Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Umur dan Status Komorbid dengan tingkat kematian pasien covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Siti Rafingah; Nova Muhani; Seniwati Seniwati; Dini Sukmalara
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): August
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i2.721

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kematian pada pasien covid-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional kohort retrospektif dengan data sekunder dari medical record. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi dari Bulan September 2020 sampai dengan April 2021. Sampel penelitian adalah seluruh pasien covid 19 yang berusia lebih dari 18 tahun dan memiliki komorbid sebanyak 1.371 pasien. Analisis menggunakan chi square test. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kasus pada pasien laki-laki lebih banyak 724 (52,8%) dibandingkan dengan pasien perempuan 647 (47,2%) dengan tingkat kematian pada laki-laki lebih tinggi yaitu 33,1%. Jenis komorbid yang paling banyak adalah DM, Hipertensi, Penyakit Jantung, penyakit paru dimana kejadian hipertensi, penyakit jantung dan paru prevalensi terbanyak pada laki-laki. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan umur dan status komorbid dengan tingkat kematian pasien covid-19 dengan nilai p value keduanya 0.0001 dan OR pada status komorbid 5,08. Kesimpulan terdapat hubungan status komorbid yaitu komorbid lebih dari satu berisiko mengalami kematian sebesar 5 kali dibandingkan pasien yang hanya memiliki satu macam komorbid. Saran peningkatan upaya pencegahan dan penanganan faktor komorbid yang dapat memperberat dan meningkatkan risiko kematian pada pasien covid-19 dengan edukasi dan pemberian terapi
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Tingkat Kualitas Hidup Lansia Dini Sukmalara; Qurrota A’yun; Kusdiah Eny Subekti; Siti Rapingah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.11-18

Abstract

Dukungan keluarga sangat penting diperlukan oleh lansia dalam memberikan kenyamanan keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kualitas hidup karena dukungan keluarga yang baik akan mempengaruhi kualitas hidup yang baik.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 106 Lansia dengan sampel yang diambil menggunakan Teknik Simpel random sampling sebanyak 52 Orang. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji fisher’s exact test denganα=5% (0,05).Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 19 responden (36,5%). Kualitas hidup dengan kategori baik sebanyak 25 responden(48,1%).Dan diperoleh nilai AsymExac’t. Sig. (2-sided) = 0,389 nilai ini lebih besar dariα = 5% (0,05) maka hipotesis H0 diterima. Koofesien kontingensi diperoleh nilai 48,1 %. Simpulan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kualitas hidup lansia.
Survival analysis of COVID-19 patients with comorbidities in Bekasi during 2020-2021 Siti Rapingah Rapingah; Seni Wati Ruddin; Shinta Silaswati Silaswati
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.477 KB) | DOI: 10.31101/jhes.2254

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a respiratory infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 in patients with comorbidities progresses more rapidly to severity and frequently leads to death. Therefore, the objective of this study is to determine the length of survival and estimation of the Hazard Ratio (HR) of COVID-19 patients with comorbidities. The study design used a retrospective cohort of 3,751 samples and was analyzed using Kaplan Meier and cox regression. The survival function description shows the difference in the mean survival of COVID-19 patients without comorbid and patients with comorbidities of 78 days and 23 days, respectively, with HR of 4.4. In conclusion, comorbid COVID-19 patients possess a lower survival and a higher risk of death. 
Peningkatan Pengetahuan Santriwati Dalam Rangka Implementasi PHBS Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Di Ponpes Al Hassan, Bekasi Qurrota Aýun; Vivit Nurholipah; Lulu Ul Janah; Marliza Oktapiani; Siti Rapingah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6657

Abstract

Pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang saling terkait dan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Pondok Pesantren puteri Al Hassan memiliki beberapa permasalahan diantaranya gangguan kesehatan, kebersihan diri dan belum memiliki kebiasaan penerapan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang benar. Tujuan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan penyuluhan PHBS mengenai penyakit menular dan menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi. Jumlah santriwati yang mengikuti pengabdian masyarakat sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Tiga tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan awal dilakukan pretest dan di akhiri dengan post test berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi PHBS terkait penyakit DBD dan cacingan. Akhir pelaksanaan kegiatan dilakukan praktik mencuci tangan dengan benar yang dipandu fasilitator. Berdasarkan hasil evalusi diketahui adanya peningkatan pengetahuan santriwati tentang PHBS sebelum dan sesudah menerima materi PHBS. Rata-rata hasil pretest pengetahuan santriwati sebesar 73% dan rata-rata hasil post test sesudah pemberian materi menjadi sebesar 93%. Terdapat peningkatan pengetahuan santriwati sebesar 20%. Kegiatan pengabdian masayarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan santriwati di Pondok Pesantren Al Hassan mengenai pencegahan penularan penyakit DBD dan cacingan.
Peningkatan Pengetahuan Santriwati Dalam Rangka Implementasi PHBS Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Di Ponpes Al Hassan, Bekasi Qurrota Aýun; Vivit Nurholipah; Lulu Ul Janah; Marliza Oktapiani; Siti Rapingah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6657

Abstract

Pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang saling terkait dan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Pondok Pesantren puteri Al Hassan memiliki beberapa permasalahan diantaranya gangguan kesehatan, kebersihan diri dan belum memiliki kebiasaan penerapan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang benar. Tujuan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan penyuluhan PHBS mengenai penyakit menular dan menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi. Jumlah santriwati yang mengikuti pengabdian masyarakat sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Tiga tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan awal dilakukan pretest dan di akhiri dengan post test berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah pemberian materi PHBS terkait penyakit DBD dan cacingan. Akhir pelaksanaan kegiatan dilakukan praktik mencuci tangan dengan benar yang dipandu fasilitator. Berdasarkan hasil evalusi diketahui adanya peningkatan pengetahuan santriwati tentang PHBS sebelum dan sesudah menerima materi PHBS. Rata-rata hasil pretest pengetahuan santriwati sebesar 73% dan rata-rata hasil post test sesudah pemberian materi menjadi sebesar 93%. Terdapat peningkatan pengetahuan santriwati sebesar 20%. Kegiatan pengabdian masayarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan santriwati di Pondok Pesantren Al Hassan mengenai pencegahan penularan penyakit DBD dan cacingan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Siti Rafingah; Suratmi Suratmi; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Alat Permainan Edukatif (APE) dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia Prasekolah Rapingah, Siti; Widiyanti, Syifa
Journal of Religion and Public Health Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v3i2.28812

Abstract

Pre-school childrens’ at the age of 3-6 years is called the golden age periode of brain development of children.At this age, children need to be stimulated in order to optimize the development process, one of which is educational games.Many factors affect motoric development in children, one of which is mother's knowledge. This study aims to identify the relationship between mother's knowledge about Educational Game Tools (APE) with motoric development in preschool-aged children. This research is a type of correlational quantitative research. The total population is 380 people. Samples were taken by using multistage area random sampling technique as many as 80 respondents. The analysis used univariate and bivariate using Spearman rank test with = 5%. The results showed that the knowledge of mothers in the good category was 39 (48.8%) and for motoric development which was in the normal category was 41 (51.2%) it can be concluded that there is a relationship between mother knowledge about APE and motoric development in preschoolers. with p value = 0.000 (< 0.05) and r = 0.408. Suggestions for children who are suspect or untestable, it is hoped that the mother/caregiver will stimulate the child's fine motoric development and monitor it according to their age by using KPSP.Keywords: educational game tools, motoric development, pre-school.AbstrakAnak usia 3-6 tahun atau masa pra sekolah disebut sebagai masa keemasan dari pertumbuhan otak anak. Pada usia ini anak harus diberikan rangsangan atau stimulasi agar perkembangan menjadi optimal salah satunya dengan permainan edukatif. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik pada anak, salah satunya pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang Alat Permainan Edukatif (APE) dengan perkembangan motorik pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional.Jumlah populasi adalah sebanyak 380 orang. Sampel diambil dengan teknik multistage area random sampling sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji rank spearman dengan α=5%. Hasil penelitianbahwa didapatkan pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 39 (48,8%) dan untuk  perkembangan motorik yang berada dalam kategori normal adalah sebanyak 41 (51,2%) dapat disimpulkanada hubungan pengetahuan ibu tentang APE dengan  perkembangan motorik pada anak usia prasekolah dengan p value = 0,000 (< 0,05) dan r = 0,408. Saranpada anak dengan suspect atau untestable diharapkan ibu/pengasuh menstimulasi perkembangan motorik halus anak serta memonitor sesuai dengan usianya menggunakan KPSPKata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Perkembangan Motorik, Pra sekolah
Determinants of Exclusive Breastfeeding Practices of Female Healthcare Workers in Jakarta, Indonesia Rapingah, Siti; Muhani, Nova; Besral, Besral; Yuniar, Poppy
Kesmas Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommended that mothers worldwide exclusively breastfeed their infants for the child's first six months to achieve optimal growth, development, and health. Indonesia had not fulfilled the global standard of breastfeeding rate so that there was low coverage of exclusive breastfeeding in East Jakarta, especially for female healthcare workers. This study aimed to determine the factors associated with exclusive breastfeeding practices of healthcare workers. This was a quantitative study using a cross-sectional design. The recruited sample consisted of 85 female public health center workers with infants aged 6-24 months. Data were collected using self-administered questionnaires. Logistic regression analysis was applied to identify factors associated with exclusive breastfeeding. The results showed that the proportion of exclusive breastfeeding was 54.1%. Variables associated with exclusive breastfeeding were knowledge, attitude, family support, co-worker support, and healthcare worker support. Multivariate analysis showed that knowledge and age were the dominant factors of exclusive breastfeeding practices with an odds ratio (OR) adjusted OR of 14 and 5, re¬spectively. Knowledge was an influential factor in the success of exclusive breastfeeding. Therefore, creating a training program related to breastfeeding would be expected to improve knowledge. Besides, a supportive policy such as providing breastfeeding facilities was needed.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Alat Permainan Edukatif (APE) dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia Prasekolah Rapingah, Siti; Widiyanti, Syifa
Journal of Religion and Public Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v3i2.28812

Abstract

Pre-school childrens’ at the age of 3-6 years is called the golden age periode of brain development of children.At this age, children need to be stimulated in order to optimize the development process, one of which is educational games.Many factors affect motoric development in children, one of which is mother's knowledge. This study aims to identify the relationship between mother's knowledge about Educational Game Tools (APE) with motoric development in preschool-aged children. This research is a type of correlational quantitative research. The total population is 380 people. Samples were taken by using multistage area random sampling technique as many as 80 respondents. The analysis used univariate and bivariate using Spearman rank test with = 5%. The results showed that the knowledge of mothers in the good category was 39 (48.8%) and for motoric development which was in the normal category was 41 (51.2%) it can be concluded that there is a relationship between mother knowledge about APE and motoric development in preschoolers. with p value = 0.000 (< 0.05) and r = 0.408. Suggestions for children who are suspect or untestable, it is hoped that the mother/caregiver will stimulate the child's fine motoric development and monitor it according to their age by using KPSP.Keywords: educational game tools, motoric development, pre-school.AbstrakAnak usia 3-6 tahun atau masa pra sekolah disebut sebagai masa keemasan dari pertumbuhan otak anak. Pada usia ini anak harus diberikan rangsangan atau stimulasi agar perkembangan menjadi optimal salah satunya dengan permainan edukatif. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik pada anak, salah satunya pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang Alat Permainan Edukatif (APE) dengan perkembangan motorik pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional.Jumlah populasi adalah sebanyak 380 orang. Sampel diambil dengan teknik multistage area random sampling sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji rank spearman dengan α=5%. Hasil penelitianbahwa didapatkan pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 39 (48,8%) dan untuk  perkembangan motorik yang berada dalam kategori normal adalah sebanyak 41 (51,2%) dapat disimpulkanada hubungan pengetahuan ibu tentang APE dengan  perkembangan motorik pada anak usia prasekolah dengan p value = 0,000 (< 0,05) dan r = 0,408. Saranpada anak dengan suspect atau untestable diharapkan ibu/pengasuh menstimulasi perkembangan motorik halus anak serta memonitor sesuai dengan usianya menggunakan KPSPKata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Perkembangan Motorik, Pra sekolah
EFEKTIFITAS NESTING TERHADAP STABILITAS SUHU DAN NADI PADI BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RAFINGAH, SITI; HARYANTI, YANTI; NURDINI, RINI; NURHAYATI, EKA
Afiat Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i2.5384

Abstract

Sistem termoregulasi yang belum matang mengakibatkan bayi prematur sangat rentan terhadap ketidakstabilan suhu tubuh dan frekuensi nadi. Salah satu teknik posisi yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas fisiologis bayi adalah intervensi nesting. Tujuan : mengidentifikasi efektifitas penggunaan nesting untuk mempertahankan suhu tubuh dan frekuensi nadi pada bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre post test without control pada bayi prematur yang dirawat di ruang perinatologi. Suhu tubuh dan frekuensi nadi diukur sebelum dan sesudah intervensi nesting. Data dianalisis menggunakan uji t dependen. Hasil: Setelah intervensi, suhu tubuh rata-rata meningkat dari 36,4°C sebelum intervensi menjadi 36,7°C setelah intervensi. Frekuensi nadi juga turun dari 140 kali per menit menjadi 137 kali per menit. Perubahan ini menunjukkan bahwa bayi prematur menjadi lebih stabil secara fisiologis setelah nesting. Kesimpulan: Nesting efektif membantu meningkatkan stabilitas suhu tubuh dan frekuensi nadi pada bayi prematur. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan suportif di ruang perinatologi yang murah dan tanpa efek samping