Masalah kemiskinan dan pengangguran dapat mempengaruhi stabilitas keamanan negara salah satunya adalah kriminalitas. Setiap bulannya laporan yang masuk di Polres Garut berupa curanmor mengalami fluktuatif sehingga memerlukan perhatian yang ketat. Satuan Sabhara menjalankan tugasnya secara professional. Dalam hal ini Satuan Sabhara merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan tugas patroli. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan patroli satuan_sabhara dalam mencegah_tindak pidana_pencurian_bermotor, faktor yang menghambat serta mendukung patroli Satuan Sabhara dan upaya apa saja yang telah dilakukan oelah patroli Satuan Sabhara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berlangsung di Polres Garut, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi dokumen dan observasi. Dalam menganalisa data, dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa satuan sabhara Polres Garut telah melakukan tahapan yang sistematis, namun pada tahap planning, organizing, dan controlling tidak berjalan maksimal, Faktor yang mendukung kinerja satuan Sabhara adalah pengalaman berdinas anggota sudah lama. Untuk faktor yang menghambat adalah kualitas personel masih kurang. Polres Garut memiliki upaya – upaya untuk meningkatkan upaya patroli untuk mencegah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan metode Strong Point, akan tetapi belum terlaksana dengan maksimal dikarenakan dalam pelaksanaan giat Strong Point hanya memanfaatkan R4 tidak memanfaatkan R2 yang berdampak tidak dapat menjangkau tempat – tempat perumahan masyarakat yang rawan akan curanmor.