Mutianingtyas, Imarafsah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Semiotika dalam Syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan Karya Hamzah Fansuri Mutianingtyas, Imarafsah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v1i2.2655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan karya Hamzah Fansuri dengan pendekatan semiotika. Syair tersebut termasuk dalam Rubai Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri dikenal sebagai tokoh ulama tasawuf semasa hidupnya, yang kemudian ia mengekspresikan gagasan tasawuf tersebut dengan bersastra. Ia menuliskan banyak syair yang mengandung unsur kerohanian. Syair-syair yang ditulisnya menjadi pelopor kesusastraan Melayu klasik, yaitu pada penghujung abad ke-16 ketika kerajaan Aceh Darussalam mencapai masa kejayaannya. Syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan ini, dari judulnya yang menyebut Insan, yang artinya menusia. Dikisahkan bahwa manusia sebagai makhluk hidup di dunia selalu memiliki hubungan dengan Sang Pencipta. Syair ini juga mengingatkan bahwa manusia dihidupkan kemudian akan mati di waktu yang telah ditentukan Sang Pencipta. Dengan demikian, syair tersebut mengandung nasihat dan tuntunan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang beradab. Maka untuk mencapai tujuan penelitian, syair tersebut akan diteliti dan diungkapkan maknanya dengan metode pembacaan secara heuristik dan hermenutik. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah syair Aho Segala Kita yang Bernama Insan dan referensi kepustakaan yang berkaitan dengan sastra, semiotika, hermeneutika, dan tasawuf. Hasil analisis data dalam penelitian ini kemudian disajikan secara naratif deskriptif.