Suteki, Mega
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Collaborative Leadership Strategies to Prevent Crabs in A Barrel Syndrome in Early Childhood Education Institutions Suteki, Mega; Sulistyowati, Retno Wuri; Harmawati, Diah; Wahyudin, Wahyudin; Along, Antonius
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v4i2.713

Abstract

The "Crabs in a Barrel Syndrome" (CBS), a behaviour characterised by undermining peers to maintain one’s own position, can hinder collaboration and innovation in Early Childhood Education (ECE) institutions. This study aims to examine how CBS manifests in the workplace culture of ECE teachers and to explore collaborative leadership strategies to mitigate such behaviours. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving 9 participants across three ECE centres in Merauke, Indonesia. Thematic analysis was conducted using Braun and Clarke’s six-step framework. The findings reveal that CBS manifests as fear of dominance, resistance to change, and avoidance of open collaboration. However, interventions such as weekly reflection forums, collective appreciation systems, and participatory leadership proved effective in fostering trust, enhancing team cohesion, and nurturing a more constructive work environment. This study concludes that organisational designs that promote psychological safety and transparent communication are essential in countering harmful competitive cultures. Theoretically, the research contributes to the understanding of micro-organisational dynamics in educational settings, while practically, it offers concrete recommendations for ECE administrators to cultivate inclusive and collaborative workplaces.
STRATEGI MANAJEMEN KELAS RESPONSIF BUDAYA DI PAPUA:ANALISIS TANTANGAN DAN ADAPTASI LINGUISTIK MAHASISWA Putu Priyudahari, Bhujangga Ayu; Suteki, Mega; Astuti; Sijabat, Survey
Joyful Learning Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Joyful Learning Journal: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v15i1.36188

Abstract

Lingkungan multietnis di Jurusan Pendidikan Komputer menjadi dasar dari tantangan manajemen kelas serta kebutuhan adaptasi bahasa dalam kerangka Culturally Responsive Classroom Management (CRCM). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, data kuantitatif diperoleh dari 32 mahasiswa melalui kuesioner skala likert dan data kualitatif didapatkan dari 10 wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran dosen dinilai posited dan adil, mampu mendorong partisipasi dan menengahi perbedaan (rata-rata indikator peran dosen ≥4,0). Kendala utama muncul dari interaksi antarmahasiswa, yakni perasaan sungkan, kurang percaya diri, dan perbedaan logat atau dialek yang menghambat pemahaman materi pembelajaran dan diskusi (indikator hambatan rata-rata 3,7–3,8), disertai preferensi berdiskusi dalam kelompok homogen berdasarkan daerah (rata-rata 4,3). Analisis tematik menegaskan enam domain penyebab yang saling berkelindan—bahasa dan sosiolinguistik, psikologis, dinamika kelompok, desain pembelajaran, lingkungan-budaya, serta fasilitas-kebijakan—yang berujung pada inklusivitas yang belum substantif. Rekomendasi menekankan normalisasi eksplisit keragaman dialek, penyediaan scaffolding linguistik termasuk code-switching terarah, desain tugas kolaboratif lintas kelompok dengan struktur peran aman, serta aturan kelas yang menjamin keselamatan psikologis. Dengan demikian, keragaman bahasa dan budaya di Papua diposisikan sebagai sumber daya pedagogis untuk memperkuat partisipasi dan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi.
GASTOMER MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL PAPUA Sulistyowati, Retno Wuri; Sumarsono, Adi; Harmawati, Diah; Suteki, Mega; Yulianti, Ni Luh Putu Nita
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10186

Abstract

Buti Village, located on Arafura Street, Merauke Regency, South Papua Province, is home to Indigenous Papuans (OAP) from the Marind Tribe whose livelihoods are closely connected to traditional fishing activities. The village is endowed with local fishery resources, particularly gastor fish (Channa striata), which has the potential to be further developed into value-added products to support community-based economic activities. Strengthening the capacity of local communities through skills development and entrepreneurship support is therefore considered an important step in optimizing this local potential. This community service activity was designed to support community empowerment through entrepreneurship training and hands-on assistance in processing gastor fish into marketable products. The activities were carried out through several stages, including mapping local potential, technical training on fish processing, assistance in packaging and branding, and basic marketing guidance. The program resulted in the development of five gastor-based products marketed under the GASTOMER brand, including fish crackers, nuggets, shredded fish (abon), gastor chili sauce, and organic fertilizer derived from fish waste. Beyond product development, the program also contributed to improving practical skills, encouraging community participation in small-scale entrepreneurship, and supporting local economic initiatives based on available resources. Overall, the activity highlights the importance of community-based empowerment programs as a practical approach to strengthening local capacities and supporting sustainable economic development in Buti Village. ABSTRAK Kampung Buti di Jalan Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Marind dengan mata pencaharian utama di sektor perikanan. Kampung ini memiliki potensi sumber daya ikan gastor (Channa striata) yang cukup melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih memerlukan penguatan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, manajemen usaha, dan inovasi produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pengolahan ikan gastor menjadi produk UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, pelatihan produksi, pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta penguatan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan lima produk olahan ikan gastor dengan merek GASTOMER yaitu kerupuk, nugget, abon, sambal ikan gastor, dan pupuk organik berbahan limbah ikan yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat Kampung Buti.