Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penafsiran Politik Kolonel Bakri Syahid dalam "Al-Huda: Tafsir Qur'an Basa Jawi" Maarif, Nurul Huda
Islam Nusantara: Journal for the Study of Islamic History and Culture Vol. 2 No. 2 (2021): Islam Nusantara: Journal for the Study of Islamic History and Culture
Publisher : Faculty of Islam Nusantara, Nahdlatul Ulama University of Indonesia (Unusia) Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/islamnusantara.v3i1.64

Abstract

Alquran itu kitab terbuka, yang bisa didekati oleh siapapun dengan latar belakang apapun dan untuk kepentingan apapun. Sisi sosial-kemasyarakatan dan aktivitas pembaca akan mewarnai tafsirannya. Kian dekat seorang mufassir dengan lingkaran kekuasaan misalnya, maka karya tafsirnya (dipastikan) kian pro status quo. Tafsir karya Kolonel Bakri Syahid berjudul "al-Huda: Tafsir Qur'an Basa Jawi", seorang mufassir militer, apresiatif terhadap kebijakan Orba; menyokong Negara Demokrasi Pancasila, BIN/BAKIN, UUD 1945, Pelita 1 s.d. V, ABRI/TNI, negara relijius yang “bukan negara agama dan bukan negara sekuler”, pembangunan dan ketahanan nasional, juga ibadah politik, ibadah ideologi dan ibadah militer. Ini menguatkan tesis political reading of scripture-nya Tim Gorringe, abuse of quranic verses-nya Azyumardi Azra, juga political interpretation of the qur’a>n-nya Stefan Wild. Inilah corak baru dalam penafsiran: al-lawn al-siyasi (corak politik).