Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Surface Evaluation of Tricalcium Phosphate Bioceramic Coating on SS-316L by Electrophoretic Deposition Hermana, Gita Novian; Nugraha, Dhion Khairul; Nadi, Muhammad Rizki Gorbyandi; Sektiono, Moch. Wisnu Arif; Mayello, Randy Mediawan; Farhan, Miftah; Kusuma, Nirmala Cahya; Alfayed, Naufal Alden; Rizqi, Fauzi Muhamad
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 13, No 1 (2024): June 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i1.49639

Abstract

The development of orthopedic implant materials has become an important topic of discussion lately. The SS-316L alloy is widely used as an implant material due to its relatively low cost, corrosion resistance, and ease of production. However, metal alloys, especially SS-316L, are prone to ion release into the blood over time. Therefore, TCP or tricalcium phosphate [Ca3(PO4)2] is needed to coat the surface of SS-316L, preventing ion release into the blood and enhancing the biocompatibility of the implant material. In this study, TCP coating was applied to the SS-316L substrate using the electrophoretic deposition technique. The influence of deposition time on changes in microstructure and mechanical properties is the main focus of this study. The results of the coating technique indicate that the deposition yield increases with the deposition time. Morphological testing results show that increasing deposition time improves coating quality by increasing the thickness of the coating layer and preventing layer peeling. The coating process also reveals the accumulation of layers in certain areas and the formation of thin layers in other regions. A deposition time of 30 minutes results in a coating thickness ranging from 48.7 to 57.9 µm. Hardness testing, conducted with indentation loads of 50, 100, and 300 gf, indicates that longer deposition times and higher indentation loads during hardness testing result in reduced material hardness.
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EKSITASI GENERATOR UNIT 2 PLTMH CURUG Farhan, Miftah
JURNAL SIMETRIK Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v11i1.653

Abstract

Generator salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang digunakan untuk mengkon-versi energi mekanik yang berasal dari putaran turbin menjadi energi listrik dengan memanfaatkan gaya gerak listrik. Dalam proses pembangkitan gaya gerak listrik (GGL) di samping putaran dari turbin, diperlukan arus penguat (eksitasi) yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada kumparan medan di rotor generator. Arus digunakan untuk meningkatkan tegangan keluaran sesuai pembebanan yang diterapkan. Adapun alat yang digunakan untuk membina arus eksitasi adalah Automatic Voltage Regulator (AVR). Pembebanan yang dibedakan pada pembangkit setiap waktunya berubah-ubah. Oleh pembangkit listrik tenaga listrik harus mampu membangkitkan daya listrik sesuai dengan besaran beban yang berubah-ubah tersebut. Pada pembangkitan tenaga listrik, fluktuasi pembebanan ini dapat mengatasi pembantuan katup udara dan arus eksitasi yang di-injeksikan pada generator rotor pada putaran rotor yang konstan oleh AVR sehingga dihasilkan daya listrik sesuai pembebanan yang diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganlisa pengaruh beban terhadap arus eksitasi yang ada. Hasil yang diperoleh adalah beban berpengaruh ter-hadap arus eksistasi, maka dibutuhkan injeksi agar menambah arus arus naik, agar adanya kes-esuaian arus Tujuan penelitian ini adalah untuk menganlisa pengaruh beban terhadap arus eksitasi yang ada. Hasil yang diperoleh adalah beban berpengaruh ter-hadap arus eksistasi, maka dibutuhkan injeksi agar menambah arus arus naik, agar adanya kes-esuaian arus Tujuan penelitian ini adalah untuk menganlisa pengaruh beban terhadap arus eksitasi yang ada. Hasil yang diperoleh adalah beban berpengaruh ter-hadap arus eksistasi, maka dibutuhkan injeksi agar menambah arus arus naik, agar adanya kes-esuaian arus