Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI KOSAN UMUM (STUDI PADA WILAYAH RUNGKUT) Manista Harwika, Dara; Puspita Sari, Amelia
DiH: Jurnal Ilmu Hukum Volume 17 Nomor 2 Agustus 2021
Publisher : Doctor of Law Study Program Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dih.v17i2.5233

Abstract

The purpose of this research is to offer novelty related to legal protection that is relevant and can quickly be applied in public boarding houses. Using empirical research methods to describe the legal regulations that live in society. Through this research, the researcher offers the concept of legal protection for victims of sexual harassment who live in an environment that is only limited by one door. Namely that the influence of an environment that is too friendly to teach the individual a touch that should not be done, besides the geographical factor of the environment which is an industrial area with most male workers who only live alone there so they cannot control their passions, besides that the divider between freedoms people per person only one door is considered too thin in protecting each other's privacy so that it is widely used for sexual harassment. In this case, the community around the public boarding house receives two legal protection measures, namely the first, which is preventive, namely building a protection institution for victims of sexual harassment in collaboration with local village officials. The second is to urge the Legislative to immediately pass the Draft law on the Elimination of Sexual Violence because Indonesia is an emergency of sexual harassment. Keywords: legal protection; public boarding houses; sexual harassment Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu menawarkan kebaruan terkait perlindungan hukum yang relevan dan cepat dapat diterapkan di dalam kosan umum. Mengunakan metode penelitian empiris dengan menguraikan peraturan hukum yang hidup di masyarakat. Melalui penelitian ini peneliti menawarkan bagaimana konsep perlindungan hukum korban pelecehan seksual yang tinggal di dalam lingkungan yang hanya berbatas oleh satu pintu. Yaitu bahwa pengaruh dari lingkungan yang terlalu ramah sehingga mewajarkan sentuhan yang tidak seharusnya dilakukan kepada individu, selain itu faktor geografis lingkungan yang merupakan kawasan industrial dengan kebanyakan pekerja laki-laki yang hanya tinggal sendirian disana sehingga tidak dapat mengontrol nafsu nya, selain itu sekat diantara kebebasan orang per orang hanya berbatas satu pintu dinilai terlalu tipis dalam melindungi privasi masing-masing sehingga banyak dimanfaatkan untuk melakukan pelecehan seksual. Di dalam hal ini maka masyarakat sekitar kosan umum mendapat dua upaya perlindungan hukum yaitu yang pertama, bersifat mencegah yaitu membangun lembaga perlindungan korban pelecehan seksual yang bekerja sama aparat kampung setempat. Yang kedua yaitu mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU PKS karena Indonesia darurat pelecehan seksual.
DIGITALISASI PAJAK SEBAGAI TANTANGAN DAN PELUANG DALAM KEPATUHAN WAJIB PAJAK: (Studi Kasus pada Wajib Pajak di Kota Metro) Puspita Sari, Amelia; Haninun, Haninun
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak di Kota Metro dengan menggunakan metode analisis jalur. Variabel yang dianalisis meliputi kebijakan pajak digital, kesadaran wajib pajak sebagai faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak digital dan penerimaan pajak digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan Pajak Digital dan Kesadaran Wajib Pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Digital. Selain itu, Kepatuhan Wajib Pajak Digital terbukti memediasi hubungan antara variabel independen dengan Penerimaan Pajak Digital secara signifikan. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya digitalisasi sistem perpajakan, peningkatan kesadaran wajib pajak, dan upaya untuk mendorong kepatuhan wajib pajak demi meningkatkan penerimaan pajak secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pajak memberikan tantangan terkait kebijakan yang belum sepenuhnya efektif, namun juga membuka peluang besar untuk meningkatkan kepatuhan dan penerimaan pajak dengan meningkatkan kesadaran wajib pajak serta memperkuat digitalisasi sistem perpajakan.