Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effectiveness of Learning Using Social Media during the Covid 19 Pandemic in Higher Education Ismail Hanif Batubara; Kholidah Nur; Ali Topan Lubis; Nanang Arianto
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1908

Abstract

This study explains the factual about learning using online media during long-distance lectures during the Covid 19 epidemic. Some students are used as a source of information using a qualitative approach method. By using behaviorism and cognitive theory.Online Distance Learning can take advantage of social media with virtual online learning via video conferencing, teleconferences, in groups on social media. Social media is a way out to get rid of boredom or stress from studying at home. These are new conditions for faculty and students, Makathe role of lecturers is very much needed in managing or managing learning starting from planning, organizing, actuating and evaluating in order to increase the effectiveness of the teaching and learning process during the COVID-19 pandemic.
Pencatatan Akuntansi Transaksi Pembiayaan Murabahah Ali Topan Lubis; Muhammad Zaki
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol 4 No 1 (2022): (Maret 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v4i1.417

Abstract

Dalam pembiayaan murabahah diperlukan adanya perlakuan akuntansi, perlakuan akuntansi merupakan sistem akuntansi untuk melihat bagaimana proses pencatatan terhadap produk pembiayaan yang memakai sistem jual beli dari pihak-pihak yang terkait menjadi sistem akuntansi yang dipakai lembaga keuangan syariah. Sedangkan manfaat dari perlakuan akuntansi akan berdampak pada laporan keuangan syariah yang disajikan sesuai dengan PSAK No. 101. Namun kenyataannya perlakuan akuntansi pembiayaan murabahah belum di imbangi dengan perlakuan akuntansi yang baik, buktinya masih banyak entitas atau bank syariah yang masih melanggar ketentuan yang ada di PSAK No 102. Metodologi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif di mana penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Ketentuan tentang akuntansi mudharabah diatur dalam PSAK 105 tahun 2007 tentang akuntansi mudharabah. Standar ini mengatur pengakuan dan pengukuran transaksi baik dari pemilik dana maupun pengelola dana. Adapun yang diukur mengenai dana mudharabah yang disalurkan, jenis investasi kas maupun non kas, penurunan nilai invenstasi sebelum usaha di mulai, dana penghasilan usaha, kerugian akibat kelalaian, penyertaan dana pengelolaan dan bagi hasil.
Pencatatan Akuntansi Transaksi Pembiayaan Murabahah Lubis, Ali Topan; Zaki, Muhammad
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 4 No. 1 (2022): (Maret 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v4i1.417

Abstract

Dalam pembiayaan murabahah diperlukan adanya perlakuan akuntansi, perlakuan akuntansi merupakan sistem akuntansi untuk melihat bagaimana proses pencatatan terhadap produk pembiayaan yang memakai sistem jual beli dari pihak-pihak yang terkait menjadi sistem akuntansi yang dipakai lembaga keuangan syariah. Sedangkan manfaat dari perlakuan akuntansi akan berdampak pada laporan keuangan syariah yang disajikan sesuai dengan PSAK No. 101. Namun kenyataannya perlakuan akuntansi pembiayaan murabahah belum di imbangi dengan perlakuan akuntansi yang baik, buktinya masih banyak entitas atau bank syariah yang masih melanggar ketentuan yang ada di PSAK No 102. Metodologi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif di mana penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Ketentuan tentang akuntansi mudharabah diatur dalam PSAK 105 tahun 2007 tentang akuntansi mudharabah. Standar ini mengatur pengakuan dan pengukuran transaksi baik dari pemilik dana maupun pengelola dana. Adapun yang diukur mengenai dana mudharabah yang disalurkan, jenis investasi kas maupun non kas, penurunan nilai invenstasi sebelum usaha di mulai, dana penghasilan usaha, kerugian akibat kelalaian, penyertaan dana pengelolaan dan bagi hasil.
Exploring Islamic Social Finance Practices in Muslim Countries Outside ASEAN Samsudin, Samsudin; Fajrillah, Fajrillah; Lubis, Muhammad Arifin; Lubis, Ali Topan; Siregar, Saparuddin; Juliati Nasution, Yenni Samri
Jurnal Penelitian Medan Agama MEDAN AGAMA, VOL. 15, NO. 2, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v15i2.23068

Abstract

Islamic social finance, such as zakat, waqf, and alms, plays an important role in supporting social welfare and economic development in Muslim countries. The purpose of this paper is to analyze the implementation of sharia social finance in several Muslim countries outside ASEAN, focusing on the implementation mechanisms, challenges, and impacts of such instruments on social and economic development. Digitalization has changed the way Islamic social finance is managed by increasing accessibility, transparency, and efficiency. The application of technology such as sharia fintech, blockchain, and halal crowdfunding strengthens the role of zakat, waqf, and alms in supporting social welfare in Muslim countries outside ASEAN. This research uses a qualitative method based on literature studies with reference to international journals, reports of Islamic financial institutions, and related secondary data. The focus of the research includes how social financial instruments are managed, the role of governments and private institutions in their implementation, and their contribution to poverty alleviation and social welfare. The main results show that the implementation of sharia social finance in countries such as Turkey or Saudi Arabia has succeeded in improving access to education, health services, and community empowerment. However, there are still challenges in the form of low financial literacy, bureaucratic constraints, and the need to increase cooperation between the public and private sectors. The digitalization of Islamic finance has emerged as a potential solution to increase transparency and efficiency in the management of social funds.
Peran Mahasiswa KKN dalam Memotivasi Masyarakat Desa Hutapuli untuk Menjauhi Narkoba dan Judi Online Ali Topan Lubis; Sopi Ade Fariza; Nurul Mutiah; Yunita Sari Nasution; Nur Azizah Lubis; Nur Atikah; Rahmat Hidayat; Riski Adi
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): Edisi Juli
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran Mahasiswa dalam memotivasi masyarakat Desa Hutapuli untuk menjauhi narkoba dan judi online melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif dengan pendekatan deskriptif, dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2025 di Desa Hutapuli, Kecamatan Kotanopan. Kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi kelompok, pemutaran video edukasi, dan pembentukan kelompok pemuda peduli desa sehat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba dan judi online, perubahan sikap menjadi lebih proaktif, serta terbentuknya komitmen bersama untuk mencegah praktik tersebut di lingkungan desa. Hambatan yang dihadapi antara lain rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan masih adanya sikap permisif terhadap judi online. Solusi yang diterapkan berupa penyederhanaan materi, pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, penggunaan media edukatif, dan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan Mahasiswa dapat menjadi katalis dalam menciptakan desa yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba serta praktik judi online.
Peningkatan Ketersediaan Pangkalan Gas Bagi Masyarakat Melalui Koperasi Mitra Manindo Zidane Lubis; Wanda Rahmadani; Rinaldi Fauzi; Mutiara Alfi Wijaya; Lidia Nasution; Nazril Maulana Rangkuti; Uli Atika; Syahriani; Putri Agustin; Haidah Hutauruk; Elida Yanti; Ali Topan Lubis
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Edisi Mei
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi sebagai salah satu badan usaha yang berasaskan kekeluargaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Koperasi Mitra Manindo yang berlokasi di Kayu Jati merupakan contoh koperasi berbasis syariah yang berperan aktif dalam menyediakan layanan ekonomi, khususnya penyediaan gas LPG melalui pendirian pangkalan gas di wilayah terpencil. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan observasi, sosialisasi, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi guna mendukung perluasan distribusi gas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa koperasi berhasil meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan gas, memberikan kemudahan sistem pembelian, serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya keanggotaan koperasi dalam mendukung kebutuhan pokok. Temuan ini memperlihatkan bahwa koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal dan agen distribusi layanan publik yang efektif dan berkelanjutan.
Strategy to Improve Financing for Gold Installment Products at PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. KCP Panyabungan Ali Topan Lubis; Muhammad Safii Handika; Meliana Meliana; Muda Ahmad Siregar; Abdul Rasyid; Lahuddin Lahuddin; Khoirun Nisa; Ermadina Lubis; Amelia Dewita
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i3.248

Abstract

This study aims to analyze the strategy for increasing gold installment financing at PT Bank Syariah Indonesia, Tbk., Panyabungan Branch Office. Gold installment financing is a financing service offered by Islamic banks to facilitate the public's ability to own gold as an investment instrument through an installment payment system in accordance with Sharia principles. This product is a popular investment alternative because gold has a relatively stable value and can be used as a form of long-term savings. This study used a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation with the bank and customers using the gold installment product. The data obtained were then analyzed using qualitative data analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the gold installment financing mechanism at PT Bank Syariah Indonesia, Tbk., Panyabungan Branch Office is implemented through several stages: the customer's financing application, the bank's feasibility analysis process, the execution of the contract, and the installment payments according to the agreed term. Strategies to increase gold installment financing include product promotions, improving customer service quality, and educating the public about gold investment and Islamic banking products. Furthermore, utilizing digital media is also a strategy to expand the reach of gold installment financing products to the public. This study also found that the increase in gold installment financing was influenced by several supporting and inhibiting factors. Supporting factors include high public interest in gold investment and the ease of the financing application process. Meanwhile, inhibiting factors include low public understanding of Islamic banking products and diverse economic conditions.
AKUNTABILITAS BERBASIS TRANSENDENSI: PENERAPAN SHARIAH ENTERPRISE THEORY PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH Ali Topan Lubis
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/wifi.v5i1.30470

Abstract

Pengukuran akuntabilitas lembaga keuangan syariah yang mengadopsi akuntansi konvensional cenderung bias karena hanya berorientasi pada pemenuhan aspek materialitas pemilik modal (stockholder). Sebagai entitas yang memikul amanah ganda, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) membutuhkan rekonstruksi pertanggungjawaban berbasis transendensi agar terhindar dari pergeseran misi (mission drift) komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas implementasi akuntabilitas berbasis transendensi dengan menerapkan kerangka Shariah Enterprise Theory (SET) pada LKMS. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif-evaluatif pada jaringan LKMS (BMT dan BWM) di Sumatera Utara yang dipilih secara purposive sampling. Data dihimpun melalui triangulasi metode yang meliputi studi dokumentasi laporan keuangan dan laporan Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta wawancara mendalam bersama informan kunci. Analisis data dioperasionalkan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.  Temuan menunjukkan bahwa kualitas akuntabilitas berbasis transendensi pada LKMS belum berjalan secara seimbang (mizan) di ketiga dimensinya. LKMS meraih kriteria Sangat Baik pada pilar teosentris-vertikal (Hablan Minallah) melalui kepatuhan syariah orisinal dan pengelolaan ZISWAF, serta pilar horizontal (Hablan Minannas) melalui kesejahteraan karyawan dan proteksi nasabah dhuafa. Namun, pilar akuntabilitas lingkungan (alam semesta) masih kurang optimal (kriteria Cukup Baik) akibat ketiadaan SOP ecological screening pembiayaan serta belum terwujudnya ekosistem eco-office secara menyeluruh. LKMS telah memenuhi akuntabilitas syariat secara formalitas hukum, namun masih mengalami defisit etika ekologis secara substantif, sehingga membutuhkan reorientasi visi tata kelola korporasi yang integratif demi menyelaraskan kemaslahatan ekonomi, sosial, dan alam semesta.
Islamic Balanced Scorecard Model for Measuring Sustainability Performance of Islamic Microfinance Institutions Ali Topan Lubis
Proceedings of The International Conference on Computer Science, Engineering, Social Science, and Multi-Disciplinary Studies Vol. 1 (2025)
Publisher : CV Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/cessmuds.v1.151

Abstract

Keberlanjutan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Indonesia saat ini menghadapi tantangan kompleks, ditandai dengan tingginya rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan risiko pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF). Evaluasi kinerja konvensional berbasis Balanced Scorecard (BSC) standar cenderung bias kapitalistik karena menitikberatkan maksimalisasi profit dan mengabaikan misi sosial-keagamaan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi, memvalidasi, dan menguji model Islamic Balanced Scorecard (I-BSC) sebagai instrumen holistik dalam mengukur kinerja keberlanjutan LKMS di Indonesia. Menggunakan desain metode campuran sekuensial eksploratori, penelitian ini menempatkan pendekatan kuantitatif sebagai arus utama. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dari pengelola LKMS dan dianalisis menggunakan teknik Variance-Based Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Model akhir yang dibangun mengintegrasikan lima perspektif: Pembelajaran & Pertumbuhan, Proses Bisnis Internal, Nasabah & Kemitraan, Finansial Keberlanjutan, serta Maqashid Syariah & Keadilan Sosial sebagai tujuan akhir tertinggi (ultimate goal). Hasil evaluasi outer model menunjukkan metrik yang sangat superior dengan nilai Composite Reliability (CR) di atas 0,90 dan AVE melebihi 0,50. Uji struktural inner model membuktikan seluruh jalur hubungan sebab-akibat bernilai positif dan signifikan, di mana kinerja finansial memiliki pengaruh dominan terhadap perwujudan Maqashid Syariah (β = 0,634; t = 8,952$). Temuan ini menolak mitos pertentangan kepentingan (trade-off) antara misi komersial dan sosial, serta membuktikan bahwa keduanya bergerak selaras membentuk lingkaran kebajikan (virtuous cycle). Implikasi praktis penelitian ini memberikan instrumen evaluasi strategis bagi pengelola dan regulator untuk menjaga keberlanjutan institusi tanpa mereduksi nilai-nilai kesyariahan. 
Penerapan Sistem Akuntansi Syariah Berbasis Enterprise Resource Planning pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah Ali Topan Lubis; Rukiah NST
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 26 No. 2 (2026): JAP, Vol. 26, No. 02, Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : ITB AAS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jap.v26i2.18530

Abstract

The research looks into how to create a clear plan for using the Sharia Accounting System (SAS) together with Enterprise Resource Planning (ERP) in Sharia Microfinance Institutions (LKMS) in Indonesia. The goal is to improve long-term performance and make sure the system follows Sharia principles. The study uses a detailed review of existing literature from Islamic accounting, computerized accounting systems, and how ERP systems are used in small businesses. The results show that ERP systems have a lot of potential to help with connecting different processes and providing up-to-date information, which is important for following Sharia rules. But for ERP to work well, it needs to fit well with the tasks it handles (Task Technology Fit) and have strong support from management. The ERP system should be built specifically to meet Sharia accounting standards, including how to report Zakat and Waqf, and should support the main goals of Sharia, like fairness and justice. This study provides a useful guide that connects the need for Sharia compliance with the complexity of ERP systems, helping LKMS and system developers focus on features that support Sharia audits, Zakat/Waqf reporting, and proper internal controls for better long-term performance.