Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dokumentasi, Jurnalistik TV, dan Dokumenter Akbar, Budiman
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menempatkan sebuah karya audio-visual kedalam bentuk identifikasi seperti dokumentasi, jurnalistik tv dan dokumenter, sepertinya dianggap sesuatu hal yang sangat dimudahkan. Akan tetapi kita bisa lihat dan mendengar hal itu terkesan menjadi sesuatu yang rumit apabila diminta seseorang untuk dijelaskan bagaimana cara menempatkannya pada masing-masing bentuk yang menjadi pembahasan tulisan ini. Meskipun memberikan kesan yang teramat sederhana dalam hal ini, tetapi setidaknya uraian ini memberikan gambaran ringkas bagaimana menempatkan karya audio-visual kedalam bentuk dokumentasi, jurnalistik tv dan dokumenter dengan sudut pandang tertentu.
Melirik Sinematografi Sebagai Muatan Lokal Akbar, Budiman
IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun ditahun 2013 ini pemerintah akan memberlakukan sistem pendidikan yang berbeda dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebelumnya, tetapi dengan tetap mempertahankan mulok, setidaknya hal ini adalah peluang sebagai pintu masuk keilmuan sinematografi untuk diber- ikan di sekolah-sekolah, baik sekolah menengah pertama ataupun sekolah menengah atas. Hal ini guna menunjang pendidikan perfilman nasional pada khususnya dan produksi film pada umumnya. Oleh karenanya diperlukan kurikulum yang menyeluruh sebagai konsekuensi dari keinginan tersebut. Tidak adanya arahan dari sebuah visi perfilman nasional, menyebabkan manajerial pendidikan mulok sinematografi sepertinya terkesan tidak memiliki fungsi dan manfaat bagi perfilman. Apalagi ditambah dengan tidak adanya institusi perguruan tinggi yang melakukan penelitian secara konkrit, tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan mulok sinematografi, semakin memperkuat ketidapedulian dan ketidakseriusan para insan perfilman untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan perfilman nasional.
Sejarah Film Pendek Animasi Akbar, Budiman
Kartala Vol 1 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.089 KB) | DOI: 10.36080/kvs.v1i1.78

Abstract

Animasi merupakan salah satu bentuk film, selain fiksi, dokumenter dan eskperimental. Meski menjadi bagian dari keilmuan film, namun animasi juga dapat berdiri sendiri sebagai bentuk keilmuannya. Oleh karenanya diperlukan materi-materi pembelajaran yang sesuai, termasuk sejarah film animasi itu sendiri. Meski cakupannya dalam durasi film merupakan bentuk film pendek. Hal yang tentunya juga dipertanyakan terhadap durasi tersebut, mengingat dalam periode awal film tidak ada film yang di produksi lebih dari lima menit. Setidaknya eksistensi film animasi dalam dunia perfilman dapatlah terlihat dengan jelas melalui sejarah film animasi. Melalui pengumpulan data dari beberapa sumber, terurai bagaimana proses produksi film animasi dimulai dengan teknik yang sangat rumit dan membutuhkan waktu pembuatan yang lama, hingga diciptakannya metode dan teknik serta peralatan yang lebih sederhana dan semakin mudah sebagai jembatan dalam mengatasi persoalan waktu pembuatan tersebut. Meski terbatas hanya sejarah dalam pembuatan film animasi pendek.
DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT SEBAGAI INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS CAT AIR Lutfiana Putri Munandar, Dafa; Akbar, Budiman
Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa dan Budaya Visual Vol 4 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/qualia.42.08

Abstract

This research employs qualitative methods with an artistic research approach to create works that raise awareness of the importance of preserving the ocean from pollution. The artwork serves as a critique of the behavior of littering, visualizing the polluted sea using a realist style. Watercolor techniques such as wet on dry, wet on wet, and lifting off are applied on paper to produce works that reflect the actual conditions. The creation concept focuses on pragmatic, figurative art and modern aesthetics, with the aim of inspiring the protection of the marine environment in Indonesia.
TOXIC MASCULINITY PENGGUNAAN SKINCARE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS MIX MEDIA Alfian Nugraha, Aldi; Akbar, Budiman
Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa dan Budaya Visual Vol 4 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/qualia.42.04

Abstract

Toxic masculinity refers to gender norms that dictate men must always be strong, should not show weakness or emotions such as sadness, and must refrain from self-care practices like skincare, which some societies perceive as feminine. This research aims to demonstrate that men can also use skincare as a form of self-care. The study employs a qualitative method with an artistic research approach, combining art creation with direct research methods such as internships, exploration, and interviews with sources, allowing for a deeper understanding from a broader perspective. In this study, the researcher uses Charles Sanders Peirce's semiotic theory to analyze the creative work, as this theory explains how meaning is derived from symbols. The use of mixed-media painting in this context enables the creator to combine various materials, such as acrylic paint, mirrors, facial masks, and other media, to produce complex visual effects and textures.
Sudut Pandang dalam Infotainment: Sebuah Tinjauan Deskriptif Akbar, Budiman
IMAJI No. 4 (2008): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi sebagai salah satu mata rantai industri telah memainkan peran penting dalam mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Besarnya peranan media ini ternyata dapat juga kita amati dari berbagai perspektif, mulai dari perkembangan bentuk televisi yang menjadi tren masa kini hingga pergeseran program-program siarannya yang konon tak terpisahkan dari nilai-nilai komersial. Salah satu program siaran yang diangkat dalam tulisan ini adalah infotainment yang tampaknya memiliki nilai komoditi cukup besar bagi beberapa stasiun TV. Lewat uraian yang cukup serius namun tetap entertaining, tulisan ini mencoba menawarkan suatu perspektif mengenai cara kita menilai sebuah program acara, khususnya infotainment. Elemen-elemen pembentuk makna dalam infotainment coba dijelaskan melalui beberapa teori, salah satunya adalah dengan mengoperasikannya dengan teori perspektif linier dan sintetik (dari da Vinci dan Alberti) yang biasanya dipakai dalam membaca lukisan.