Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin Tenun Ikat Melalui Inovasi Masker Tenun Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan di Masa Pandemi COVID-19 Yudha Eka Nugraha; Sri Endar Utami
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.114

Abstract

Pandemi Covid-19 yang bertahan sejak awal tahun 2020 sampai semester pertama tahun 2021 ini telah membawa berbagai dampak bagi perekonomian Indonesia. Pelaku usaha didorong untuk menciptakan inovasi untuk bertahan di masa pandemic yang semakin kompetitif. Data menunjukkan, selama pandemic dunia usaha mengalami penurunan sebesar 94,69%, 72,6% diantaranya dialami oleh usaha kecil dan menengah. Salah satu sektor usaha yang mengalami dampak yakni UKM pariwisata yang mencapai penurunan sebesar 89,9%. Kampoeng Tenun Alor merupakan kelompok pengrajin tenun ikat yang merupakan unit pendukung kegiatan pariwisata. Kondisi sebelum pandemic kelompok ini dapat menghasilkan omset sampai 50 juta per bulannya. Sedangkan pada masa pandemic, omset kelompok pengrajin tenun ikat menurun sampai 97%. Penurunan omset ini berujung pada kesejahteraan kelompok pengrajin yang beranggotakan 10 orang dan keseluruhannya merupakan perempuan. Kegiatan pemberdayaan kelompok pengrajin Kampoeng Tenun Alor merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan inovasi produk kreasi tenun ikat. Terinspirasi dari masker yang saat ini menjadi sebuah kebutuhan, maka inovasi masker tenun dipilih sebagai target sebagai pendapatan alternative selama pandemic berlangsung. Metode pelaksanaan pemberdayaan adalah ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan pelatihan dan pendampingan, dimana dalam pelatihan selama 2 hari dilakukan praktik menjahit untuk 10 orang anggota kelompok pengrajin tenun ikat. Hasil dari pelatihan ini, kelompok pengrajin mengalami peningkatan kreatifitas dibuktikan dengan peningkatan kompetensi dalam membuat masker tenun dan kreasi tenun lainnya untuk dipasarkan dan mendatangkan pendapatan untuk bertahan dimasa pandemic Covid-19.
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang Sri Endar Utami; Yudha Eka Nugraha
Jurnal Abdimas Pariwisata Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Abdimas Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.475 KB) | DOI: 10.36276/jap.v2i2.16

Abstract

Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun ikat yang diproduksi di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang. Industri kreatif ini telah berjalan sejak tahun 2014 dengan dikelola oleh kelompok pengrajin perempuan bernama Ternate yang mencintai tenun ikat dan memiliki visi untuk memperkenalkan kain tenun ikat NTT menjadi produk yang mendunia. Namun, visi yang optimis tersebut belum didukung oleh kemampuan yang optimal dalam mengelola manajemen usaha dalam bidang kreasi tenun. Masalah ini dipersulit dengan datangnya pandemic yang menyebabkan kelompok Ternate di Kampoeng Tenun Alor menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produktivitas kerja, menambah diversifikasi produk tenun, mengelola keuangan usaha, dan kesulitan dalam pelaporan pajak. Pelatihan ini merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalkan tata kelola manajemen usaha di Kampung Tenun Alor. Pelatihan manajemen usaha UKM berisi materi mengenai kewirausahaan, keuangan, dan perpajakan bagi industri kreatif. Melalui metode pendidikan masyarakat, peserta pelatihan berjumlah 10 orang dari kelompok pengrajin Mmendapatkan pelatihan manajemen usaha dan terampil mengelola manajemen usaha untuk meningkatkan produktivitas industri ekonomi kreatif dalam mendukung kebangkitan pariwisata di Nusa Tenggara Timur Small Medium Enterprise Business Management Training for Women's Group of Ikat Weaving Craftsmen in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City The development of tourism in East Nusa Tenggara is inseparable from the support of the creative economy industry which is actively marketing superior local products, for example, Ikat weaving produced by a group of women in Kampoeng Tenun Alor, Kupang City. This creative industry has been running since 2014, managed by a group of women craftsmen named Ternate who loves ikat weaving and has the vision to introduce NTT woven cloth into a global product. However, this optimistic vision has not been supported by optimal abilities in managing business management in the field of weaving creations. This problem was exacerbated by the arrival of the pandemic which caused the Ternate group in Kampoeng Tenun Alor to face difficulties in increasing work productivity, increasing diversification of woven products, managing business finances, and difficulties in tax reporting. This training is an effort to optimize business management governance in Kampung Tenun Alor. SME business management training contains material on entrepreneurship, finance, and taxation for the creative industry. Through the community education method, 10 training participants from the craftsmen group received business management training and were skilled in managing business management to increase the productivity of the creative economy industry in supporting the revival of tourism in East Nusa Tenggara.
DETERMINAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Wilsna Rupilu; Agusta Amanda Wulandari; Sri Endar Utami
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2024): November
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tentang pengaruh keperilakuan organisasi, kompetensi SDM dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskiritif kuantitatif, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuisioner, jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 30 sampel dan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keperilakuan organisasi dan variabel pemanfataan teknologi informasi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, variabel kompetensi sumber daya manusia berpegaruh signifikan negatif terhadap kualitas laporan keuangan dan variabel keperilakuan organisasi, kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi Informasi berpengaruh secara silmutan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.