Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rumah, Tempat Kembali: Pemaknaan Rumah pada Mahasiswa Rantau Prasetio, Clement Eko; Sirait, Esther Gustara Nadine; Hanafitri, Aulia
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.7

Abstract

GAMBARAN SELF-COMPASSION DALAM HUBUNGAN BERPACARAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN Zahra, Amicita Nurfatiha; Prasetyo, Prista El Annisa; Hanafitri, Aulia
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 19, No 02 (2021): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v19i2.109

Abstract

Dalam menjalani hubungan berpacaran, self-compassion berperan sebagai sikap perhatian dan baik terhadap diri sendiri saat menghadapi kesulitan situasional atau kekurangan diri. Pengambilan data awal menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran cenderung memiliki self-compassion tergantung konteks konflik yang muncul. Melalui metode penelitian kualitatif, proses wawancara dilakukan untuk mengetahui gambaran self-compassion mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang berpacaran. Sampel diperoleh dengan teknik quota non-probability sampling dan berjumlah 9 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dari tiga angkatan, yaitu angkatan 2016, 2017, dan 2018. Analisis data dilakukan melalui sistem coding dengan hasil sebagai berikut: (1) 4 dari 9 partisipan (44%) memiliki self-compassion; (2) Partisipan yang menjalani hubungan berpacaran jarak jauh cenderung memiliki self-compassion daripada partisipan yang menjalani hubungan dengan sesama Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang seangkatan; (3) Usia partisipan dan lama hubungan tidak berpengaruh signifikan terhadap self-compassion, dan (4) Partisipan perempuan cenderung memiliki self-compassion daripada partisipan laki-laki. Hasil ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang berpacaran, terutama pihak laki-laki, cenderung tidak memiliki self-compassion apabila terjadi konflik dalam hubungannya. Konteks hubungan jarak jauh atau jarak dekat pun mempengaruhi self-compassion yang dimiliki keduanya. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada tingkatan self-compassion yang dimiliki ketika terjadi konflik dalam hubungannya, apakah cenderung tinggi, rendah, atau sedang.
IMPLEMENTASI METODE JOYFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA RUSIA: SUATU KAJIAN PSIKOLINGUISTIK: IMPLEMENTASI METODE JOYFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA RUSIA: SUATU KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Purnama Dewi, Anggraeni; Hanafitri, Aulia
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.232

Abstract

Bahasa Rusia merupakan salah satu bahasa asing yang sangat menarik namun cukup rumit untuk dipelajari. Ada kalanya mahasiswa merasa bosan untuk mempelajari tata bahasa Rusia yang begitu majemuk. Metode joyful learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mempelajari bahasa Rusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak dari implementasi joyful learning terhadap pembelajaran bahasa Rusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikolinguistik. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah mahasiswa Sastra Rusia Universitas Padjadjaran yang masih aktif belajar pada semester 2 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara yang tepat dan efektif dalam mempelajari bahasa Rusia diantaranya dengan metode joyful learning. Dampak dari implementasi joyful learning terhadap pembelajaran bahasa Rusia adalah adanya peningkatan kualitas mahasiswa baik dalam hal Slushat’ ‘mendengar’, govorit’ ‘berbicara’, chitat’ ‘membaca’, maupun pisat’ ‘menulis’. Dengan adanya peningkatan kualitas, maka sangat berdampak pada rasa percaya diri yang dimiliki mahasiswa, khususnya dalam berbicara menggunakan bahasa Rusia.
Rumah, Tempat Kembali: Pemaknaan Rumah pada Mahasiswa Rantau Prasetio, Clement Eko; Sirait, Esther Gustara Nadine; Hanafitri, Aulia
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.7

Abstract

Regional students (Indonesian: Mahasiswa rantau) are individuals who should move away from home to study in other cities, who are highly likely to experience feelings of homesickness. In this research, we aimed to understand what causes regional students’ homesickness and what the meanings of home for them are. Participants in this research were 15 regional students from the Faculty of Psychology, Padjadjaran University, who were recruited through convenience sampling. This research was designed as a qualitative study with a phenomenological approach. Data in this research, which were drawn from in-depth interviews, revealed eight themes related to regional students’ homesickness. These themes included feelings, activities, routines, food, pets, family and friends, home atmosphere, and rooms. Additional findings uncovered two meanings of homesickness for regional students, that is, “home is feelings” and “home is family”. Empirical findings in this research provide a useful insight into the prevention of regional students’ homesickness, by focusing on the meanings of home and efforts to provide new environment for those students.Mahasiswa rantau merupakan individu yang harus meninggalkan daerah asal untuk menuntut ilmu di kota lain, yang sangat mungkin mengalami perasaan rindu rumah atau homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai hal sebagai sumber homesickness dan makna rumah bagi mahasiswa rantau. Subjek penelitian adalah 15 mahasiswa rantau Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, yang direkrut melalui convenience sampling. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian atas dasar wawancara mendalam dengan subjek penelitian menemukan delapan tema yang terkait dengan homesickness mahasiswa rantau, yaitu perasaan, aktivitas, rutinitas, makanan, hewan peliharaan, keluarga dan teman, suasana rumah, serta kamar. Temuan lain mengungkap dua makna rumah bagi mahasiswa rantau, yaitu “rumah adalah perasaan” dan “rumah adalah keluarga”. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pencegahan homesickness pada mahasiswa rantau, dengan fokus pada makna rumah bagi mereka dan upaya menyediakan lingkungan baru mereka. 
Gambaran Parasocial Relationship pada Penggemar K-pop Usia Emerging Adulthood dengan Idola yang Pernah Menjadi Target Cancel Culture Zahra, Naila; Hanafitri, Aulia
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.68096

Abstract

Parasocial relationship dalam industri K-pop semakin umum terjadi seiring dengan berkembangnya media sosial yang memungkinkan interaksi maupun hubungan satu arah menjadi lebih intens. Di sisi lain, media sosial juga memberikan ruang pada cancel culture yang justru memunculkan respon ambivalen sehingga menghadirkan dinamika menarik dalam parasocial relationship penggemar dengan idolanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran parasocial relationship pada penggemar K-pop yang berada pada tahap usia emerging adulthood, khususnya yang idolanya pernah menjadi target cancel culture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan instrumen Parasocial Relationship Scale dari Claessens dan Bulck (2015). Pengambilan data dilakukan secara daring melalui Google Form menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 196 partisipan dianalisis menggunakan statistika deskriptif, tabulasi silang, dan uji beda dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan (51.3%) berada pada tingkat parasocial relationship kategori sedang yang didapatkan dari hasil skor kedua dimensi, emotional connection dan analogy with social relationship, pada kategori sedang. Penemuan ini mengindikasikan bahwa partisipan memiliki hubungan satu arah dengan idola yang pernah menjadi target cancel culture, ditandai dengan keterlibatan emosional yang tidak terlalu mendalam dan cenderung mempersepsikan hubungan tersebut seperti individu yang dekat dengan mereka di kehidupan sosialnya, tetapi masih dalam batasan yang tidak melampaui hubungan yang sangat personal.