This study aims to show the harmony between the Christology of Origen of Alexandria and the Christology produced by the Council of Nicaea in 325. Some scholars argue that Origen was the forerunner of Arius' Christology, because when compared there are many similarities between Origen's Christology and Arius' Christology. Meanwhile, some other scholars see that Origen's Christology is in harmony with the Christology of the Council of Nicaea, because Origen taught the divinity of Jesus and the consubstantiality of Christ and the Father. To mediate the two views that see Origen's Christology from different perspectives, some scholars offer a third view. The third view emphasizes that some points in Origen's Christology can be said to be in harmony with Arius' Christology, while some other points are more in harmony with the Christology of the Council of Nicaea. However, previous research has not discussed much about which writings of Origen's works can be said to be in harmony with the Christology of the Council of Nicaea that refers to the Nicene Creed. Through this writing, the author shows the harmony between the two verbatim by comparing Origen's writings related to Christology, with the Nicene Creed, Paragraph 2, which talks about Christ, as well as the Christology of Orthodox figures who attended the Council of Nicea, such as Alexander and Athanasius. The author uses literature studies in this essay to support the author's thesis that there is harmony between Origen's and Nicene's Christology verbatim. Although the author emphasizes the harmony between Origen's and Nicene's Christology in this writing, the author does not attempt to state an opinion that claims Origen's Christology is close to Arius' is a wrong viewpoint. Because if compared carefully, there are indeed significant similarities between Origen's and Arius' Christology.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya keselarasan antara Kristologi Origen dari Aleksandria dan Kristologi yang dihasilkan oleh Konsili Nicea pada tahun 325. Beberapa sarjana berpendapat bahwa Origen merupakan pelopor dari kristologi Arius, karena bila dibandingkan terdapat banyak kesamaan antara Kristologi Origen dan kristologi Arius. Sementara itu beberapa sarjana lain justru melihat bahwa Kristologi Origen selaras dengan Kristologi Konsili Nicea, karena Origen mengajarkan keallahan Yesus dan kesehakikatan antara Kristus dan Bapa. Untuk menengahi kedua pandangan yang melihat Kristologi Origen dengan sudut pandang berbeda, beberapa sarjana menawarkan pandangan ketiga. Pandangan ketiga menekankan bahwa beberapa poin dalam Kristologi Origen dapat dikatakan selaras dengan Kristologi Arius, sementara beberapa poin lain lebih selaras dengan kristologi Konsili Nicea. Meski demikian, penelitian sebelumnya belum banyak membahas tulisan-tulisan mana dari karya-karya Origen yang dapat dikatakan selaras dengan Kristologi Konsili Nicea yang merujuk pada Kredo Nicea. Melalui tulisan ini, penulis menunjukkan keselarasan antara keduanya secara verbatim dengan cara membandingkan tulisan-tulisan Origen terkait Kristologi, dengan Kredo Nicea Alinea ke-2 yang berbicara tentang Kristus juga dengan Kristologi tokoh-tokoh ortodoks yang menghadiri Konsili Nicea seperti Aleksander dan Athanasius. Penulis memakai studi pustaka dalam tulisan ini untuk mendukung tesis penulis yang menyatakan bahwa ada keselarasan antara Kristologi Origen dan Nicea secara verbatim. Meski penulis lebih menekankan keselarasan antara Kristologi Origen dan Nicea dalam tulisan ini, penulis tidak berupaya untuk menyatakan pendapat yang mengklaim Kristologi Origen dekat dengan Arius adalah cara pandang yang salah. Sebab jika dibandingkan secara seksama, memang terdapat kesamaan signifikan antara Kristologi Origen dan Arius.