Nanda Arvinta, Nine Prima
Jurusan Arsitektur, Fakultas teknik ,Brawijaya University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI TINGKAT KENYAMANAN KERJA PEGAWAI BERDASARKAN ASAS TATA RUANG KANTOR Nanda Arvinta, Nine Prima; Martingrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan PT HEINZ ABC Indonesia – Pasuruan Plant. PT HEINZ ABC indonesia adalah salah satu anak perusahaan dari H.J. Heinz Company Limited, sebuah perusahaan multinasional berbasis di Amerika Serikat dengan sejumlah brand di dunia di bidang produsen makanan dan minuman. Berdasarkan Narasumber berdasarkan kondisi eksisting ruang kantor mengalami perubahan dari ruang tertutup antar ruang menjadi ruang terbuka. Perubahan konsep ini tidak merubah bentuk tata ruang namun hanya melepas sekat ruang yang dahulu. Pada kondisi eksisting yang ada ruang–ruang tertentu di tata berdasarkan dengan kebutuhan sehingga dapat mempengaruhi proses koordinasi pekerjaan.  Berdasarkan Maryati (2008) melalui perencanaan lingkungan fisik kantor yang baik dapat mempengaruhi kenyamanan kerja. Lingkungan fisik dapat berupa tata ruang kantor dari segi pengguna bangunan tersebut. Alur kerja yang sistematis merupakan hal yang penting agar dapat menghemat tenaga dan lebih efisien dalam bekerja. Tata perabot yang tepat juga dapat memberikan kesan bahwa ruangan terlihat rapi sehingga sistem kerja yang dilakukan pegawai menjadi lebih teroganisir, nyaman, dan penataan arsip dapat membantu dalam menemukan dokumen yang diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganilisis tingkat kenyamanan pegawai berdasarkan asas tata ruang yang berguna mewujudkan visi dan misi kantor pabrik tersebut agar selalu sesuai waktu target produksi dengan pertimbangan dan perencanaan produksi yang tepat sehingga kualitas produksi yang dihasilkan juga baik. Observasi menggunakan metode kuantitatif dengan pembagian kuisioner yang pertanyaan–pertanyaanya menyinggung variabel yang sama dengan yang dilakukan peneliti observasi secara langsung atau secara arsitektural. Setelah itu data dikomparasikan dengan data yang sudah di observasi langsung secara arsitektural setelah itu diolah dan tahap terakhir berupa kesimpulan sacara teori atau sintesa yang menghasilkan oemecahan masalah yang terjadi. Pemilihan waktu pembagian kuisioner dan pengamatan langsung dilakukan pada saat jam kerja. Data primer yang dibutuhkan untuk mendukung peneltian ini berupa observasi pada objek penelitian, wawancara dengan key person, kuisioner, dan dokumentasi. Dari hasil kuisioner terdapat beberapa respon responden yang merasa kurang sesuai dan dari observasi langsung juga ada beberapa kondisi yang tidak sesuai dengan asas tata ruang sehingga ini menjadi masukan dan pertimbangan bagi kantor tersebut untuk mengkaji lagi perubahan tata ruang yang terjadi sesuai dengan hasil pengamat dan observasi langsung yang kurang sesuai.   Kata kunci: asas tata ruang kantor, ruang kantor