Mariana, Anna
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memikirkan Ulang Historiografi Sejarah Perempuan Mariana, Anna
Jurnal Sejarah Vol 4 No 1 (2021): Historiografi Sejarah Perempuan: Kritik, Metodologi dan Capaian
Publisher : Masyarakat Sejarawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inrehab, “lepra politik” dan “bersih diri”: metafora kesehatan sebagai ingatan pe-liyan-an rezim Orde Baru Safitry, Martina; Mariana, Anna
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 18, No 2 (2024): Sejarah Lisan: Menggali Ingatan untuk Memahami Masa Kini dan Membingkai Masa De
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v18i22024p166-182

Abstract

Masalah terbesar paska rezim otoriter tumbang adalah tidak adanya rekonsiliasi untuk menegakkan keadilan. Rezim memberikan penanda kuasanya membungkam kelompok kiri. Memori kolektif masyarakat atas peristiwa 1965 yang berbeda-beda saling berkontestasi di masyarakat. Maka, penting membangun (kembali) ingatan masyarakat yang bertitik tolak pada ingatan yang dibungkam. Salah satu situs ingatan yang dibungkam itu adalah pengalaman para korban yang di-liyan-kan melalui metafora kesehatan. Beberapa kosakata yang merupakan metafora kesehatan dikaitkan dengan peristiwa 1965. Ingatan masyarakat terhadap instalasi rehabilitasi Pulau Buru dan Plantungan merupakan ingatan bagaimana orang-orang yang (dianggap) terlibat peristiwa G30S harus “disembuh”kan dari penyakit “ideologi”. “Bersih diri”, “Bersih lingkungan,” adalah mekanisme rezim melakukan pengawasan terhadap masyarakat. Tulisan ini menunjukkan penggunaan istilah medis sebagai metafor dalam kebijakan anti-komunis masa Orde Baru mengakibatkan pemarjinalan dan pe-liyan-an masyarakat. Dengan menggunakan sejarah lisan sebagai perspektif, penelitian ini menunjukkan bagaimana metafora kesehatan sebagai kuasa wacana atas ingatan berlangsung lebih lama daripada keruntuhan rezim yang anti-komunis itu sendiri. The biggest problem after the authoritarian regime fell was the absence of reconciliation to uphold justice. The regime signaled its power to silence the left. Different collective memories of the events of 1965 are contested in society. Therefore, it is important to (re)build the memory of the community, starting from the silenced memories. One of the sites of silenced memory is the experience of the victims, which is queered through health metaphors. Several vocabulary words that are health metaphors are associated with the events of 1965. People's memories of the Buru Island and Plantungan rehabilitation installations are memories of how people who were (perceived to be) involved in the G30S events had to be "cured" of the disease of "ideology". "bersih diri", "bersih lingkungan," is the regime's mechanism for monitoring society. Using oral history as perspective, this paper shows how the metaphor of health as a discursive power over memory lasted longer than the collapse of the anti-communist regime itself.
Pendekatan Saintifik Dengan Reward Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Persepsi Siswa Terhadap Matematika Mariana, Anna
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2018): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pjme.v8i1.3994

Abstract

Pendekatan saintifik dengan reward dalam meningkatkan pemahaman matematika dan persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika kelas X SMKN 10 Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa melalui pendekatan saintifik dengan reward, pemahaman matematika siswa dapat meningkat, persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika lebih positif dan aktivitas di kelas menjadi aktif. Penilitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen tipe embeded dengan tiga perlakuan di tiga kelas berbeda. Kelas eksperimen pertama diberi perlakuan pendekatan saintifik dengan reward, kelas eksperimen kedua diberi perlakuan pendekatan saintifik tanpa reward, dan kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman matematika antara kelas saintifik dengan reward, kelas saintafik tanpa reward dan kelas kontrol, terdapat perbedaan pemahaman antara kelas saintifik dengan reward dan kelas saintifik tanpa reward, begitu juga ada perbedaan pemahaman antara kelas saintifik tanpa reward dan kelas kontrol. Hasil penelitian juga memperlihatkan adanya perbedaan persepsi siswa dalam pembelajaran matematika antara kelas saintifik dengan reward, kelas saintifik tanpa reward dan kelas kontrol. Persepsi siswa lebih positif dan aktivitas di kelas lebih aktif pada kelas saintifik dengan reward dibandingkan dengan kelas saintifik tanpa reward dan kelas kontrol.