Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

(INDIGENOUS WOMEN AND ECOLOGICAL JUSTICE: THE PEREMPUAN AMAN MOVEMENT IN ADVOCATING FOR THE INDIGENOUS PEOPLES BILL) : PEREMPUAN ADAT DAN KEADILAN EKOLOGIS: GERAKAN PEREMPUAN AMAN DALAM ADVOKASI RUU MASYARAKAT ADAT Akbar, Taufik; Permata Sari, Qurnia Indah
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v2i1.2083

Abstract

This article examines the strategic role of indigenous women in advancing ecological justice through the PEREMPUAN AMAN movement, particularly in the advocacy for the Indigenous Peoples Bill. Using a qualitative descriptive approach, the study explores how indigenous women experience multiple layers of discrimination, including the loss of land rights, traditional knowledge, inheritance, and exclusion from political participation and development processes. The study highlights how PEREMPUAN AMAN mobilizes resources, builds cross-community solidarity, and frames ecological and gender justice issues as a social movement strategy. Findings reveal that indigenous women are not merely victims of exploitative policies and development but are also key actors in pushing for more inclusive policy transformations. This movement underscores the need to integrate ecological justice and indigenous women’s rights into public policymaking.
Edukasi Bahaya Pernikahan Dini kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sekarpuro Kabupaten Malang Permata Sari, Qurnia Indah; Utaminingsih, Alifiautin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.86916

Abstract

Pengabdian masyarakat melalui edukasi bahaya perkawinan anak kepada ibu-ibu PKK Desa Sekarpuro bertujuan untuk mencegah perkawinan anak. Sosialisasi ini diikuti oleh 19 peserta yang keseluruhannya merupakan ibu Rukun Tetangga (RT) di wilayahnya masing-masing. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah serta diskusi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi. Dalam ceramah disampaikan informasi secara formal mengenai konsekuensi negatif dari perkawinan anak, termasuk dampak jangka panjangnya terhadap kesejahteraan anak, keluarga, dan masyarakat secara luas. Diskusi memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman, pemikiran, dan solusi terkait permasalahan yang dihadapi dalam upaya mencegah perkawinan anak. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu PKK tentang urgensi mencegah perkawinan anak. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan dampak negatif yang terkait dengan praktik tersebut, diharapkan ibu-ibu PKK dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan perkawinan anak di lingkungan mereka. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini merupakan langkah konkret dalam melindungi hak-hak anak dan memperkuat kesadaran akan pentingnya mengutamakan kesejahteraan generasi mendatang.