Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertanggungjawaban Hukum Pelaku Usaha Objek Wisata Terhadap Konsumen Akibat Bencana Alam di Wilayah Kabupaten Bogor Wibowo, Dimas Aryo; Gilalo , Jopie; Mulyadi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i3.12494

Abstract

Pertanggung jawaban pelaku usaha wisata belum diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan terutama UU Perlindungan Konsumen. Karena bencana alam dianggap sebagai suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak manusia sehingga tidak dapat disalahkan siapapun dalam bencana alam. Namun setiap orang dapat berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatakan diri dari bencana alam. Oleh karena itu setiap tempat wisata harus memenuhi standar keselamatan diri jika terjadi bencana alam, pelaku usaha harus mengantisipasi hal-hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan konsumen disaat terjadi bencana alam. Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji pertangung jawaban hukum pelaku usaha terhadap keselamatan konsumen di Kabupetn Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yaitu sebuah penelitian yang melakukan kajian terhadap gejala hukum yang terjadi dalam masyarakat. Gejala atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat diteliti secara ilmiah untuk menemukan solusi bahkan melahirkan teori dari hasil temuan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan pertanggungjawaban hukum pelaku usaha terhadap konsumen objek wisata akibat bencana alam menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen diantaranya meliputi Contractual Liability, Product Liability Serta Criminal Liability. Tanggung jawab pelaku usaha tersebut diatur dalam Pasal 19 sampai dengan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sedangkan tanggung jawab pengusaha pariwisata diatur dalam Pasal 23 dan Pasal 63 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009. Adapun upaya yang dilakukan pelaku usaha terhadap konsumen objek wisata akibat bencana alam diantaranya yaitu dengan memproteksi konsumen pada perusahaan asuransi, yang terbatas pada risiko kecelakaan yang dapat mengakibatkan wisatawan tersebut meninggal dunia, cacat tetap, luka badan, biaya perawatan, serta kehilangan harta benda. Sehingga hak-hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan serta hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian dapat terpenuhi.
In Silico Pharmacokinetic and Microbiota-Integrated Profiling of Resveratrol Analogs Wibowo, Dimas Aryo; Ramadhani, Dimas Gilang; Kasmui, Kasmui
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 10, No 1 (2025): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v10i1.100848

Abstract

Resveratrol, a polyphenolic compound, possesses extensive biological activities; however, its use in clinical applications is restricted due to its poor bioavailability and rapid metabolism. In the present work, resveratrol and 14 of its structural analogs were screened by a combined in silico methodology. The methodology integrated density functional theory (DFT) calculations, quantitative structure–activity relationship (QSAR) modeling, physiologically based pharmacokinetic (PBPK) simulations, and microbiota-associated interaction considerations. Molecular descriptors were generated from optimized geometries at the DFT level of theory to predict permeability and metabolic characteristics. PBPK modelling was used to simulate the distribution of compounds in different physiological states. In contrast, bioinformatics analysis was used to support the gene expression modulation and the response of the microbial community to the analog structure. Several analogs predicted permeability and metabolic stability significantly better than native resveratrol. Furthermore, some compounds exhibited good associations with gut microbiota and metabolic pathways that may have regulatory functions. The results indicate that certain resveratrol analogs are potential drug candidates for further in vitro and in vivo studies. Furthermore, we report a full computational framework to aid the discovery of rational bioavailable polyphenol-related drugs.