Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Jangka Panjang di Desa Tegal Tirto Indrayani, Novi; Vio Nita
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.093 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v11i1.101

Abstract

Pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia sebesar 255.461.700 jiwa dan menjadi 265.015.300 jiwa pada tahun 2018. Meningkatnya penggunaan kontrasepsi, terutama pada pasangan usia subur terbukti secara signifikan dapat menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif, tetapi wanita mayoritas usia subur menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek. Tujuan Penelitian ini yaitu Mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Jangka Panjang di Desa Tegal Tirto. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada Tahun 2019 di Desa Tegal Tirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu dengan satatus menikah yang hadir dalam penelitian yaitu sejumlah 65 responden pengambilan sampel dengan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Analisis data menggunakan analisis bivariat yaitu chi-square. diketahui hasil analisis bivariat antara usia dengan pemilihan jenis MKJP yaitu p_value (0,006), pendidikan dengan pemilihan MKJP yaitu p_value (0,013), pekerjaan dengan pemilihan MKJP yaitu nilai p_value (0,109) dan Keluhan dengan pemilihan MKJP yaitu p_value (0,064). Simpulan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP yaitu usia dan pendidikan. Sedangkan yang tidak ada hubungan dengan pemilihan penggunaan metode KB MKJP yaitu pekerjaan dan keluhan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS MERGANGSAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014 Vio Nita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.285 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.7

Abstract

Background : The direct causes of maternal death by 90% is a complication that occurs during labor and immediately after birth. One of the efforts to reduce maternal mortality is increasing coverage of antenatal care by health workers. Planning examination schedule (gestational age of the first day of the last menstrual period) ideal at least 8 times a visit. Preliminary study in Mergangsan public health centre in 2014 was found the visits data for the third trimester pregnant women in October - December 2014 that there were 158 pregnant women.Purpose : To study and analyze the factors associated with the frequency of visits Antenatal Care (ANC) in Yogyakarta Province Mergangsan public health centre in 2014.Methods : This study used quantitative research method with cross sectional approach and data collection on March 5 to May 5, 2015. The sample was taken by total sampling technique as much as 158 third trimester pregnant women. This research instrument using a questionnaire. Research data analysis using Chi-square analysis (p <0.05) and a simple logistic regression.Outcome : Pregnant women who visit antenatal care in many categories a number of 121 people (76.6%). Distribution according to knowledge (p value 0.027), attitude (p value 0, 003), age (p value 0.002), parity (p value 0,020), education (p value 0, 002), employment (p value 0.013), income (p value 0.013), distance (p value 0.176), resources (p value 0.000), the support of health professionals (p value 0.000), family support (p value 0.015) and the support of health professionals (p value 0.001) and the results of the simple logistic regression the dominant that support health workers (OR 12.282).Conclusion : The variables associated with the frequency of visits ANC ie knowledge, attitudes, age, parity, education, occupation, income, resources of information, support for health workers, family support, the support of community leaders. The variables are unrelated is the distance and the most dominant variable is the support of health professionals.Advice : Health workers to further improve in providing counselling to pregnant women about the importance of antenatal care to all pregnant women. Health workers can work together with the cadres in the counselling process. Keywords : Determinants frequency of antenatal care visits.Bibliography : 36 (2002-2012)
Variasi Penggunaan Tepung Garut dan Tepung Kacang Merah Terhadap Sifat Sensori dan Kadar Serat Pangan Pada Pengembangan Cookies Penanganan Obesitas Riana Swasti Saputri; Desty Ervira Puspaningtyas; Vio Nita
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya konsumsi serat dapat mengakibatkan berbagai dampak yang memicu obesitas. Mayoritas konsumsiserat orang Indonesia mengalami penurunan. Tepung garut dan tepung kacang merah memiliki kandungan serat larut sebesar 5,03% dan 1,36% dalam 100gram bahan. Penggunaan tepung garut dan tepung kacang merah dalam bentuk cookies merupakan salah satu solusi penanganan obesitas, mengingat cookies merupakan makanan ringan yang disukai banyak kalangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan sifat sensori dan kadar serat pangan pada penggunaan tepung garut dengan tepung kacang merah pada pengembangan cookies penanganan obesitas. Penelitian eksperimen dengan Racangan Acak Sederhana (RAS) dengan tiga formulasi cookies, yaitu cookies A (tepung terigu 150 gram, tepung garut 0 gram, tepung kacang merah 0 gram), cookies B (Tepung terigu 0 gram, tepung garut 100 gram, tepung kacang merah 50 gram), cookies C (tepung terigu 0 gram, tepung garut 75 gram, dan tepung kacang merah 75 gram). Uji sensori dilakukan menggunakan uji hedonik berdasarkan tingkat kesukaan warna, aroma, rasa dan tekstur terhadap 30 panelis. Serat pangan diuji menggunakan metode multienzim. Pada uji sensori kategori warna 93,3% panelis lebih menyukai cookies A, kategori aroma 93,3% panelis menyukai cookies A dan B, kategori rasa 80% panelis menyukai cookies A dan C, sedangkan kategori tekstur 88,3% panelis menyukai cookies A. Berdasarkan hasil Kruskal Wallis diketahui warna (p=0,154), aroma (p=0,933), rasa (p=0,750) dan tekstur (p=0,003). Pada uji laboratorium menghasilkan kadar serat pangan paling tinggi terdapat pada cookies C sebanyak 7,16%, dilanjutkan cookies B 4,94% dan paling rendah pada cookies A 3,10%, dengan hasil uji LSD (p <0,001). Ada perbedaan secara nyata pada tekstur, tetapi tidak ada perbedaan warna, aroma dan rasa diantara varian cookies. Pada kadar serat, ada perbedaan secara nyata kadar serat pangan pada variasi penggunaan tepung garut dan tepung kacang merah pada pengembangan cookies penanganan obesitas.