Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan DPRD Tentang Anggaran, Pengawasan dan Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah di Kabupaten Sikka (Studi Kasus Pada Kantor DPRD Kabupaten Sikka) ANDI LUKMAN; HERNI SUNARYA; GASIM
Jurnal Akuntansi Universitas Muhammadiyah Kupang Vol. 6 No. 03 (2019): JURNAL AKUNTANSI (JA) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG
Publisher : PROGRAM STUDI AKUNTANSI - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pengaruh Pengetahuan Dewan tentang Anggaran, Pengawasan, danPartisipasi anggaran terhadap Kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Data penelitianini diperoleh dari kuesioner (Primer) yang dibagikan kepada Anggota Dewan Kabupaten Sikka, denganmetode sampling incidental. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak di Kota Kupang denganmenggunakan sampel sebanyak 35 responden. Kuesioner di uji validitas dan uji reliabilitas sebelumpenelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan deawa tentang anggaran,pengawasan dan partisipasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD). Hal inidibuktikan melalui analisis regresi berganda yang diperoleh nilai R Square sebesar0389, yang dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh pengetahuan dewan tentang anggaran,pengawasan dan partisipasi terhadap kinerja APBD adalah 45,3%. Hasil uji t statistikmenghasilkan nilaisignifikansi lebih kecil dari level of significant yaitu 0,002 <0,05. (2). Pengetahuan dewan tentanganggaran berpengaruh positif terhadap kinerja APBD. Hal tersebut dibuktikan melalui ModeratedRegression Analysis yang memberikan nilai koefisien sebesar 0,370,yang dapat diartikan pengetahuandewan tentang anggaran dapat memoderasi pengaruh terhadap kinerja APBD. Hasil uji t statistikmenghasilkan nilai lebih kecil dari level of significant yaitu 0,001 < 0,05. (3). Pengetahuan dewantentang pengawasan berpengaruh positif terhadap kinerja APBD. Hal tersebut dibuktikan melaluiModerated Regression Analysis yang memberikan nilai koefisien sebesar 0,524,yang dapat diartikanpengetahuan dewan tentang pengawasan dapat memoderasi pengaruh terhadap kinerja APBD. Hasiluji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari level of significant yaitu 0,017 < 0,05. (4).Pengetahuan dewan tentang partisipasi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja APBD. Hal tersebutdibuktikan melalui Moderated Regression Analysis yang memberikan nilai koefisien sebesar -0,019,yang dapat diartikan pengetahuan dewan tentang partisipasi tidak dapat memoderasi pengaruhterhadap kinerja APBD. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih besar dari level ofsignificant yaitu 0,722 > 0,05.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MANGGARAI, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, KABUPATEN MANGGARAI BARAT TAHUN 2019-2022: indonesia Herni Sunarya
Jurnal Akuntansi Universitas Muhammadiyah Kupang Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL AKUNTANSI (JA)
Publisher : PROGRAM STUDI AKUNTANSI - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/ja-umk.v11i2.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2019-2022 dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Jenis penelitian yaitu Deskritif Kuantitatif dan jenis data yaitu data Sekunder data yang diolah adalah Laporan Realisasi APBD dari ketiga Kabupaten yaitu Kabupaten manggarai, kabupaten manggarai Timur dan kabupaten Barat tahun anggaran 2019 s.d 2022, data tersebut diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah dari ketiga kabupaten yang diteliti yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur Dan Kabupaten Manggarai Barat. Adapun rasio keuangan yang digunakan meliputi: rasio varians pendapatan, rasio varians belanja, rasio derajat desentralisasi, rasio efektifitas pendapatans asli daerah, rasio efesiensi belanja. Hasil penelitian menunjukan bahwaa (1) kinerja keuangan Kabupaten Manggarai (a) Rasio Varians Pendapatan dikatakan Baik. Hal ini di tunjukan dengan realisasi pendapatan 2019 s.d 2020 lebih besar dari anggaran pendapatan dan di tahun 2021 mengalamai perubahan dalam hal ini Kurang Baik, (b) Rasio Varians Belanja dikatakan Baik. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2021 Realisasi Belanja kurang dari anggaran belanja. (c) Derajat Desentralisasi dikatakan Efektif. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2021 tingkat pencapian Rata-rata Derajat Desentralisasi berada diantara 80% s.d 90%, (d) rasio Efektifitas PAD dikatakan sangat efektif. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun anggaran 2019 s.d 2021 tingkat pencapaian rata-rata, PADnya melebihi 100%. (e) Tingkat Kinerja efisiensi Belanja dikatakan Kurang Efisien. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2021 tingkat pencapian rata-rata berada diantara 90% s.d 100%. (2) Kinerja Keuangan Kabupaten Manggarai Timur (a) Rasio Varians pendapatan dikatakan Kurang Baik. Hal ini di tunjukan dengan realisasi pendapatan selama tahun 2019 s.d 2022 Kurang dari anggaran pendapatan. (b) Rasio Varians Belanja dikatakan baik. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 Realisasi Belanja kurang dari anggaran belanja. (c) Tingkat kriteria Derajat Desentralisasi dikatakan Kurang Efektif. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 tingkat pencapian rata-rata Derajat Desentralisasi Kurang dari 60% (d) Tingkat Kinerja Efektifitas PAD dikatakan kurang efektif. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 tingkat pencapian rata-rata berada diantara 60% s.d 80%. (e) Rasio Efisiensi Belanja dikatakan Kurang Efisien. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 tingkat pencapian rata-rata efisiens Belanja berada diantara 90% s.d 100%. (3) kinerja keuangan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2019 s.d 2022 (a) Rasio Varians pendapatan dikatakan Kurang baik. Hal ini di tunjukan dengan realisasi pendapatan 2019 s.d 2022 kurang dari dari anggaran pendapatan, (b) Tasio Varians Belanja dikatakan baik. Hal ini di tunjukan bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 Realisasi Belanja kurang dari anggaran belanja. (c) Rasio Derajat Desentralisasi dikatakan kurang efektif. (d) Rasio Efektifitas PAD di katakan efektif. Hal ini di tunjukan dengan pencapaian bahwa selama tahun 2019 s.d 2022 rata-rata berada diantara 90% s.d 100% (e) Rasio Efisiensi Belanja dikatakan Cukup efisien. Hal ini dilihat dari pencapaian efisiensi rata-rata berada diantara 80% s.d 90%