Romdon, Romdon
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jalan Mistik Tashawwuf dan Jalan Mistik Aliran Kebatinan Romdon, Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.57-73

Abstract

Aliran kebatinan adalah mistik kejawen, sedang tashawwuf adalah mistik islam. Keduanya akan diperbandingkan  jalan mistiknya, terlepas dari ikatan sejarah antara keduanya andaikan ada. Yang akan dipersoalkan adalah persamaan dan perbedaannya. Memang kalua ada persamaan tentu seterusnya akan timbul mengapa justru sama. Dan kalua berbedapun akan diikuti dengan pertanyaan mengapa berbeda padahal pengikut aliran kebatinan mengaku beragama Islam. Mengapa sama-sama Islam tetapi berbeda mistiknya. Tulisan ini tidak berusaha menjawab persoalan-persoalan tersebut.
Unsur Methodology dalam Penyelidikan Hadiets Romdon, Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 9 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research adalah methode Ilmu. Pola research asama dengan pola berfikir. Salah satu pola research yang sempurna itu adalah adanya hyphothesa dan percobaab atau pengalaman inderawi, hyphothesis and experimentation. Hyphothesa adalah dugaan tentang kesimpulan yang akan diperoleh nanti dari penyelidikan yang akan dilaksanakan terhadap sesuatu masalah. Hyphothesa dapat dilahirkan ataupun tidak. Memang methode atau cara yang mutaakhir untuk mencari ilmu adalah melalui hyphothesa dan percobaan atau melihat kenyataan fakta yang inderawi. Inilah dia methode penyelidikan atau research. Disini manusia sadar akan adanya masalah yang mempunyai hubungan sebab akibat dengan masalah lain. Hubungan sebab akibat ini tidak ghaib bahkan dapat ditelusuri dengan akal. Disamping itu, di samping berpijak pada postulat atau landasan berfikir sebab akibat itu, manusia juga berpijak pada postulat-postulat yang lain yang terdapat dalam dirinya sendiri maupun postulat mengenai alam.