Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Dynamics Of Illegitimate Child Status In Sharia And National Law Of Indonesia: Is There A Harmonization? Habibi, Ahmad Rizza
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-manhaj.v3i1.4787

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 adalah upaya reformasi hukum. karena menilai anak di luar nikah memiliki status yang sama dengan anak lainnya. meski terdapat ketidakharmonisan antara keputusan dan pengaturan bagi anak yang lahir di luar nikah akibat zina dalam hukum Islam. Artikel ini mengungkap peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap proses harmonisasi hukum. Putusan ini menerapkan konsep Sadd al-Dzari'ah untuk menutupi kemungkinan zina sekecil apa pun sekaligus melindungi hak-hak anak. (The decision of the Constitutional Court Number 46/PUU-VIII/2010 is an effort to reform the law because they judge that children out of wedlock have the same status as other children. However, disharmony exists between decisions and arrangements for children born out of wedlock due to adultery in Islamic law. This article reveals the Indonesian Ulama Council (MUI) legal harmonization process. However, this decision applies the concept of Sadd al-Dzari'ah to cover the slightest possibility of adultery while protecting children's rights.)
Dari Bhineka ke Formalisasi Agama: Infiltrasi Reproduksi Ideologis Negara Islam dalam Perda Syari’at Habibi, Ahmad Rizza
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v4i1.95

Abstract

Religion formalization is a dialectical strategy to legalize unwritten religious law. Islam as the major religion in Indonesia has a considerable influence in affecting all aspects of the world’s life. In a scientific discourse, it would raise some issues related to legislation efforts, between the noble orientations to keep sustainability and ease of implementation of a religion law, by the presence of political interests from the other hands that are looking for benefit in its practice. The existence of tolerance culture diversity in the flux of Indonesia pluralism is slowly interfered by the social opaque. Formaliasasi Agama merupakan sebuah upaya dialektis dalam melegalkan hukum agama yang tidak tertulis. Islam sebagai Agama mayoritas di Indoenesia, mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi semua aspek kehidupan bernegara. Dalam sebuah diskursus keilmuan, akan memunculkan beberapa hal yang berkaitan dengan upaya legislasi, antara keinginan luhur menjaga keberlangsungan dan kemudahan dalam pelaksanaan sebuah syariat agama, dengan adanya kepentingan politis dilain pihak yang mencari benefit. Budaya toleransi beragama dalam kemajemukan suku bangsa Indonesia secara perlahan mulai terusik keberadaannya dengan adanya sebuah kecemburuan sosial.