Mardlotillah, Nur Isma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Area Confined Space Mardlotillah, Nur Isma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.40911

Abstract

Confined Space adalah ruangan yang cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan pekerjaan didalamnya. Pabrik Kelapa Sawit PT.Kalimantan Sawit Kusuma merupakan pabrik yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan buah kelapa sawit menjadi inti CPO atau merupakan industri kelapa sawit sektor CPO (Crude Palm Oil) dengan menggunakan mesin dan peralatan pada setiap stasiun dan memiliki potensi bahaya yang besar bagi pekerja, jika dalam penggunaan mesin dan peralatan tidak sesuai dengan standar yang ada. Alat yang digunakan yaitu alat-alat yang membutuhkan aliran listrik atau uap dan juga memiliki alat dimana areanya termasuk kategori Confined Space. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2020 di Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja area Confined Space Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen manajemen risiko K3 area confined space adalah regulasi (TA=100%), organisasi (AS=28,5%; ATS=57,2%; TA=4,3%), sistem tanggap darurat&evakuasi (AS=66,7%; TA=33,3%), sistem pengujian (AS=33,3%; ATS=66,7%), monitoring & review identifikasi bahaya (AS=50%; TA=50%), sarana prasarana (AS=33,3%; ATS=33,3%; TA=33,3%), dokumen K3 & prosedur kerja (AS=25%; TA=75%), aktivitas kegiatan (AS=50%; TA=50%), kontrol catatan (ATS=100%) dan pelatihan (AS=50%; TA=50%). Untuk total rekapitulasi indikator-indikator manajemen risiko K3 pada PKS PT.Kalimantan Sawit Kusuma (AS=37,5%; ATS=20%; TA=42,5%). Penerapan manajemen risiko pada pabrik kelapa sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma belum sesuai dengan standar yang ada, hanya mengacu pada kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Area Confined Space Mardlotillah, Nur Isma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.40911

Abstract

Confined Space adalah ruangan yang cukup luas dan memiliki konfigurasi sedemikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan melakukan pekerjaan didalamnya. Pabrik Kelapa Sawit PT.Kalimantan Sawit Kusuma merupakan pabrik yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan buah kelapa sawit menjadi inti CPO atau merupakan industri kelapa sawit sektor CPO (Crude Palm Oil) dengan menggunakan mesin dan peralatan pada setiap stasiun dan memiliki potensi bahaya yang besar bagi pekerja, jika dalam penggunaan mesin dan peralatan tidak sesuai dengan standar yang ada. Alat yang digunakan yaitu alat-alat yang membutuhkan aliran listrik atau uap dan juga memiliki alat dimana areanya termasuk kategori Confined Space. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2020 di Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja area Confined Space Pabrik Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa implementasi komponen manajemen risiko K3 area confined space adalah regulasi (TA=100%), organisasi (AS=28,5%; ATS=57,2%; TA=4,3%), sistem tanggap darurat&evakuasi (AS=66,7%; TA=33,3%), sistem pengujian (AS=33,3%; ATS=66,7%), monitoring & review identifikasi bahaya (AS=50%; TA=50%), sarana prasarana (AS=33,3%; ATS=33,3%; TA=33,3%), dokumen K3 & prosedur kerja (AS=25%; TA=75%), aktivitas kegiatan (AS=50%; TA=50%), kontrol catatan (ATS=100%) dan pelatihan (AS=50%; TA=50%). Untuk total rekapitulasi indikator-indikator manajemen risiko K3 pada PKS PT.Kalimantan Sawit Kusuma (AS=37,5%; ATS=20%; TA=42,5%). Penerapan manajemen risiko pada pabrik kelapa sawit PT. Kalimantan Sawit Kusuma belum sesuai dengan standar yang ada, hanya mengacu pada kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).