menawarkan transparansi dan wawasan efisiensi yang lebih baik bagi CV Rizky Jaya Makmur.