Anggreni, Silvia Tiara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterlambatan Pengobatan pada Penderita Leptospirosis Anggreni, Silvia Tiara
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.36067

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Kasus leptospirosis tertinggi di Jawa Tengah berada di Kabupaten Demak (IR= 7,9) dan CFR = 20%. Tahun 2018 terdapat 48,3% penderita leptospirosis yang mengalami keterlambatan dalam menerima pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit dan 31% meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengobatan pada penderita leptospirosis di Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian case-control. Sampel yang digunakan berjumlah 36 kasus dan 36 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengobatan pada penderita leptospirosis adalah dukungan keluarga (p=0,003;OR= 4,63) dan jarak ke pelayanan kesehatan (p=0,031;OR= 2,9). Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan penyuluhan dan pemberian informasi tentang leptospirosis kepada masyarakat secara menyeluruh terutama masyarakat yang memiliki pekerjaan atau tempat tinggal berisiko. Serta perhatian dan dukungan dari keluarga dapat memberikan dorongan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sehingga dapat ditangani sejak awal.
Keterlambatan Pengobatan pada Penderita Leptospirosis Anggreni, Silvia Tiara
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.36067

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Kasus leptospirosis tertinggi di Jawa Tengah berada di Kabupaten Demak (IR= 7,9) dan CFR = 20%. Tahun 2018 terdapat 48,3% penderita leptospirosis yang mengalami keterlambatan dalam menerima pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit dan 31% meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengobatan pada penderita leptospirosis di Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian case-control. Sampel yang digunakan berjumlah 36 kasus dan 36 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pengobatan pada penderita leptospirosis adalah dukungan keluarga (p=0,003;OR= 4,63) dan jarak ke pelayanan kesehatan (p=0,031;OR= 2,9). Saran yang diberikan adalah perlu dilakukan penyuluhan dan pemberian informasi tentang leptospirosis kepada masyarakat secara menyeluruh terutama masyarakat yang memiliki pekerjaan atau tempat tinggal berisiko. Serta perhatian dan dukungan dari keluarga dapat memberikan dorongan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sehingga dapat ditangani sejak awal.