Supervisi merupakan salah satu fungsi pengawasan sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan, di perlukan model supervisi yang tepat dalam mengelola SDM keperawatan agar mampu berpikir kritis dan berkualitas dalam pemberian asuhan keperawatan. Ketrampilan berpikir kritis sangat di perlukan perawat dalam memberikan Asuhan Keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan supervisi Proctor Reflektif terhadap ketrampilan berpikir kritis perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di unit rawat inap RS X. Design penelitian Quasi Eksperiment pre – post test with control group, dengan jumlah sampel perawat rawat inap sebanyak 40 perawat pada kelompok kontrol dan 40 perawat pada kelompok intervensi .Di dapatkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan signifikansi 0.000<0.050. ada pengaruh supervisi Proktor Reflektif terhadap ketrampilan berpikir kritis perawat dengan p value 0.000<0.050 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pendidikan dengan berpikir kritis dengan p value 0,573 > 0.05, masa kerja dengan p value 0,324 > 0.05. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan supervisi proctor reflektif memiliki pengaruh terhadap nilai keterampilan berpikir kritis dengan signifikansi > 0.000. uji statistik secara bersama – sama menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan dan masa kerja tidak memiliki pengaruh terhadap perbedaan keterampilan berpikir kritis dimana p – value > 0.05. Sehingga, supervisi Proctor Reflektif dapat direkomendasikan untuk di terapkan dalam meningkatkan berpikir kritis