Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS RASAU JAYA Wahyuningsih; Yustina Ananti; Mia Dwi
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakaknng Inspeksi Visual Asam (IVA) merupakan tes visual menggunakan larutan asam asetat 3-5% untuk deteksi dini kanker serviks dengan melihat adanya sel yang mengalami dysplasia yaitu adanya perubahan warna setelah dilakukan usapan. Pemeriksaan IVA relatif mudah dilakukan dan hasil yang cepat terjangkau dan mudah. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV umumnya ditularkan melalui hubungan seks. Prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Keikutsertaan wanita usia subur dalam deteksi dini masih terbilang rendah sekitar 7,34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di Puskesmas Rasau Jaya.Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya, teknik sampling menggunakan probability sampling, besar sample dihitung dengan rumus cochran, didapatkan jumlah sampel 97 orang responden. Analisis data univariat dan bivariat mengunakan Chi square. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rasau JayaHasil : penelitian ini didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p- value 0,000 < 0,05. Ada hubungan sikap dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p-value 0,003 < 0,005. Ada hubungan akses informasi dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p value 0,000 < 0,05.
Analisis Implementasi Program Poned Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu di UPTD Puskesmas Patani: Analysis of Poned Program Implementation in the Decrease in Maternal Mortality in UPTD Puskesmas Patani Akbar, Suriyanti; Eka Vicky Yulivantina; Yustina Ananti
Journal of Health (JoH) Vol 12 No 1 (2025): Journal of Health (JoH) - January
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v12n1.1092

Abstract

The maternal mortality rate in North Maluku was 255 per 100,000 live births in 2022, higher than the SDG target of 70. Main causes included hemorrhage (21. 14%), hypertension (26. 34%), and infections (2. 76%). Most deaths happened postpartum (60. 90%). This study used a phenomenological approach with informants from the Head of the Health Office, Head of TU, Doctors, Nurses, Midwives, and postpartum womenThe study aimed to evaluate how well policies work, examine challenges in human resources and communication, and understand the traits and views of program implementers. Results should enhance program execution to lower Maternal Mortality Rate (MMR) at UPTD Puskesmas Patani using Van Meter Van Horn theory. The research used in-depth interview guidelines about PONED implementation. It found that: 1. Standards and policy objectives are implemented. 2. Human resources are below standard. 3. Communication between organizations is poor. 4. Implementing agent characteristics are good. 5. Implementer attitudes are good. 6. The environment is good. Implementation of the PONED program at the UPTD Puskesmas Patani according to Van Meter Van Horn's theory to reduce maternal mortality rates (MMR) has gone well in 4 elements: standards, measures, targets, and policy objectives; characteristics of implementing agents; attitudes of implementers; and the social, economic, and political environment. However, 2 elements, namely human resources and communication between organizational characteristics, have not gone well. This study should focus on the implementation of the PONED program and more in-depth exploration of the patient referral process in emergencies.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Richa Agusmarinda; Yustina Ananti; Indah Purnamasari
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.747

Abstract

Pregnancy is a critical period for determining future human resource quality as fetal development starts in the womb Pregnant women are vulnerable to nutritional issues such as anemia, which occurs when hemoglobin levels decrease and fail to meet the body’s oxygen needs, as well as Chronic Energy Deficiency (CED), which can worsen this condition. CED in pregnant women increases the risk of anemia and negatively impacts the health of the mother and fetal growth. The purpose of this study is to investigate the relationship between chronic energy deficiency and the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Kampung Kawat Health Center in 2024. This quantitative study utilizes a cross-sectional approach. Purposive sampling is used as the sampling technique, with a total of 67 pregnant women as respondents. Data were collected directly through medical records, anthropometric measurements, and hemoglobin level analysis to identify CED and anemia. Chi-square tests were applied to test the hypothesis. The analysis revealed that 20 respondents (29.8%) experienced both anemia and CED, while 31 respondents (46.3%) did not experience either condition. The Chi-square test produced a p-value of 0.000 (p < 0.05) and an Odds Ratio (OR) of 0.000 (<0.05), proving a significant relationship between CED and anemia. The Confidence Interval (CI) of 9.841 (3.159–30.663) further supports the significant relationship between CED and anemia in pregnant women. Chronic Energy Deficiency is significantly associated with an increased risk of anemia in pregnant women in the working area of Kampung Kawat Health Center in 2024.
Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Suntik Dengan Perubahan Siklus Menstruasi Di PMB Agil Subekti Turi Sleman Subekti, Agil; Yustina Ananti; Novi Puspita Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.212

Abstract

Latar Belakang : Perubahan siklus menstruasi pada pemakaian kontrasepsi suntik merupakan salah satu efek samping yang sering dialami akseptor. Di Indonesia, menyuntikkan lebih banyak diminati pasangan usia subur yaitu sebanyak 35,5%. Masalah yang sering dialami perempuan dari pemakaian kontrasepsi suntik adalah perubahan siklus menstruasi seperti spotting sebanyak 43,3% , menoragia sebanyak 47%  dan amenore sebanyak 31% . Berdasarkan data penelitian pendahuluan di PMB Agil Subekti didapatkan 18 orang (90%) dari 20 orang mengalami perubahan siklus menstruasi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agi l Subekti Turi Sleman. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan desain pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang di PMB Agil Subekti pada bulan Juni dengan teknik penggambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dilakukan uji univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact . Hasil : Hasil penelitian menu n jukan mayoritas responden berumur >35 tahun seba n yak 30 orang (60%), pendidikan mayoritas menengah (SMA/SMK) sebanyak 26 orang (52%), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 27 orang (54%), dan lama penggunaan mayoritas >1 tahun sebanyak 44 orang (88%). Hasil statistik penelitian menunjukkan sebagian besar menggunakan suntik KB 3 bulan sebanyak 31 orang (62%), sebagian besar responden yang mengalami perubahan siklus menstruasi sebanyak 37 orang (74%). Hasil uji statistik Fisher Exact diperoleh nilai p=0,001< 0,005, sehingga ada hubungan signifikansi antara penggunaan kontrasepsi dengan perubahan siklus menstruasi. Kesimpulan : Ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agil Subekti Turi Sleman