Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesepian dan harga diri terhadap kebutuhan afiliasi pada pengguna aplikasi dating online. Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya penggunaan aplikasi dating online sebagai sarana pemenuhan kebutuhan relasional, khususnya di kalangan dewasa awal yang rentan mengalami kesepian serta memiliki dorongan untuk menjalin koneksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional kausal. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria partisipan yaitu warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, berusia 18–25 tahun, dan merupakan pengguna aktif aplikasi dating online. Total partisipan dalam penelitian ini berjumlah 152 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis skala kebutuhan afiliasi, skala kesepian, dan skala harga diri yang telah melalui uji validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan daya diskriminasi item. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.1.2. Hasil menunjukkan bahwa harga diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan afiliasi, sedangkan kesepian tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap kebutuhan afiliasi dengan kontribusi sebesar 49,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan harga diri tinggi cenderung lebih aktif dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial melalui aplikasi dating online. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai aspek psikologis penggunaan aplikasi dating online, khususnya terkait kebutuhan afiliasi pada masa dewasa awal