This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALTERNATIF PENYEDIAAN BAHAN TANAM KARET DENGAN SISTEM ROOT TRAINER Risal Ardika; Eva Herlinawati
Warta Perkaretan Vol. 33 No. 2 (2014): volume 33, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.255 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v33i2.52

Abstract

Minat dalam berkebun karet saat ini cukup tinggi karena hasil lateks yang memiliki harga jual yang tinggi. Kondisi ini mendorong suatu upaya untuk menyediakan bahan tanam yang berkualitas. Bahan tanam yang umum digunakan berasal dari stum mata tidur atau bibit polibag dengan beberapa kelemahan. Teknik penyediaan bahan tanam dengan root trainer merupakan suatu alternatif dalam penyediaan bahan tanam, yang diharapkan mampu meminimalkan efek negatif pertumbuhan dan perkembangan bibit di lapangan. Keuntungan menggunakan root trainer nampak dari segi keragaan tanaman maupun finansial. Akar lateral yang terbentuk dari bibit yang berasal dari root trainer lebih banyak dan memberikan pertumbuhan yang baik di lapangan karena penyerapan unsur hara untuk metabolisme dalam tanaman lebih optimal. Disamping itu, root trainer dapat menghemat tenaga kerja, dapat digunakan berulang kali, dan biaya rendah pada proses transportasi dan distribusi. 
BEBERAPA ASPEK PENTING PADA PENYADAPAN PANEL ATAS TANAMAN KARET Eva Herlinawati; Kuswanhadi Kuswanhadi
Warta Perkaretan Vol. 31 No. 2 (2012): Volume 31, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.066 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v31i2.268

Abstract

Secara konvensional, penyadapan panel atas dilakukan ketika kulit pada panel bawah sudah disadap selama 2 periode (perawan dan pilihan), pada ketinggian 130 cm ke atas hingga ketinggian 260 cm dari kaki gajah. Panel atas tanaman karet memiliki potensi yang besar dalam eksploitasi karet. Masalah utama dalam penyadapan panel atas adalah mutu sadapan yang kurang baik dan kehilangan produksi diperkirakan mencapai 30% sebagai akibat aliran lateks yang keluar dari alur sadap. Aspek teknis penyadapan seperti ketinggian, arah, kemiringan, dan  kedalaman sadap perlu diterapkan  untuk mengoptimalkan produksi lateks sekaligus meminimalkan pengaruh negatif terhadap kesehatan tanaman. Sadapan dengan irisan pendek (S/4) ke arah atas dikombinasikan dengan stimulan yang efektif diharapkan dapat mengoptimalkan produksi pada panel atas.