Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Pengembangan Agen Antibakteri dari Senyawa Kompleks Logam Transisi di Indonesia Handayani, Nadia Cikita; Shafira, Putri Nuzilla; Fadhilah, Sasti Gona
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, resistensi terhadap agen antimikroba telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit akibat infeksi bakteri masih menjadi masalah yang penting karena meningkatnya jumlah bakteri yang resistan terhadap berbagai obat menyebabkan munculnya berbagai penyakit baru. Salah satu agen antibakteri yang dapat dikembangkan potensinya dengan mekanisme yang berbeda dari agen antibakteri yang lain adalah senyawa kompleks logam. Beberapa logam terbukti dapat menjadi agen antibakteri karena memiliki fungsi biologis dan ditemukan dalam enzim dan kofaktor yang diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa kompleks logam dengan sifat antibakteri antara lain metode larutan, solvothermal, hidrothermal, refluks, dan hidrogel. Naskah ini mengkaji perkembangan material berbasis SKLT (Senyawa Kompleks Logam Transisi) sebagai kandidat agen antibakteri terutama berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff. Penggunaan material berbasis SKLT sebagai agen antibakteri masih relatif baru namun memiliki potensi besar untuk mencegah perkembangan berbagai bakteri serta kemunculan penyakit baru akibat dari resistensi bakteri. Material ini dapat dikembangkan dari mineral alam yang banyak tersedia di Indonesia. Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dimana artikel-artikel yang digunakan sebagai literatur utama diperoleh dari jurnal internasional berbahasa Inggris dengan tahun terbit mulai tahun 2010. Berdasarkan hasil kajian, SKLT berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff dapat dijadikan sebagai kandidat agen antibakteri dari berbagai jenis bakteri seperti E. coli, P. Aeruginosa, B. Subtilis, S. aureus, C. albicans, S.pneumoniae dan masih banyak lagi dengan hasil yang cukup efisiensi dan bervariasi. Selain itu kajian tentang sintesis SKLT yang ramah lingkungan skala massal tetap diperlukan.
Penerapan Konsep Kurikulum Hijau dan Kimia Hijau dalam Desain Praktikum dan Pengolahan Limbah Laboratorium Kimia Widyastuti, Soerjani; Yusrina, Nur; Fadhilah, Sasti Gona; Khunur, Mohammad Misbah
Indonesian Green Technology Journal Vol. 11 No. 1 (2022): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2022.011.01.03

Abstract

Desain praktikum yang ramah lingkungan dan pengolahan limbah laboratorium kimia di perguruan tinggi perlu diperhatikan untuk mengurangi potensi pencemaran di area kampus maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini juga media pembelajaran yang baik bagi mahasiswa dalam memadukan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep kurikulum hijau dan kimia hijau dalam desain praktikum dan pengolahan limbah laboratorium kimia, dengan sampel yaitu Praktikum Kimia Dasar di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 2019-2020. Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu: (1) desain model praktikum, (2) pelaksanaan dan observasi praktikum, (3) pengolahan limbah praktikum, dan (4) evaluasi dan analisa data. Berdasarkan hasil evaluasi, konsep kurikulum hijau yang dipadukan dengan konsep kimia hijau di Praktikum Kimia Dasar dapat diterapkan dengan memperhatikan capaian pembelajaran. Tingkat capaian pembelajaran yang masih dalam level dasar (dari segi alat dan bahan kimia yang digunakan), kemudahan dalam substitusi bahan kimia, dan banyaknya pilihan jenis percobaan merupakan alasan utama dalam fisibiltas penerapan konsep ini. Penerapan konsep hijau ini juga dapat mengurangi jumlah dan toksisitas limbah laboratorium, mengurangi biaya bahan kimia yang digunakan dalam praktikum serta dalam pengolahan limbah cair di laboratorium. Kata kunci: kurikulum hijau, kimia hijau, limbah cair, pengelolaan limbah, praktikum.