Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Populika

Kebijakan Luar Negeri Iran Terhadap Amerika Serikat di Bawah Kepemimpinan Hassan Rouhani Ahmad Zainal Mustofa
POPULIKA Vol. 11 No. 1 (2023): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v11i1.725

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kebijakan luar negeri Iran terhadap Amerika Serikat pada masa kepemimpinan Hassan Rouhani. Terpilihnya Rouhani sebagai Presiden Iran pada tahun 2013 memberikan lanskap baru dalam konstelasi politik Iran.  Sebelum era Rouhani, Iran merupakan negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan AS, khususnya terkait kebijakan nuklir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif analitis. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik dokumentasi. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini ialah teori analisis kebijakan luar negeri. Teori ini digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana kebijakan luar negeri Hassan Rouhani terhadap Amerika Serikat? Setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan Iran pada masa Rouhani berfokus pada penyelamatan ekonomi dan nuklir. Kebijakan ekonomi diambil untuk menyelamatkan Iran dari sanksi ekonomi AS. Kemudian kebijakan nuklir dilakukan untuk sekuritisasi. Kebijakan nuklir yang paling fenomenal ialah kesepakatan nuklir yang terjadi pada tahun 2015 atau disebut dengan Joint Comprehensive Plan of Act (JCPOA). Kehadiran JCPOA ini memberikan sesuatu yang baru dalam konstelasi kebijakan politik Iran. Hal ini dikarenakan JCPOA telah disepakati oleh negara P5+1 yang memegang peranan penting dalam perkembangan nuklir dunia. Selain itu, sanksi yang diberikan oleh AS terhadap Iran juga resmi dicabut. Dengan demikian, Iran berhasil terlepas dari tekanan ekonomi dan menjalin kesepakatan nuklir bersama dengan AS dan beberapa negara lainnya.