Tamalene, H
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI LETODA PADA MATERI BENTUK ALJABAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF(PISK) Mirlau, Yohana; Ratumanan, Tanwey G; Tamalene, H
Sora Journal of Mathematics Education Vol 4 No 1 (2023): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.4.1.19-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri Letoda kelas VII yang diajarkan dengan model pembelajaran interaktif dengan setting kooperatif, pada materi bentuk aljabar. Tipe Penelitian yang di gunakan adalah Tipe Peneltian Tindkan Kelas (PTK). Hal ini terlihat dari hasil tes ahkhir siklus I yang memperoleh kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau memperoleh nilai 70 sebanyak 3 siswa dengan presentasi 21,43%. Kemudian pada siklus II siswa yang memperoleh kriteria ketutasan minimal (KKM) atau siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 6 siswa dengan presentasi 42,86%. Kemudian pada siklus III siswa yang memperoleh kriteria ketutasan minimal (KKM) atau siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 12 siswa dengan presentasi 85,71% Berdasarkan ketuntasan pada silkus I, siklus II dan siklus III, maka terjadi peningkatan yang terjadi dari siklkus I ke siklus II sebesar 21,43% dan dari siklus II ke siklus III sebesar 42,85
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI TIAKUR PADA MATERI STATISTIKA Keilayoka, Edwin Owend; Ratumanan, Tanwey G; Tamalene, H
Sora Journal of Mathematics Education Vol 4 No 1 (2023): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.4.1.25-30

Abstract

Pada hakekatnya manusia hidup di dunia ini membutuhkan pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses perubahan pengetahuan, sikap, dan tingkahlaku seseorang. Menurut Sujana (2019: 29) Pendidikan adalah upaya untuk membantu jiwa anak-anak didik baik lahir maupun batin, dari sifat kodratnya menuju kearah peradaban manusiawi yang lebih baik, sebagai contoh dapat dikemukakan anjuran atau arahan untuk anak duduk lebih baik, tidak berisik agar tidak mengganggu orang lain, itu merupakan sebagian proses pendidikan untuk memanusiakan manusia. Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa adalah subjek dan objek dari kegiatan pengajaran. Sehingga inti dari proses pengajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan. Tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran selesai. Hasil belajar merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran. Hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses pembelajaran. Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang memiliki peran penting perkembangan teknogi dan ilmu pengetahuan, baik sebagai alat bantu dalam menerapkan bidang ilmu lain ataupun dalam pengembangan matematika sendiri (Siagiann2016: 60). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Menurut (Sugiyono,2018:77) eksperimen kuasi adalah penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi eksperimen. Pemilihan metode ini dikarenakan kelas yang dijadikan objek penelitian sulit untuk dikontrol dari variable-variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian.Hasil penelitian merupakan data yang diperoleh setelah melakukan sebuah penelitian. Data tersebut merupakan data hasil posttest dari kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan hasil posttest kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional, untuk melihat pengaruh model Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII materi statistika.Berdasarkan uraian pada Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan penerapan model pembelajaran Discovery Learning terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tiakur pada materi statistika.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF (ACTIVE LEARNING) TIPE TEAM QUIS DAN MODEL EKSPOSITORI PADA MATERI MATRIKS DI KELAS X SMK NEGERI 7 MALUKU BARAT DAYA Kaitjily, Jemima; Palinussa, A L; Tamalene, H
Sora Journal of Mathematics Education Vol 4 No 1 (2023): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/sora.4.1.10-15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik menggunakan model pembelajaran aktif (active larning) tipe team quis. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMK Negeri 7 Maluku Barat Daya yang terdiri dari tiga kelas dengan jumlah peserta didik 52 orang. Dari populasi tersebut di pilih dua kelas sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kedua kelas yang terpilih, yaitu kelas X ATU (Agribisnis Ternak Unggas ) sebagai kelas eksperimen dan kelas X NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) sebagai kelas kontrol. kelas X ATU (Agribisnis Ternak Unggas ) diajarkan menggunakan model pembelajaran aktif (active larning) tipe team quis dan kelas X NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) diajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian adalah eksperimen (Post-test Only Control Group Design). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah (Post test) bentuk uraian sebanyak 5 soal. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas tes dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan homogenitas tes menggunakan uji levene. Hasil pengujian kedua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen, dengan demikian peneliti memberikan perlakuan kepada kedua sampel. Dari hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diberi model pembelajaran (active larning) tipe team quis adalah 76,04 dan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diberi model pembelajaran ekspositori adalah 59,09. Untuk uji hipotesis digunakan uji-t, dari hasil perhitungan diperoleh taraf signifikan 0,000. Ternyata nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05 , sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran aktif (active larning) tipe team quis dan model ekspositori.