Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Polymerase Chain Reaction (PCR), Immunoassay dan Repon Imunitas Penderita SARS nCoV-2, Sebuah Narasi Adhin, Asry; Shoalihat, Farhatush
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3666

Abstract

Jumlah kasus terkonfirmasi positif SARS nCoV-2 di Provinsi NTB berdasarkan data pertanggal 10 Desember 2020 mencapai 4.987 kasus dengan 144 pasien meninggal, sedangkan di Kota Bima terdapat 455 kasus positif dengan 13 pasien meninggal. Aspek kunci untuk membatasi penyebaran virus adalah memastikan diagnosa cepat dan akurat terhadap infeksi virus dan memberikan jenis karantina yang sesuai bagi pasien terinfeksi. Metode deteksi dengan Reverse transcription- quantitative PCR (RT-qTPCR) sering gagal untuk mendeteksi virus jika pengambilan spesimen tidak tepat. Hal ini dikarenakan viral load rendah pada stadium awal, viral load disupresi imun host atau spesimen diambil pada tahap terakhir dari perjalanan penyakit. Tes serologis diharapkan berfungsi sebagai pendekatan diagnosa yang lebih cepat ketika terdapat limitasi pada pemeriksaan asam nukleat dengan PCR. Tujuan penulisan adalah menambah referensi bagi pembaca mengenai metode deteksi SARS nCov-2, berikut kekurangan dan kelebihan metode tersebut serta respon imunitas yang terbentuk pada penderita pasca infeksi. Metode penulisan yang digunakan adalah dalam bentuk review beberapa jurnal ilmiah terkait. Berdasarkan review tersebut diperoleh hasil dan simpulan yaitu berbagai metode deteksi SARS nCoV-2 dilakukan seperti RT-qPCR dan immunoassay kualitatif (Rapid Test) serta kuantitatif (ELISA, CLIA serta GICA). SARS nCoV-2 terdeteksi sejak minggu pertama setelah terpapar dan sistem imun dalam tubuh manusia akan mulai membentuk antibodi (IgM dan IgG) sebagai respon pertahanan tubuh terhadap virus. Respon sitokin dan kerusakan paru paru merupakan indikasi infeksi virus yang dapat menyebakan kerusakan yang parah bahkan kematian apabila terjadi sindrom gangguan pernapasan akut yang disebabkan karena terjadinya gangguan regulasi hyaluronan.