Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Patroli Sabhara Guna Mengurangi Tindak Pidana Curanmor Di Wilayah Hukum Polresta Bogor Kota Gemilang, Surya
Police Studies Review Vol. 3 No. 12 (2019): December, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat masih menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (CURANMOR). Polresta Bogor sebagai salah satu insitusi kepolisian yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara keamanan dan keteriban masyarakat Kota Bogor menjalankan tiga upaya terdiri dari upaya preventif, represif, dan preemtif. Patroli adalah salah satu dari empat upaya pencegahan preventif. Menurut Peraturan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Patroli, patroli adalah suatu bentuk kegiatan bergerak dari suatu tempat ke tempat tertentu yang dilakukan oleh anggota Sabhara Polri guna mencegah terjadinya suatu tindakan kriminalitas, memberikan rasa aman, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran, pengelolaan, dan hambatan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara Guna Mengurangi Tindak Pidana Curanmor di Wilayah Hukum Polresta Bogor Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara dalam mencegah tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota menjadi 4 tahapan, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan) dan controlling (pengendalian). Peran kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara guna mengurangi tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota adalah dengan menjalankan menjalankan upaya preventif dan represif. Hambatan dalam pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Satuan Sabhara guna mengurangi tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polresta Bogor Kota adalah kurangnya anggaran bahan bakar minyak (BBM).
Synthesis of poly aluminium chloride (PAC) from aluminum cable waste through the polymerization process Gemilang, Surya; Athobarani, Akmal; Sari, Ni Ketut; Lestari, Rowina
Konversi Vol 13, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v13i2.19288

Abstract

Cable waste is classified as inorganic waste that is difficult to decompose. Aluminum cable waste has good coagulant properties if it can be synthesized into Poly Aluminium Chloride (PAC) because the active aluminate groups can aggregate suspended materials in water into flocks during the coagulation-flocculation process in water purification. PAC is made by hydrolyzing aluminum samples with a 33% HCl solution. The sample is then left for one day to complete the hydrolysis process. After the formation of the AlCl3 solution, polymerization is carried out by adding a Na2CO3 solution. In the research conducted, the best result was a turbidity reduction value of up to 2.96 NTU with the addition of 30 ml of AlCl3 monomer and a Na2CO3 initiator with a concentration of 7N. After optimization using Response Surface Methodology (RSM) in the Design Expert 13 software, the most optimal result for the synthesized PAC was found to reduce wastewater turbidity to 2.609 NTU with variables of 25.992 ml of AlCl3 monomer volume and 5.248N of Na2CO3 initiator concentration. Based on this research, the concentration of the initiator has a significant effect on the ability of the monomer to bind into a PAC polimer chain.