Nadur, Eduardus Sepryanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterlibatan Kaum Perempuan Dalam Hidup Menggerja Di Paroki Katedral Kristus Raja Sorong Nadur, Eduardus Sepryanto; Bintoro, Ady
Jurnal Masalah Pastoral Vol 8 No 2 (2020): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v8i2.107

Abstract

Penelitian ini mengangkat tiga persoalan sebagai berikut. (1) Bagaimana keterlibatan umat dalam hidup menggereja? (2) Masalah-masalah apa saja yang dihadapi kaum perempuan berkaitan dengan keterlibatan kaum perempuan dalam hidup mengereja di Paroki Kristus Raja-Katedral Sorong? dan (3) Apa upaya penting yang harus ditempuh untuk memberdayakan kaum perempuan dalam hidup menggereja? Jenis Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sampling). Keseluruhan informan berjumlah 55 orang perempuan. Masing-masing terdiri dari 7 per komunitas basis gereja. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pembagian kuesioner dan observasi. Teknik analitis data menggunakan model deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat dan keterlibatan kaum perempuan di Paroki Kristus Raja Katedral-Sorong masih sangat kurang. Bila dilihat dari semangat keterlibatan mereka dalam hidup menggereja hanya (41,81%) dan sebagian besar mengatakan terlalu sedikit kaum perempuan yang mau terlibat dibandingkan dengan jumlah kaum perempuan yang ada di Paroki Katedral Kristus Raja. Hal ini menunjukkanan masih banyak kaum perempuan yang belum menyadari akan pentingnya peranan dan keterlibatan mereka dalam hidup menggereja.
Keterlibatan Sekolah Katolik Dalam Upaya Melawan Kultur Kematian Dalam Konteks Penanggulangan HIV/AIDS Di Kota Sorong (Studi Kasus pada SMA YPPK St. Agustinus dan SMA YPPK Seminari St. Petrus van Diepan Sorong) Nadur, Eduardus Sepryanto
Jurnal Masalah Pastoral Vol 9 No 1 (2021): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v9i1.122

Abstract

Dalam artikel ini penulis mengangkat tiga hal pokok. Pertama, pemahaman para siswa dan siswi berkaitan dengan persoalan HIV/AIDS. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa adanya pemahaman yang keliru tentang persoalan HIV/AIDS, pertumbuhan dan cara penularannya. Kedua, mengetahui usaha-usaha yang telah dibuat oleh pihak Sekolah Katolik dalam mensosialisakan persoalan HIV/AIDS yang menjadi salah satu persoalan moral-sosial di tanah Papua, termasuk di Provinsi Papua Barat. Lembaga Sekolah Katolik yang merupakan ‘wajah Gereja’ dalam bidang pendidikan hendaknya terlibat secara aktif menyikapi persoalan HIV/AIDS tersebut, demi pembangunan karakter generasi muda Papua di masa mendatang. Ketiga, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat disumbangkan kepada lembaga pendidikan katolik (sekolah) dalam menyikapi dan menanggulangi persoalan HIV/AIDS secara terencana dan terprogram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan sekolah Katolik di Kota dan Kabupaten Sorong dalam menanggulangi persoalan HIV/AIDS sudah baik; hal ini ditunjukan dengan tingkat pengetahuan yang memadai dari para siswa pada kedua sekolah tersebut. Tingkat pengetahuan tentang pengertian dan risiko penularan HIV/AIDS pada siswa di kedua sekolah tersebut berada pada kategori baik. Kondisi ini ditunjukkan oleh angka deskripsi persen tingkat pengetahuan tentang pengertian dan faktor risiko sebesar 68,97% (baik). Selanjutnya angka deskripsi persen pada aspek pengetahuan tentang cara pencegahan dan gejala HIV/AIDS sebesar 64,43% (baik). Pengetahuan yang baik tentang pengertian HIV/AIDS menunjukkan bahwa siswa SMA Katolik pada kedua sekolah tersebut sudah banyak yang tahu dan paham tentang persoalan HIV/AIDS. Meskipun secara keseluruhan deskriptor pada dua indikator pengetahuan tersebut berada pada kategori baik, namun masih ada beberapa item jawaban yang berada pada kategori rendah. Pengetahuan yang cukup tentang persoalan HIV/AIDS menunjukkan bahwa siswa SMA Katolik pada dua sekolah tersebut masih banyak yang belum paham dan tahu tentang HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan belum adanya penyuluhan yang lengkap dan jelas tentang HIV/AIDS.